Manusia di muka bumi ini terus berdesakan. Jumlah populasi penduduk semakin bertambah, laju pertumbuhannya pun semakin cepat. Saat ini manusia yang menghuni bumi telah mencapoai angka lebih dari 2,5 milyar. Angka ini belum ditambah dengan fakta bahwa terjadi angka kenaikan tahunan yang mencapai sekitar 34 juta orang per tahun, hampir 4000 orang per jam. Sebanyak 283 ribu bayi dilahirkan setiap hari, dan 103 juta bayi akan dilahirkan ke dunia tahun ini.
Fakta di atas merupakan sebuah realita yang akan berdampak besar terhadap keberlangsungan dan kesejahteraan hidup manusia. Pertumbuhan penduduk akan berarti juga keharusan manusia untuk dapat memenuhi kebutuhannya dengan layak. Namun, dalam kenyataannya, baik dalam konteks sosial kemasyarakatan maupun industri telah terjadi ketidakseimbangan. Fenomena tersebutlah yang kemudian disebut sebagai overpopulated.
Overpopulated merupakan sebuah keadaan disuatu wilayah dimana jumlah populasi yang ada melebihi jumlah peran yang dibutuhkan. Dalam konteks sosial kemasyarakatan dan industri hal ini berkaitan dengan pekerjaan, tenaga kerja, dan pengangguran. Suatu kota yang mengalami overpopulated Read the rest of this entry »

Setelah 1 tahun tak bersua dengan saudara perjuangan satu idealisme, aku kembali menatap sorotan tajam mata para pemimpin masa depan. Terakhir bertemu pada saat PKN II yang juga diisi dengan outbond di Cibubur. Aku berangkat dari Jatinangor karena terlebih dahulu mengurus amanah dan mendelegasikannya kepada saudara dan saudariku tercinta di BEMU yang tentunya sempat marah-marah karena keseringan kutinggal keluar kota. Iya, setelah kemarin aku “jalan-jalan” ke Surabaya, sekarang aku pergi lagi….Namun kali ini jauh berbeda. Kali ini adalah momentum sangat penting, PKN Wisuda! Pendidikan Kepemimpinan Nasional sekaligus Wisuda Peserta PPSDMS Nurul Fikri angkatan III. Ini adalah momentum pelepasan sebelum kami harus “terbang” keluar PPSDMS mengepak sayap dan mengukir asa di titik langit terjauh (baca postingan ini).

Aku berangkat dari Jatinangor kira-kira pukul 10.30 setelah sebelumnya ditahan salah satu saudari seperjuanganku untuk mendengarkan keluh kesahnya. Sejujurnya aku merasa “agak bersalah” meninggalkan amanahku lagi, padahal baru seminggu ini aku bergeliat di Jatinangor lagi…ehhhh sudah “terbang” lagi ke Depok. Yap, setelah sampai terminal Leuwi Panjang aku naik bus jurusan Depok yang nama bus-nya MGI. Soalnya kata Aji (manajer asrama PPSDMS regional 2 Bandung) bus itu sampai di depan gedung PPPPTK (semacam pusat pelatihan bahasa di daerah Lenteng Agung). Di PPPPTK inilah kami senantiasa mengadakan PKN. Tidak tanggung-tanggung, seperti PKN-PKN sebelumnya, pembicara yang diundang adalah para pemimpin yang bisa dibilang sukses di bidangnya masing-masing. Diantaranya adalah Read the rest of this entry »

Wahai para pejuang mahasiswa

Indonesia menanti langkah sucimu

Luruskan niat di hati

Rapat barisan yang rapi

Jadikan diri pejuang sejati….

Kemarin, 4 Agustus 2008, aku memimpin ratusan mahasiswa untuk melakukan aksi untuk memprotes kebijakan rektor untuk menaikan SPP bagi maba. Aksi yang diamanahkan padaku merupakan aksi seluruh elemen lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas. Seluruh BEM atau Senat tingkat fakultas merapatkan barisan untuk satu suara “Tolak Kenaikan SPP”. Alhamdulillah aksi dilakukan dengan damai. Aksi kemarin dihadiri oleh banyak media massa, diantaranya: Pikiran Rakyat, Galamedia, Tempo, DetikBandung, RRI, SCTV, PJTV, Anteve, dll. Salah satunya bisa dilihat disini.

Meskipun sempat ada dinamisasi dari hasil audiensi dengan rektorat, secara keseluruhan aksi kemarin sukses. Kami mampu menghimpun sekitar 400-500 massa yang keluar-masuk karena ada yang harus mengikuti UTS. Ini kesuksesan yang patut kami syukuri, karena proses agitasi isu “Tolak Kenaikan SPP” di fakultas sebenarnya masih belum maksimal. Dalam audiensi kami menuntut 4 hal:

1. Pembatalan kebijakan kenaikan SPP

2. Menuntut keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan kampus

3. Memberikan jaminan kepada mahasiswa yang kurang mampu agar tetap bisa berkuliah

4. Rektor memberikan pernyataan resmi ke media agar mahasiswa baru yang kurang mampu “Tidak Takut Masuk Unpad”

Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan poin 2 dan 3. Lalu dengan kreativitas di lapangan, kami mewujudkan poin keempat dengan memberikan pernyataan ke berbagai media agar mahasiswa baru yang kurang mampu tidak perlu takut kuliah Unpad…Kami khawatir kejadiannya akan seperti lagu gubahan berikut ini:

[Naik-naik ke puncak gunung, MODE : ON]

Naik naik SPP Unpad

Tinggi tinggi sekali

(2 kali)

Kiri kanan kulihat rakyat….kecil tak berkuliah (2 kali)

Namun perjuangan belum berakhir! Mahasiswa harus terus bergerak….

Jika ada 10 ribu orang yang memperjuangkan keadilan…Maka salah satunya adalah aku

Jika ada seribu orang yang memperjuangkan keadilan…Maka salah satunya adalah aku

Jika ada seratus orang yang memperjuangkan keadilan…Maka salah satunya adalah aku

Jika ada 10 orang yang memperjuangkan keadilan…Maka salah satunya adalah aku

Jika hanya ada 1 orang yang memperjuangkan keadilan…Maka itu adalah aku

Ayo mahasiwa Unpad, bersatulah! Bersinergilah dalam membuat sebuah karya nyata!

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen lembaga kemahasiswaan kampus yang bersinergi dalam aksi menolak kenaikan SPP:

BEM KEMA Unpad, BEM KEMA FKG, Senat Mahasiswa FK, BEM KEMA Fapsi, BEM KEMA MIPA, BEM KEMA FAPERTA, BEM KEMA FTIP, BEM KEMA FPIK, BEM KEMA FAPERTA, BEM D3 Agribisnis, BEM KEMA FARMASI, BEM Fakultas Teknik Geologi,  BEM KEMA FAPET, BEM KEMA FIK, Senat Mahasiwa FIKOM, BEM FASA, BEM FISIP, BEM FE, BEM FH, BEM PAAP, BEM PAA, dan BEM D3 MIPA.

Semoga dalam kesempatan lain kita mampu untuk terus bersinergi mengusung keadilan untuk mahasiswa dan rakyat!

Dua tahun sudah kita bersama merajut mimpi, mendidik diri, dan saling menyematkan cinta, persahabatan, dan doa di masing-masing pundak. Kawan…sekali-kali jangan sia-siakan itu! Jangan sia-siakan keputusan Allah yang telah membuat kita menjadi salah satu dari para pemimpin umat di masa depan. Jangan sia-siakan cinta, kasih sayang, dan harapan orang-orang yang selama ini menatap yakin kepada diri kita, bahwa kelak…kita akan membuat ibu pertiwi senantiasa tersenyum, rakyat kecil berbahagia karena badannya sehat, anak-anaknya berpendidikan, dan Masjid mereka terisi penuh cinta.

Tak selamanya kita terfasilitasi oleh PPSDMS tercinta. Iya…kita adalah elang muda! Yang butuh keluar sarang untuk meniti mimpi di titik langit terjauh. Yang butuh terjatuh untuk belajar mengepak sayap dan menegakkan dada kita. Karena dalam tiap diri kita telah tersemat sebuah idealisme yang mampu menghidupkan sejarah keemasan para pejuang Islam untuk menyiram tanah air Indonesia…

Idealisme Kami

Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

Semoga Allah selalu memancangkan “idealisme kami” hingga menelusup dalam inti kemanusiaan kita. Semoga Allah selalu menautkan hati kita agar bersatu padu membela agama-Nya…Hingga hanya kesyahidan saja yang mampu menghentikan berhembusnya nafas cita dan cinta kita.

Terbanglah wahai elang-elang muda!

Final Day (Minggu, 27 Juli 200 8)

Selamat Tinggal Surabaya…. Aku kembali Bandung!

Di pagi terakhir ini aku coba menikmati rendaman air hangat yang pada awalnya terlalu panas…Aku jadi teringat…Bagaimana dengan siksa neraka yah….?Ya Allah “Robbana dzolamnaa Anfussana wa Illam taghfirlana watarhamna lanakuunana minat khosiriin….Allahumma adzirni minannaar….Aku berharap kesadaran ini membawaku kembali bersyukur atas segala cinta-Nya, merindukan surganya…menuruti perintahnya dan menjauhi larangan-Nya…berikan aku kekuatan ya Allah….

Setelah sarapan istimewa yang terakhir dan foto-foto di pinggir kolam renang Novotel…kami rombongan Bandung dan Bali akhirnya harus meninggalkan Surabaya untuk kembali ke daerah kami masing-masing…Kami sempat telat loh…dan menyebabkan keberangkatan pesawat kami mengalami keterlambatan…Jadi merasa bersalah nih…yah wajar saja jika selanjutnya teman-temanku banyak mendapatkan “kesewotan” dari pramugari…

Sampai di Bandung setelah 1 jam mengudara…Cukup panas rupanya….hah…yaiyalah…Lihat saja Punclut sudah jadi kawasan komersil…!Loh kok jadi nyasar ngomongin Punclut yah…?Alhamdulillah aku dan teman-teman SBSV 2008 asal Bandung tiba dengan selamat. Dan aku harus kembali menyusun jadwal-jadwal harianku untuk kembali memacu produktivitas amal dan cinta…hehehe..Terima kasih Kang Gimmy…telah memberikanku kesempatan untuk menuai banyak hikmah…

Aku ucapkan terima kasih kepada panitia yang dari awal sangat hangat kepada kita…pelayanannya juga sempurna…meskipun aku akan selalu berpesan….

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN…:p”

Fourth Day (Sabtu, 26 Juli 200 8)

Menanam Mangrove…bukan “nanam” kaki

Hari ini adalh hari yang kutunggu-tunggu…Yah menyelamatkan bumi Indonesia dengan menanam Mangrove! Usai sarapan kami berangkat menuju kawasan muara dan pantai di Wonorejo. Tiba di sana kami diberikan jaket pengapung dan sepatu boat sebagai pelindung kami ketika melewati sungai dan menginjak kawasan Mangrove yang lembab berlumpur. Sayang saya berangkat tidak dengan kapal boat dari karet, tapi perahu besar.

Nah…ini kejadian pentingnya…baru beberapa detik mendarat di kawasan Mangrove kakiku “tertanam” di lumpur dan tak mampu kukeluarkan sendiri…Semakin aku berusaha keluar semakin tersedot aku ke dalamnya….Walah…aku ditolong dua orang perempuan!! Yah lagi darurat gapapa lah sentuhan sama bukan muhrim…cowonya gak ada yang dekat situ…Sontak aku diledekin oleh para relawan penanam Mangwove yang lain…”Mas ini lagi acara menanam Mangrove, bukan nanam kaki…” Hahaha dalam hati aku menertawakan diriku sendiri…emang aku sudah nambah berat badan begitu pesatnya kah hingga harus tertanam?…weleh weleh…Celanaku berlumuran lumpur, untung bawa satu celana lagi…

Akhirnya aku bisa Read the rest of this entry »

Third Day (Jumat, 25 Juli 200 8)

Sarapan Istimewa 2

Yah setelah mandi, aku dan Basyir menuju ke tempat sarapan di Novotel. Subhanallah…makanan dan minuman di sini banyak sekali…ada beraneka ragam masakan dari ayam, kentang, ikan, salad. Ada pula berbagai macam roti gaya eropa dengan selai yang menggiurkan. Ada juga mie ayam, bubur ayam. Minumannya juga bermacam-macam, ada jus apel, jeruk, nanas, dan guava. Ada kopi, teh, dan tiga macam susu. Di sini aku mulai lihai berstrategi dalam mengambil dan menyantap makanan. Tetap saja aku tidak mau makan salad euy…Aku dan Basyir memang punya banyak kesamaan, sama-sama dari keluarga sederhana, dan punya cita-cita menanggung adik-adik…dan juga gak bisa pake table manner…padahal suguhan di mejanya lengkap. Cuek is the best! Begitu tampaknya prinsipku saat itu…

Perjalanan ke Rungkut

Setelah sarapan usai, kami menuju ke pabrik Sampoerna di Rungkut. Rungkut adalah sebuah kawasan industry yang salah satunya digunakn Sampoerna untuk mendirikan pabrik SKT (Sigaret Kretek Tangan). Di sini adalah pabrik yang memperkerjakan banyak buruh pelinting rokok analog. Dengan keterampilan yang luar biasa mereka mampu dalam sehari menghasilkan rata-rata 3000 – 3700 batang rokok setiap orangnya. Kami berkunjung di SKT pembuatan rokok Dji Sam Soe yang terkenal sebagai rokok “berat”. Di sini aku juga sempat mencoba unuk melinting satu batang rokok. Meskipun hasilnya kurang sempurna, namun aku cukup senang telah punya pengalaman itu. Mengingat pada dasarnya pabrik seperti ini sulit untuk dikunjungi, biasanya orang luar hanya boleh lihat dari jauh. Bahkan teman-teman yang lain tidak ada yang mencoba. Ternyata aslinya tidak boleh loh…Karena aku coba ngobrol dengan seorang ibu pelinting, aku diajak untuk ikut melinting.

Mirip artis

Di sini ada kejadian lucu dimana aku diteriaki Ahmad Dhani oleh seorang buruh yang bertugas melinting rokok tersebut. “Mas Ahmad Dhani…Mbak Maya kemana?” Read the rest of this entry »

Second Day (Kamis, 28 Juli 200 8)

Sarapan Istimewa

Pagi harinya, setelah mandi, packing, dan tidak lupa foto-foto…kami segera mengangkut barang masing-masing ke dalam bus yang sudah dibagi menjadi 2 bus. Aku kebagian bus SKM, bersama Pinky Boy, Basyir, Mabrur, Andhit, Teguh “Roy Suryo” Santoso,(sodara lain bapak-lain ibu nih sama aku), Arif “Bli” yang dari Bali, dll. Setelah itu kami menuju tempat sarapan yang makanannya banyak. Aku inget waktu itu ikut acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional 1 dan yang 2…menurutku itu sudah mewah…tapi ternyata ada lagi yang lebih mewah…Sontak karena belum “learning” menghadapi serangan menggiurkan dari banyaknya makanan di sarapan ini aku “kalap”…hahaha…

Yaiyalah…secara…bisaanya aku punya strategi kalau pagi banyakin minum dan baru sarapan jam 10. Bisaanya aku punya menu favorit, lontong padang di Simpang Dago atau kupat tahu di pertigaan Tubagus, bubur ayam di sebelah asrama, atau indomie bikin sendiri…hehehe…Pagi ini cukup kembung, inilah sebabnya aku gak mengambil omelet yang juga disajikan disama, salah strategi rupanya…nasi gorengnya kebanyakan. Untuk ke depan aku akan atur strategi makan…hehehe

Ke Sukorejo Plant

Kedatangan kami di Sukorejo Plant ini adalah ladang pembelajaran yang berharga bagiku. Awalnya kaami mendengarkan perkenalan tentang perusahaan PT. HM Sampoerna, Tbk. Banyak informasi yang bisa kuolah jadi ilmu di sini. PT. HM Sampoerna awalnya didirikan oleh seorang imigran asal Cina, Liem….(siapa gitu, lupa euy…) sejak tahun 1913. Diawali dengan pengalaman bekerja di sebuah perusahaan rokok kala itu, ia keluar dari perusahaaan dan mulai merintis usahanya sendiri dengan melinting rokok dan menjualnya di warung sederhana miliknya.. Melalui perjuangan dan segala ketekunannya secara turun-temurun, akhirnya perusahaan ini berhasil menjadi Market Leader perusahaan rokok sejak tahun 2005, setelah menyalib PT. Gudang Garam dan juga Bentoel. Nah pada saat dalam prestasi puncaknya itulah Bapak Putra Sampoerna menjual perusahaan rokoknya itu kepada sebuah korporasi besar asing, yaitu Philip Morris International. Penjualan ini sempat membuat karyawan shock, bahkan sempat ada masalah dimana para buruh demonstrasi karena mendengar berita burung bahwa ada uang 25 juta yang dibagikan kepada setiap karyawan sebagai uang jasa. Rupanya Putra Sampoerna menerapkan sebuah prinsip ekonomi mendasar yang berkata “Juallah barang pada saat harganya sedang tinggi-tingginya. Read the rest of this entry »

First Day (Rabu, 23 Juli 200 8)

Latar Belakang

Ini adalah ceritaku selama mengikuti kegiatan Sampoerna Best Student Visit 2008. Cerita ini akn dibagi menjadi 5 posting. Aku diikutkan dalam SBSV ini karena mendapatkan Peringkat 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi Unpad. Pada awalnya aku menolak…namun PD 3-ku Kang Gimmy mempersuasiku agar ikut, karena akan menjadi pengalamn yang berharga yang bisa di share di Fakultas. Baiklah aku bilang, “Akan saya pertimbangkan kang…” Aku lalu banyak bertanya pada pak Dadang Kasubbag Kemahasiswaan tentang kegiatan ini…ternyata kunjungan untuk melihat kegiatan CSR…wah aku sangat tertarik nih dengan Community Develompment….Yap satu hal masih mengganjal…hukum syar’i.

Pergulatan pemikiran tentang ini aku coba konsultasikan kepada seorang Ustad…ternyata bliau menyarankanku untuk ikut saja…Dalam konteks seperti ini…ini lebih pada undangan dan kesempatan menggali ilmu dan pengalaman untuk membuahkan karya yang lebih baik dibandingkan dengan tidak memenuhi undangan…Mungkin ini akn terus menjadi perdebatan…Aku berharap dan memohon maaf kepada Allah…semoga pilihanku untuk ikut di ridhoinya…Amiin…

Wong Ndeso

Waduh, aku bangun ”kesubuhan”! Sudah jam 4.30 nih, padahal aku pasang alarm 3.30. Rupanya badanku ingin diperlakukan adil…Belakangan ini tidurnya kurang…hanya 3-4 jam sehari…dan tadi malam (pagi kali yeee) aku tidur jam 1, karena harus packing barang-barang yang mau dipindahkan ke asrama baru. Aku inget…air asrama lagi gak keluar…harus buru-buru nih karena harus check in di Bandara Husein jam 5.

Alhamdulillah…lagi-lagi Allah memberikan pertolongannya…rupanya ada air 1 ember yang berhasil ditampung dari tetesan air yang ada di kran belakang…Setelah sholat di Masjid tercinta Al-Mubaroq…Aku langsung berangkat bareng Sirodj, yang dengan kebaikannya mengantarkan aku dengan motornya ke Bandara. Sesampainya di Bandara dan memberikan beberapa “pesan terakhir” ke Sirodj, aku masuk ke Bandara.

Hahahaha…wong ndeso mau naik pesawat Read the rest of this entry »

Selambai dingin angin bukit

Gerakan jemariku untuk menggores

Sebuah kisah pencarian

Yang telah tertanam menjadi satu warna

Dalam ruang memoriku

………………………………………………………

Mahameru

Disambut topangan debu kering
Coba tegarkan tiap langkah yang beriring
Walau tetap engahan kami sesekali bersautan
Riuh…dan terbumbui peluh

Pencarian seperti ini
Menemui banyak candu rasa
Temukan lebih banyak asa
Yang melebihi nikmatnya Ranu Kumbolo

Kami dijadikan satu…
Dengan pijakan dan tolakan kaki yang saling tersandar
Sandaran itu nyata di pundak sahabat
Mencoba membeberkan jawaban atas pencarian ini…
Bersama….namun dengan warna tiap diri

Tenda ini sebenarnya dingin
Jika saja tawa hangat tak sesumbar
Lukiskan eratnya kala itu
Satu cita dengan sahabat
Sambil menyeruput teh yang telah dingin
Dan bergilir menelan mie yang mulai membeku

Kini…perjalanan membawa kami
Menjadi tiap diri yang punya arti
Melatih tubuh akrab dengan perih
Menjodohkan jiwa dengan sulitnya perjuangan

Tapak kaki tak berpijak tepat
Terseret alur pasir yang halus mengalir
Langkah ini semakin berat…
Ditambah suntikan angin yang membius
Memaksa diri menikmati kontradiksi motivasi
………………………………………………………………….
Pesona merah-ungu telah bercengkrama
Dengan kekaguman polos manusia
3…2…1…hitungan berakhir sudah
Satu cita teraih kini
Dengan berbagai rentetan hikmah yang menyertai
Rebahkan sebuah sujud
Disaksikan mungilnya senyuman mentari subuh
Diiringi tetesan kekaguman….
…………………………………………………………………….
Di puncak segitiga inilah aku terkapar
Pada ke-Maha Besar-an Ilahi

Gubahan dari 7 September 2004
Terima kasih Allah swt dan sahabat-sahabat ”Mahameruku” (Diego, Hendro, dan Aril)

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."

 

August 2008
S M T W T F S
« Jul    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 7,013 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos