You are currently browsing the daily archive for July 31st, 2008.
Dua tahun sudah kita bersama merajut mimpi, mendidik diri, dan saling menyematkan cinta, persahabatan, dan doa di masing-masing pundak. Kawan…sekali-kali jangan sia-siakan itu! Jangan sia-siakan keputusan Allah yang telah membuat kita menjadi salah satu dari para pemimpin umat di masa depan. Jangan sia-siakan cinta, kasih sayang, dan harapan orang-orang yang selama ini menatap yakin kepada diri kita, bahwa kelak…kita akan membuat ibu pertiwi senantiasa tersenyum, rakyat kecil berbahagia karena badannya sehat, anak-anaknya berpendidikan, dan Masjid mereka terisi penuh cinta.
Tak selamanya kita terfasilitasi oleh PPSDMS tercinta. Iya…kita adalah elang muda! Yang butuh keluar sarang untuk meniti mimpi di titik langit terjauh. Yang butuh terjatuh untuk belajar mengepak sayap dan menegakkan dada kita. Karena dalam tiap diri kita telah tersemat sebuah idealisme yang mampu menghidupkan sejarah keemasan para pejuang Islam untuk menyiram tanah air Indonesia…
Idealisme Kami
Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.
Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.
Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.
Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.
Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.
Semoga Allah selalu memancangkan “idealisme kami” hingga menelusup dalam inti kemanusiaan kita. Semoga Allah selalu menautkan hati kita agar bersatu padu membela agama-Nya…Hingga hanya kesyahidan saja yang mampu menghentikan berhembusnya nafas cita dan cinta kita.
Terbanglah wahai elang-elang muda!












Recent Comments