You are currently browsing the daily archive for November 18th, 2008.

Indonesia pada hakikatnya belum menjadi sebuah bangsa yang utuh. Hingga saat ini sebenarnya pergulatan ideologi masih belum selesai. Ideologi Pancasila yang telah menjadi konsep ideologi yang menaungi wilayah kesatuan Indonesia masih memiliki banyak penafsiran. Kegamangan ideologi dan pemaknaan Pancasila di perbesar lagi dengan adanya politisasi Pancasila yang dilakukan orde baru. Selama 32 tahun hegemoni yang dibangun berhasil mengalihkan Pancasila dari ideologi atau jiwa menjadi alat pemerintah untuk membuat model manusia Indonesia menjadi homogen secara represif. Penyebutan bangsa Indonesia belum pada tataran kepribadian, masih dalam bentuk opini dan usaha politis dalam rangka mempersatukan rakyat yang hidup di wilayah Indonesia. Bisa dikatakan saat ini Indonesia baru bisa dikatakan sebagai “Sesuatu Indonesia”.

Pada dasarnya usaha para pendiri bangsa saat memusyawarahkan Pancasila sebagai ideologi telah berhasil melihat dengan jeli keberagaman Indonesia. Dengan pergulatan politik dan ideologi yang terjadi pada saat musyawarah, mereka sebenarnya telah mengambil titik temu. Pengambilan titik temu tersebut berkaitan dengan kondisi Indonesia pada saat itu dihayati para pendiri bangsa diperlukan untuk mempersatukan Indonesia. Sehingga siapapun pemimpin yang lahir pada saat perumusan itu akan belajar banyak untuk berinteraksi dengan banyak sudut pandang serta membangun titik temu.
Indonesia yang disebut sebagai negara kepulauan ini merupakan suatu identitas yang penuh warna. Banyaknya ragam agama, ras, budaya, suku bangsa, dan bahasa daerah membuat Indonesia menjadi sebuah miniatur dari keberagaman dunia. Indonesia menaungi banyak aspek perbedaan yang menjadi representasi dari keberagaman yang ada di dunia. Maka dalam konteks politik dan kepemimpinan, kondisi seperti ini dapat menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya kepemimpinan yang mampu mensejahterakan dunia.

Potensi keberagaman Indonesia yang sangat besar secara alamiah mendidik rakyat dan siapapun yang menjadi pemimpin rakyat menjadi pemersatu. Meskipun tantangan disintegrasi sangat besar, namun keberagaman ini membuat seorang pemimpin, khususnya yang memliki cakupan wawasan nasional hingga internasional, belajar untuk mengatasi segala kemungkinan perpecahan. Pembelajaran tersebut Read the rest of this entry »

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."

 

November 2008
S M T W T F S
« Oct   Dec »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

a

Pembelajar yang Berkunjung

  • 30,891 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos