You are currently browsing the monthly archive for November 2007.

dari hari ke hari ketajaman sense gw dalam menilai kepribadian dan tingkah laku orang semakin tajam. Gw akan terus asah ini sampai akhirnya gw bisa memprediksi dan membangun konsep tentang masyarakat madani…tapi memang masih terasa ada kecemasan bahwa gw bakal jadi sombong dengan sense gw dalam menilai kepribadian dan tingkah laku orang..semoga Allah selalu kasih jalan yang lurus…saat ini temen yang minta di tingkatin self awarenessnya 2 orang…satu orang gw kasih pengetahuan psikologi karena dia punya kapasitas kecerdasan yang tinggi cepet paham..tapi memang temen gw itu belum mengekspresikan emosinya apa adanya dan mengungkapkannya dengan asertif…gw mang gak pake tehnik konseling yang rapih waktu itu, tapi hasilnya ngebuat dia berbinar2…terakhir gw semangatin dia untuk jadi diplomat ulung yang paham ilmu pernyataan…Sayang gw gak punya diktatnya, jadi harus pinjem dulu ma temen. Btw, sense gw kayaknya “main” juga waktu ngeliat kucing…apa gw kembangin psikologi hewan yak???wallahu alam.

Advertisements

Pagi ini gw kayak kesurupan ide..tau-tau ide pada ngalir kayak aliran sungai deres untuk rafting..gak kebendung kalo gw gak mau itu terbendung. Tadinya padahal gw cuma pengen nentuin things to do dan prioritasnya yang harus gw kerjain minggu-minggu ini..eh ternyata malah kebablasan. Ide dan things to do akhirnya tercurah di selembar kertas..ini daftarnya: Read the rest of this entry »

minggu2 belakangan dan ke depan saatnya gw keluar dari tekanan dan menjadi pemimpin yang bisa mengkomunikasikan dengan visi. Mulai dari komunikasi visi secara personal ke temen2 koor, terus membuat komitmen perjuangan di rakoor. Selanjutnya, gw harus sukses untuk mengkomunikasikan ke anak2 BEM lewat pleno. Terakhir, pengkomunikasian visi care in harmony dengan hati ini harus menciptakan sebuah titik balik dari keharmonisan fapsi. BEM harus berhasil mengkomunikasikan visi ke semua temen2. Gw harus punya plan jitu bahkan sampe ke teknis untuk mengingatkan visi gw, dan mungkin banyak orang yang sevisi. Di puncak porseni gw harap rencananya berjalan dengan baik…Ayo bekerja dengan hati!!!

Subhanallah…Minggu ini gw dapat banyak makna hidup dan hikmah yang lebih luas lagi…Setelah sebelumnya gw merasa ada masalah tapi sulit untuk mencari solusinya, ternyata minggu ini gw kayak dikasih cahaya oleh Allah ke dalam otak gw. Gak tau siapa yang doain gw, atau amalan yang gw lakukan, pengalaman gw dengan tangis, pedih, kesal, benci, putus asa, kecewa yang gw tempuh selama 6 bulan lebih sebagai ketua BEM seperti berhasil membeli sebuah pencerahan.

Kekecewaan campur kesel, sedih, guilty feeling itu ngebuat gw tadinya hampir putus asa… Read the rest of this entry »

Robin Hood : Dulu dan Kini

Sebuah legenda di Inggris menceritakan tentang perjuangan heroik seorang penjarah sekaligus pahlawan, Robin Hood. Berdasarkan cerita, ia dan kelompoknya tinggal di hutan Sheerwood untuk membangun perlawanan terhadap pemerintah Nottingham yang tiran. Dalam perlawanannya, Robin Hood sering melakukan aksi perampokan terhadap para orang kaya dan kemudian membagikan hasil jarahannya tersebut kepada rakyat miskin. Kondisi orang kaya pada saat itu adalah penindas rakyat kecil, sehingga ada dua pendapat yang menjadi respon terhadap Robin Hood. Menurut pemerintah ia adalah penjahat, sedangkan menurut rakyat kecil ia adalah seorang pahlawan.

Perdebatan mengenai pemberian ‘gelar’ kepada Robin Hood ini telah berjalan lama. Mulai dari diskusi warung kopi hingga perdebatan para ahli hukum. Karena secara realita, cerita ini tidak hanya menjadi sebuah legenda heroik yang manis namun memiliki implikasi juga terhadap penginterpretasiannya. Akhirnya pada saat ini ditemukan banyak kasus yang memiliki motif hampir sama dengan Robin Hood, ‘mencuri untuk kesejahteraan rakyat kecil’. Read the rest of this entry »

Bulan Ramadhan dapat menjadi momentum yang tepat untuk menakar kembali kebijakan hati. Penakaran ini begitu penting untuk mengetahui sejauh apakah kita sebagai individu dapat mencerna kebijaksanaan yang telah Allah ajarkan lewat alam. Bahkan sangat penting bagi para pemimpin untuk menimbang kembali nilai kebijaksanaan yang melekat pada dirinya – yang juga dapat berarti kebijaksanaan bangsa karena seorang pemimpin bangsa merupakan representasi daripada rakyatnya – sehingga menyadari kelebihan dan kekurangan dari kebijakan yang telah dikeluarkannya secara lebih transparan.

Di tengah hiruk pikuk politik serta ekonomi yang sejak lama belum pernah terbenahi dengan tuntas kita banyak melupakan alam kehidupan. Indonesia yang dahulu terkenal sebagai zamrud khatulistiwa, kini menyisakan banyak kisah menyedihkan tentang rusaknya alam. Kerusakan ini baik yang merupakan kejadian alami, – seperti gempa bumi dan tsunami – hingga yang merupakan kecerobohan manusia – seperti banjir, kebakaran hutan, penumpukan sampah, dan menyemburnya aliran lumpur panas dari dalam perut bumi. Keindahan sejarah dahulu sekarang telah menjadi realita yang menyakitkan. Read the rest of this entry »

*MALAIKAT KECILKU, AJARKAN AKU TENTANG KASIH *

Istriku berkata kepada aku yang sedang membaca koran, “Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan?”
Aku menaruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya. Namanya Sindu. Ia tampak ketakutan. Air matanya banjir. Di depannya ada mangkuk berisi nasi susu asam/yogurt, nasi khas India //curd rice/. Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan /curd rice/ ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan /curd rice /ada “/cooling effect/”.
Aku mengambil mangkok dan berkata, “Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok /curd rice/ ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah”. Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku.
Tangis Sindu mereda. Ia menghapus air mata dengan tangannya, dan berkata. “Boleh ayah, akan saya makan /curd rice/ ini. Tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta …. ” Agak ragu-ragu sejenak ia berhenti. Lalu, ” … akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?” Read the rest of this entry »

Aku yang bertubuh lelah

Berusaha bahagia dengan perih

Dalam tiap liku pikirku

Hanya ingin kusaksikan senyum kalian

Yang merekah dan berbunga

Read the rest of this entry »

Hidup ini akan terus meraih lingkar, semuanya akan beradu mencoba untuk harmonis. Terlebih…bila kita renungi aliran sungai, terkuaklah rahasia yang akan membunuh penat. Karena seharusnya kita terus mengalir menuju tujuan kita, atau diam dan membusuk. Ada siang ada malam, ada tawa ada tangis, semua ber-refleksi…sekali lagi mencoba merangkai harmoni untuk bekali akal ini dengan indahnya harapan yang merobek batasan duniawi. Bercitalah jauh hingga kau tidak akan temukan kebuntuan dalam merepih asa.
Sobat…ketahuilah bahwa hidup ini indah, sehingga tak ada tawaran untuk mati sia-sia. Dalam rintihan sakit terdapat sebuah makna yang memang kedudukannya terbilang jauh, tak bisa akal ini meraihnya telak, terkecuali nurani berbicara lantang membuat nafsu di akal membisu. Mengeluh dan meronta-ronta dalam susah, hanya semakin membentuk formasi tawa syetan yang membunuh nurani.
Hari-hari akan semakin ramai, namun sediakan pikirmu untuk sekedar memperbaiki jalur yang telah sedikit atau banyak melengkung, atau bisa jadi patah. Tatalah jalur itu, yaitu jalur menuju satu titik yang menjadi alasan adanya tawa kita, tangis, peluh, keluh, sayang, benci, penat, serta rasa-rasa lain yang dengan berbagai persepsi mau tak mau kita kunyah. Read the rest of this entry »

Subuh yang dingin pada hari ini menjadi hangat. Alhamdulillah, setelah lama tidak berjumpa akhirnya gw mendengarkan lagi tausiyah-tausiyah yang menenangkan dari Ustad Taufiq, pengisi tetap program asrama Kajian Islam Pekanan. Pertemuan sekarang cukup spesial karena sudah sebulan gw gak bisa ikutan program ini. Soalnya waktu bulan puasa programnya dirubah jadi tiap selasa sore, dan itu bentrok dengan kuliah gw. Apalagi jarak kampus ke asrama kan butuh waktu tempuh 1,5 jam.

Seperti biasa, program dimulai dengan tilawah setengah halaman per orang. Setelah semua orang (9 orang) sudah selesai tilawah, Ustad angkat bicara. Pembukaannya dimulai dengan kata2 syukur. Bersamaan dengan itu…tiba-tiba mata gw gak bisa diajak kompromi dan mulai mengalirkan air mata. Yang gw rasa dan inget, air mata itu mengalir bersamaan dengan ingatan gw tentang ukhuwah. Ukhuwah yang sudah lama terasa kering, benar2 memberikan celah yang begitu merongga di dalam jiwa gw. Ukhuwah yang dulu membuat gw ingin berjuang membumikan Islam di sekitar gw, sekarang hampir hanya jadi syair nasyid aja. Gw ngerasa sendiri, teralienasi! Dengan segala amanah yang gw tanggung di kampus. Ketua BEM….Yang gw rasa…pundak gw bener2 pegal sekarang, bahkan membuat gw selalu terbungkuk… Read the rest of this entry »

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
November 2007
S M T W T F S
    Dec »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 101,385 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara