Aku yang berdiri agak rapuh di sini, mencoba mendekonstruksi segala makna tentang keberadaanku di tempat ini. Apa yang disaksikan oleh semua alat inderaku menyentuh titik kritis kemanusiaan yang segera mengejawantahkan romantisme altruistik, melahirkan lika-liku pengidentifikasian masalah, serta menyenandungkan nada-nada getir tentang ketidakadilan peradaban ini.
Aku mencoba merangkai satu demi satu rasionalisasi dari kebodohan diri untuk sekedar menatap secara positif keterlambatanku di sini. Aku bersegera memutar balik waktu untuk waspada pada ingkarnya niat diri.
Luruskan Niat…Hapus Tangis Mereka!!!
Desa Melikan, Klaten, 10 Juli 2006