petalokasi.jpg Hari ini temen gw, Rozar, menikah..he..he..Iya salah satu momentum yang gak tau kenapa gw jadi ikutan lega. Dia pernah bilang ma keluarganya kalo dia bakal lajang atau gak nikah sama sekali. Bisa nambah dah orang idealis dari psikologi yang memutuskan lajang seumur hidup, setelah sebelumnya ada dua dosen cowok idealis yang punya keputusan kayak gitu. Tapi emang kelegaan gw beralasan, Rozar yang dulu karakternya keras sekarang jadi lebih lembut…sampe rada geli gw waktu dia bicara dengan lembut ke gw. Istrinya memang terlihat lembut dan cocok untuk ngimbangin Rozar. Dan gw pun ngeliat gesture dan mimik bapaknya Rozar juga sumringah…Akhirnya…temen gw menemukan pawang, dasar uler kadut…

Perjalanan gw Bandung – Sukabumi, Sukabumi – Bandung menyisakan sebuah tanya tentang kenapa dua dosen gw memutuskan untuk lajang yah. Jadi arti menikah atau cinta bagi mereka apa? Iseng banget sich…cuma ini jadi terpikirkan karena memang godaan yang harus dilewati seorang idealis (untuk yang cowok) itu harta, tahta, dan wanita…Mungkinkah mereka yang memutuskan lajang merasa kawatir jika saja idealisme mereka terlunturkan karena menikah?Bermanja2 dengan istri dan anak2??Harus sering memikirkan uang untuk kesejahteraan keluarga??

Yang gw tau jelas, dua dosen gw itu mang sudah menghayati perannya sebagai psikolog, bahwa mereka hidup untuk mensejahterakan orang lain, secara psikis. Tapi, ada kaitannya memutuskan untuk melajang dengan kekawatiran lunturnya idealisme? Oh..atau bisa jadi mereka belum menemukan pasangan yang dianggapnya cocok untuk berkolaborasi menjalani hari-harinya dengan idealisme yang sama dan saling menjaga?(Atau ini hanya proyeksi dari gw aja?). Tapi, gw coba hargai apa yang diputuskan mereka adalah hasil pilihan sadar mereka, dan semua pilihan ada konsekuensinya. Termasuk bagi Rozar yang sudah menikah.

So…idealisme bisa dilunturkan oleh harta, tahta, wanita? Yang pasti, dan yang gw tahu biasanya waktu yang bisa menjawab. Semoga waktu bersahabat dengan perjalanan hidup gw dan orang-orang idealis yang gw sayang.