You are currently browsing the monthly archive for May 2008.

Ini beberapan tren yang terkait dengan dunia psikologi menurut futurolog. Pada dasarnyaa banyak sekali yang terkai dengan psikologi, namun ini adalah hal-hal unik dibuku yang sedang kubaca…
1. Cybernetic health enhancement of humans (one of ten extreme innovations that will rock your world in 2025
2. Education and learning. The creation of immediate, portable, transferable, on-demand knowledge sources on a scale equivalent to the Library of Congress. (one of the top ten industries of innovation economy:who will benefit most)
3. The internet will develop a type of “personal awareness” of itself.
(one of top future internet trends:2020)
4. Memory and personality biorestoration. (one of the top biotech futures:2020)
5. Stem-cell therapy for restoring memory, brain-machine implants into the cerebral cortex toactivate mobility after paralysis, neural engineering to rewire the brain to combat mental illness and depression.(a parts of the top meurotech futures:2020)
6. Robotics Psychoterapists (on of the top jobs by 2025)
7. Cognitive brain-science breakthroughs will protect the aging mind, refreshing vital memories, improving physical agility, and promoting human performance enhancement. (on of the top ten longevity trends)

(Disarikan dari buku The Extreme Future, James Canton, seorang futurolog dari Institute for Global Future)

Belum semua yang kubaca…tapi 7 poin di atas memberikan dua pertanyaan besar…

Apakah perkembangan dunia teknologi mampu mengimbangi perkembangan pemikiran tentang manusia?

Tren kajian psikologi telah menjamah dunia spiritual yang begitu sulit dikaji dengan akal manusia. Bagaimana teknologi bisa menjamahnya?

Advertisements

Ketakwaan didefinisikan sebagai mengerjakan apa yang diperintah oleh Allah dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Jika dikaji dengan keilmuan, definisi di atas merupakan definisi konseptual. Jika dibuat definisi operasionalnya, salah satu yang dapat mencerminkan ketakwaan adalah amal yang dilakukan, selain dari niat yang malaikat saja tidak tahu…..

Sejak aku kenal dengan mutabaah amal harian timbul ide untuk membuat sebuah evaluasi yang terkuantifikasi. Ide ini berlandaskan sebuah ayat “Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, pasti dia akan melihat balasannya pula” (QS Az-Zalzalah: 7-8). Di samping itu, salah seorang sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab ra. pernah memberikan wejangan kepada umat Islam agar sering muhasabah..”“Hasibuu qobla antuhaasabuu.” Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah SWT.“Hasibuu qobla antuhaasabuu.” Hisablah dirimu sebelum dihisab oleh Allah SWT. Read the rest of this entry »

Reformation era which happened in 1998 give change effect that made autonomy territory policy. This process caused significant chance especially for development interconnection, took decision in planning actuating and monitoring of development. In other hand, Prof. Gunandjar Kartasasmita tell that autonomy territory practice still face problem like lack of creativity and critical and rational people participation.

Reaching people development goals for achieve more empowered, active participation, and full of creativity in 2002 government committed to broad Indonesia become free poverty country in 2015. Otherwise UNDP notes that in the last decade Indonesian people quality getting worse.

Because of that condition it need approach people development with Community Development (CD). CD is “…the process of developing a broad network of interaction in order to increase community capacity, support sustainable development and improve the rural quality of life (USDA, 2001).”

Approach in developing people can be see from deficit based and strength bsed paradigm. Growth in strength based paradigm born new method that called by Appreciative Inquiry Read the rest of this entry »

Sudah terlalu banyak prediksi mengenai dampak kenaikan BBM. Bagi pro-pemerintah kebijakan tentang BBM ini akan menurunkan angka kemiskinan karena kenaikan BBM juga diikuti oleh pemberian uang cuma-cuma kepada warga miskin yang terdaftar dalam judul “BLT”. Argumentasi yang bertentangan juga lebih banyak, bahkan lontaran tajam pun telak diarahkan kepada pemerintah yang dinilai melakukan “pembohongan publik”.

Pendapatku?

Tentu saja menetang perhitungan dari pemerintah! Bagaimana tidak, perhitungan pemerintah mengenai angka kemiskinan sangat linear. Jika ditandingkan dengan argumen Kwik Kian Gie, bahkan lebih nyata jika logika yang digunakan pemerintah memiliki kelemahan fatal. Analisa yang diperhitungkan dan dipublikasinya terlalu menggunakan logika ekonomis dan minus secara sosial dan kemanusiaan. Satu hal yang saya sayangkan lagi adalah mengenai kelebihan dana yang diterima pemerintah menurut Wapres Yusuf Kalla akan hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Padahal perkembangan Indonesia saat ini adalah bagaimana membangun SDM yang berkualitas….

Dalam kebijakan BLT, bisa diterima jika itu adalah metode sementara dan perlu program pengentasan kemiskinan yang berkesinambungan jika pemerintah benar-benar serius menjalankan amanahnya. Hal ini dikarenakan BLT hanya akan menjadi “makanan” yang akan langsung habis tak terbaharui. Pemerintah harusnya dengan pendekatan humanis membangun basis-basis pengembangan komunitas miskin agar mereka mampu mandiri. Jika SBY terus menerus mengingatkan rakyatnya untuk mandiri, maka seharusnya pembangunan komunitas miskin yang berkesinambungan harus memiliki konsep yang dapat meningkatkan keberdayaan komunitas.

Salah satu konsep pembangunan komunitas agar lebih berdaya adalah Community Development Read the rest of this entry »

Dalam bukunya yang berjudul The Extreme Future, James Canton, seorang futurolog dari Institute for Global Future memaparkan ada lima faktor yang akan menegaskan warna dunia kita ke depan, yaitu: speed, complexity, risk, change, dan surprise. Dalam kesimpulanku masa depan merupakan dunia yang sulit diterka, penuh dengan resiko, dan menuntut flexibilitas yang tinggi. Jadi, secara hakikinya tuntutan terhadap seorang manusia menjadi lebih berlipat-lipat bebannya pada masa depan.

Canton yang memiliki perspektif sangat globalisasi ini memberikan banyak prediksi mengenai pekerjaan-pekerjaan yang terpopuler di masa depan. Dari sekian banyak ada satu pekerjaan menarik yang mulai membuatku membuat analisa-analisa bebas, “pujangga”. Menurut Canton “pujangga” akan menjadi salah satu dari top jobs pada tahun 2030 nanti. Dalam analisaku tuntutan dan beban masa depan yang dialami manusia tetap harus menemukan “obat”. Keterombang-ambingan manusia di masa depan memerlukan fasilitas untuk memaknai keterombang-ambingannya. Puisi dapat menjadi salah satu fasilitas untuk pengayaan makna hidup.

Entah gaya puisi seperti apa yang menjadi tren di tahun 2030, tapi ini harus menjadi pemacu bagi para pujangga untuk membangun integritas, mempertajamkan sensitivitas atas keharmonisan sehingga benar-benar menjadi solusi bagi manusia masa depan. Jika boleh punya usul, puisi ke depan perlu bernada segar dan membangun optimisme hidup dalam membangun diri dan masyarakat. Puisi ke depan harus mengungkap kedalaman hikmah, meski fenomena yang dihayati begitu memuakkan….Ya…”Gerakan Pujangga Altruis”. Ayo bangkit para pujangga!!! Lawan pendangkalan makna!!!

Akhirnya sampai juga pada sebuah akhir yang menemukan awal. Akhir bagi kepemimpinan di Fapsi melahirkan awal bagi aktivitas baru. Belajar dewasa memang asyik, perlu humor untuk melewatinya dengan bahagia, perlu senyum untuk mendapat pemandangan indah. Setahun di BEM Fapsi, semakin aku mencintai umatku, semakin aku menancapkan keyakinanku, bahwa tiada kata berujung bagi perjuangan, kecuali hembusan nafas terakhir dalam pelantikan syahid Allah swt. Semoga pertanggungjawabanku di Musyawarah Mahasiswa Fapsi yang berhasil diterima BPM bisa juga diterima Allah. Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Melihat, sempurnakanlah amal kami dan maafkanlah segala kesalahan kami.

Alhamdulillah dengan berbagai dinamika yang dialami, karya BEM Fapsi 78 berhasil menembus IPK (Indeks Prestasi Kinerja) 3,04. Rupanya kami berhasil berkarya lebih baik dibanding BEM tahun lalu yang ber-IPK 2,8. Memang penilaian ini tidak mutlak menunjukkan kualitas organisasi, tapi saya bahagia melihat teman-teman BEM yang juga bahagia melihat penilaian terhadap kinerja kami seperti itu. Kebahagiaanku bertambah lagi menyaksikan beberapa pengurus BEM dan panitia-panitia kegiatan yang bertambah dewasa dengan pemikiran ala anak muda yang rela berkorban dan berkarya demi Fapsi yang lebih baik. Mereka akhirnya menyatakan mau meneruskan perjuangan BEM lewat kepengurusan Desta yang kuyakin akan jauh lebih berprestasi dari tahun ini. Untuk segenap rekan BEM 78 terima kasih telah menjadi cermin kehidupan bagi pembelajaran dewasaku. Untuk BEM 89…Care in Harmony adalah perjuangan tanpa henti, jangan ada kata menyerah untuk dahsyatnya kesinergisan membangun Fapsi….

Jadi ingat masa-masa getir dimana semangat dan keyakinan ini begitu diuji oleh serangkaian kepahitan di tengah kepengurusan. Dan ternyata memang, penelusuran jauh lagi kebelakang juga penuh dengan dinamika berubahnya sedih-bahagia, kecewa-bangga, kalah-menang. Semoga kesadaran ini selalu mengendap di hari-hari berikutnya, dimana tantangan pasti jauh lebih berat menguji kejernihan iman dalam menelusuri fatamorgana ujian ke depan.

Amanah baru, kini sebagai “pembantu umum” yang harus jeli melihat situasi untuk membantu sang Presiden, Gena Bijaksana. Suasana kerja juga baru, kini banyak bertemu dengan aktivis-aktivis seidealisme, “Berkarya untuk Rakyat”. Gaya juga banyak yang sama, sering ngelawak gak jelas, tapi jadi serius pada waktunya…Meski 3 hari ini tuntutan berkarya langsung pada objek memperjuangkan aspirasi rakyat dengan berdemo. Namun kali ini ukhuwah begitu menancap dan mampu membuang keluh kesah jauh…Memang benar, Islam tak sempurna jika tidak terbangun ukhuwah sebagai buah iman. Dimana diri ini tidak lebih dicintai daripada saudara seiman.

Ya Allah, jagalah semua saudaraku agar selalu mencintai-Mu dan dirindukan oleh syurga….

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
May 2008
S M T W T F S
« Jan   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 101,385 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara