You are currently browsing the monthly archive for June 2008.

Seminggu ini lagi sering main bulutangkis, ada fasilitas bagus ternyata di kampus, punya Fikom. Fikom termasuk fakultas yang paling lengkap sarana olahraganya. Di sana ada lapangan futsal, lapangan basket, lapangan bulutangkis indoor, ada wall climbing pula…Bisa rutin olahraga dah kalau punya fasilitas kayak gini…seandainya di Psikologi ada fasilitas olahraga…Enak tenan !!! Soalnya kalau tidak punya, sulit banget, untuk latihan bulutangkis di Bandung saja harus mengeluarkan uang 15 ribu per jam, untuk futsal berkisar antara 70 ribu samapai 120 ribu.

Iyak…kembali ke bulutangkis….

Bulutangkis tuh hobiku semenjak kecil yang terputus pada saat SMA dan mulai kurutinkan lagi sejak beberapa minggu yang lalu. Bahkan saat kecil aku pernah bercita-cita mendapatkan medali emas di Olympiade…he…he…Lingkungan rumahku di Bekasi memang sangat memungkinkan untuk membuat anak-anak di sana suka berolahraga. Fasilitas olahraganya cukup banyak…gratis….beda sama di Bandung…bayar semua!! Capek deh…Nah, biasanya bulutangkis Read the rest of this entry »

Aku inget pernah posting ini di tarbiyahdaily.com. semoga bermanfaat..
Secara psikis, marah merupakan sebuah keadaan emosi yang memiliki kecenderungan untuk diteruskan secara agresif. Maka keinginan untuk menghancurkan seseorang maupun diri sendiri secara agresif menjadi dorongan alamiah yang dirasakan. Serupa tapi tak sama dengan keadaan stress, marah juga dipicu oleh sebuah stressor atau stimulus yang menekan diri kita. Secara faali, keadaan marah merupakan suatu keadaan yang meransang hipothalamus untuk bereaksi dengan cepat sehingga mempengaruhi aliran darah, pernafasan, hingga terganggunya aliran listrik di otak yang seharusnya menuju ke frontal (otak rasional) lebih dialihkan ke limbic system (otak emosional). Sehingga pada saat marah kita cenderung tidak dapat berpikir secara rasional atau adil. Cenderung menyalahkan orang lain meskipun dalam ketidaksadaran terdapat secercah kekesalan atau kesedihan pada diri sendiri. Maka dari itu Rasul menyarankan untuk mengubah posisi ketika marah agar aliran darah maupun aliran listrik di otak dapat menjadi terkendali. Jika tarafnya masih besar dan sulit dikendalikan Rasul menyarankan untuk berwudhu. Berwudhu inilah yang dapat mengendurkan aktivitas hipothalamus yang berlebihan. Karena air memiliki efek relaksasi dan theurapetic, ditambah anggota wudhu yang ternyata memiliki titik-titik penyembuhan dan penyegaran sesuai dengan ilmu akupuntur dari Cina. Cara lain yang juga jitu adalah melatih olah nafas, sehingga pada saat marah aliran nafas yang stabil dapat dengan mudah mengendalikan aktivitas hipothalamus. Dengan pengolahan nafas yang sudah terbiasa dan mahir, maka kita dapat menjadi orang yang tenang menghadapi stimulus yang mengesalkan dan memancing kemarahan. Kurang lebih mohon maaf. Semoga bermanfaat.

cover buku Selamatkan Indonesia! Pagi ini ada acara bedah buku “Agenda Mendesak Bangsa : Selamatkan Indonesia!” di gedung rektorat Unpad. Sayang bukan BEM Unpad yang mengadakan. Panitianya adalah Ikatan Mahasiswa Program Pascasarjana Unpad. Sebelum acara dimulai, panitia menampilkan sebuah klip yang berisi tentang betapa menyedihkan dan ironisnya bangsa Indonesia. Sebenarnya sering aku melihat klip serupa seperti ini, namun pagi ini sepertinya semua inderaku lagi aktif dan terbuka….Sekonyong-konyong…ingatanku pada tangis anak-anak putus sekolah, rakyat yang banyak jadi pengemis, dan pohon yang tercerabut dari tanah kelahirannya membuat mataku berkaca…sejenak kutengadahkan kepala dan mengatur nafas agar tidak sampai menetes air mata ini…

Acara kemudian diteruskan dengan uraian Pak Amien Rais mengenai buku karyanya. Sejujurnya informasi yang diberikan pada awalnya kurang menstimulasi imajinasi intelektualku untuk menyusun sebuah solusi. Namun, dengan runtutan argumentasinya, Pak Amien berhasil menstimulasi rasa kebangsaanku. Begitulah tabiat tokoh besar, seperti tokoh-tokoh besar yag pernah mampir di asrama PPSDMS dan mewarnai tekadku, Pak Amien mampu membuatku teringat lagi dengan perenunganku yang menemukan kesimpulan bahwa kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawabku.

Secara umum, buku “Agenda Mendesak Bangsa : Selamatkan Indonesia” merupakan Read the rest of this entry »

Harus ada jeda untuk menjemput rindu pada alam…Suara alam terus bergemuruh memanggil dalam mimpi-mimpiku…Akankah waktu berpihak menjodohkan aku? Terutama pada anggunnya Rinjani? Ah….aku cukup lelah menunggu, tapi memang…pilihan memberi makna pada banyak orang lebih membahagiakan….meskipun, tetap saja hidung ini menanti untuk membaui bintang…

Rinduku….akankah bertuah?

Hijauku akankah kupeluk mesra?

Ini jelas bukan lara atau sendu…hanya harapan yang membius diri

karena telah terpikat sangat

pada Keindahan karya-Nya…

Wah, mantap…setelah lama tidak makan pempek, akhirnya kemarin nyobain pempek Pak Raden di Dipati Ukur. Pempek memang makanan favoritkuku dari kecil. Dulu inget banget, tiap ke rumah Mbah yang di Rawamangun, pertama kali yang di sasar adalah Pempek deket Tip-Top…Kesukaanku yang mendalam pada makanan khas Palembang ini ternyata punya akar sejarah yang mungkin berbau “magis”…he…he…he…

Pempek srluuuuphffff Kenapa “magis”??

Jadi, konon ketika mengandungku, Mamaku selalu merengek meminta Pempek ke Bapakku…Ngidam katanya…Kayaknya Pempek dan kuah cukanya itu sudah kurasakan sejak di alam perut Mama deh…(meureun…) Makanya sekarang jadi bener-bener ketagihan sama Pempek.

Selama hidup di Bandung ini ada dua jalan aku makan Pempek. Beli yang murah dan malak temen-temen yang asalnya dari Jambi atau Palembang. Kalo beli yang murah, biasanya di pengkolan Sekeloa atau di jalan Dago…Wuiiiih, biar seribu, tapi ma’nyos…Gimana lagi, udah suka sih…Kalau malak….biasanya yang kena palak tuh Dodo (Sekjenku di BEM Fapsi), sempet dulu Tata (Menteri PKM-ku di BEM Fapsi), Weldi juga pernah. Anak PPSDMS itu biasanya Adi yang suka bawa. Bahkan karena kuah cukanya masih banyak, dulu Adi berkreasi bikin Pempek sendiri…tapi pyur (bahasa Inggris:”Pure”) dari tepung aja, karena kuah cukanya enak, ya jadinya enak aja rasa Pempek tepungnya….

Nah, karena selama ini aku biasanya beli yang harganya seribu, sekali-kali mau nyobain di Pak Raden, itung-itung abis dapet honor jadi pembicara…he…he…he…Setelah pilih-pilih kubeli yang kapal selam, favoritku…ditemani dengan sirup markisa yang juga kesukaanku….Yang spesial dari acara makanan Pempek ini adalah….kuah cukanya bebas untuk diambil sepuas-puasnya…ha…ha…ha…Kesempatan emas ini tidak akan kusia-siakan, kutambahkan juga dengan kerupuk Palembang yang disediakan di setiap mejanya….Dari wadah kuah cuka yang penuh itu, kuhabiskan sepertiganya…rugi dah yang jualan. Abis, siapa suruh menyuguhkan kuah cuka satu wadah….

Akhirnya wisata kulinerku itu berakhir dan segera kupacu motor agar tidak ketinggalam Isya di Masjid…Tapi apa yang terjadi? Ketika solat, perut jadi melilit, ngilu, panas….waaaaahhhh…Dalam perjalanan pulang dari masjid ke asrama aku meringis sambil tersenyum-senyum sendiri mengingat kesempatan emas yang tak kulewatkan tadi…bukan makan Pempek pake kuah cuka, tapi makan kuah cuka pake Pempek….hu…hu…

Hikmah : Kerakusan bukan hanya terjadi karena ada niat dari pelakunya. Tapi kerakusan dapat terjadi karena ada kesempatan…Waspadalah…waspadalah…semua tukang Pempek….

Reformasi yang telah bergulir sejak tahun 1998 memberikan dampak yang luas pada perubahan sistem pemerintahan. Jika pada era Orde Baru kekuasaan sangat bersifat sentralistik, reformasi melahirkan sistem pembagian kekuasaan yang mulai terdistribusi antara pemerintahan pusat dengan pemerintahan daerah. Hal ini terwujud dalam Sistem Desentralisasi yang secara legal dilahirkan lewat Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian menyebabkan Perubahan Kedua UUD 1945 seperti tertuang pada Bab VI Pemerintahan Daerah pasal 18, 18A, dan 18B. Perubahan aturan negara seperti di atas menempatkan daerah menjadi aktor sentral dalam pengelolaan republic yaitu dalam prinsip otonomi dengan desentralisasinya.

Menurut Prof. Ginandjar Kartasasmita, Ketua DPD RI, “Perubahan aturan main mengenai pemerintahan daerah merupakan afirmasi-konstitusi, bahwa daerah menjadi pengambil kebijakan sentral dalam mengatur dan mengurus pemerintahannya sendiri menurut asas otonomi dan tugas pembantuan (medebewind) serta diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem NKRI.

Saat ini pelaksanaan otonomi daerah telah melahirkan perubahan yang cukup signifikan, terutama berhubungan antarpelaku pembangunan, pengambilan keputusan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pembangunan. Namun dalam prakteknya otonomi daerah masih menghadapi kendala yang harus segera dicarikan jalan keluarnya atau penanganannya secara sungguh-sungguh. Salah satu kendala yang dipaparkan oleh Ginandjar Kartasasmita adalah kurangnya kreativitas dan partisipasi masyarakat secara lebih kritis dan rasional. Di tengah era globalisasi yang serba cepat, masyarakat diharapkan Read the rest of this entry »

Ini hasil pembahasan dalam karya tulisku yang dipresentasikan dalam Mapres Fapsi kemarin-kemarin. Jadi maaf ya jika masih ada poin-poinnya…

Dalam memfasilitasi pemberdayaan masyarakat melalui konsep Community Develoment yang berpadu dengan metode Appreciative Inquiry, ada beberapa agenda yang merupakan langkah sistematis pengimplementasiannya.

4.2.1 Agenda Pertama : Perencanaan dan Persiapan

Perencanaan dan persiapan merupakan langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan dari proses empowerment yang menjadi ideologi dalam memberdayakan masyarakat ini. Perencanaan dan persiapan harus merupakan sebuah proses kolaboratif dari semua pihak yang terkait dalam menentukan implementasi program. Dalam agenda pertama ada beberapa langkah kerja yang harus dipenuhi sebuah dengan alur 5-D dalam Appreciative Inquiry.

4.2.1.1. Pengumpulan kekuatan kolaboratif

Sebagai langkah paling awal, pengumpulan kekuatan ini akan memberikan sebuah catatan tentang sejauh apa potensi yang dapat dihasilkan untuk memfasilitasi komunitas agar lebih berdaya. Kekuatan yang diperlukan dalam menjalankan proses ini terdiri atas:

Read the rest of this entry »

Fenomena yang berwarna menyambut pengumuman hari kelulusan menjadi marak di media. Bagi yang lulus, mereka merayakannya dengan suka cita, ada yang mencorat-coret seragam, ada yang kebut-kebutan, bahkan ada yang tawuran. Tak lepas juga ada sekolah yang memilih untuk mengadakan syukuran dengan hikmat dan penuh rasa berterima kasih kepada Allah SWT, dan juga ada yang mendermakan pakaian seragam SMA nya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Jadi ingat, dulu saat aku dan teman-teman lulus UAN, kami malah sibuk mendiskusikan dan membuat suatu rencana untuk memprotes hasil kelulusan UAN kami. Pasalnya nilai yang kami yakini akan begitu bagus (berdasarkan pembahasan soal bersama) malah keluar tidak sesuai harapan. Sontak, isu konversi yang sebelum hari pengumuman telah beredar membuat kami tidak rela menerimanya. Jika tadi menggunakan kata kami, maka untuk gerak selanjutnya aku memilih untuk tidak gusar dengan keputusan itu. Karena jawaban otakku pada saat itu lebih pada “gak apa-apa lah dikasih ke temen2 yang di daerah, mereka lebih kesulitan karena kualitas pendidikannya kalah dibandingkan SMA di kota.” Tapi terakhir, Read the rest of this entry »

Sahabat, izinkan aku mengakui bahwa aku mencintaimu

senyummu, perhatianmu, bahkan amarahmu

mengajariku arti tiap jenak waktu

dan kini menjadi warna yang menghiasi gerakku

“Semoga Allah mempertemukan hati kita

dan menuliskan persahabatan kita

dalam buku cerita para ahli firdaus”

Amin

Perjuangan ini bermula dari sebuah TEKAD

yang lahir menjelma menjadi sebuah KOMITMEN

Untuk mewujudkan UNPAD BERSINERGIS DALAM KERJA NYATA

menggulirkannya dalam deru PROFESIONALISME

GERAK kami bermula dari satu KEPEDULIAN

yang kian lama menjelma dalam KEBERSAMAAN

IDE, UCAP DAN SIKAP

menjelmakan DIRI menjadi bagian dari SOLUSI

yang menghidupkan kembali OPTIMISME

kami hadir di saat abad melahirkan ZAMAN EMASNYA !

kami BANGKIT untuk belajar menjadi ORANG BESAR !

karena kami ada untuk BANGKIT dan MEMBAWA KEBANGGAAN !

karena kami ada untuk BANGKIT dan siap memikul beban di PUNDAK

dan jujur pada dunia…

Kenalilah kami sebagai….

KABINET KEBANGKITAN

BEM KEMA UNPAD 2008-2009

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
June 2008
S M T W T F S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 101,099 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara