Aku inget pernah posting ini di tarbiyahdaily.com. semoga bermanfaat..
Secara psikis, marah merupakan sebuah keadaan emosi yang memiliki kecenderungan untuk diteruskan secara agresif. Maka keinginan untuk menghancurkan seseorang maupun diri sendiri secara agresif menjadi dorongan alamiah yang dirasakan. Serupa tapi tak sama dengan keadaan stress, marah juga dipicu oleh sebuah stressor atau stimulus yang menekan diri kita. Secara faali, keadaan marah merupakan suatu keadaan yang meransang hipothalamus untuk bereaksi dengan cepat sehingga mempengaruhi aliran darah, pernafasan, hingga terganggunya aliran listrik di otak yang seharusnya menuju ke frontal (otak rasional) lebih dialihkan ke limbic system (otak emosional). Sehingga pada saat marah kita cenderung tidak dapat berpikir secara rasional atau adil. Cenderung menyalahkan orang lain meskipun dalam ketidaksadaran terdapat secercah kekesalan atau kesedihan pada diri sendiri. Maka dari itu Rasul menyarankan untuk mengubah posisi ketika marah agar aliran darah maupun aliran listrik di otak dapat menjadi terkendali. Jika tarafnya masih besar dan sulit dikendalikan Rasul menyarankan untuk berwudhu. Berwudhu inilah yang dapat mengendurkan aktivitas hipothalamus yang berlebihan. Karena air memiliki efek relaksasi dan theurapetic, ditambah anggota wudhu yang ternyata memiliki titik-titik penyembuhan dan penyegaran sesuai dengan ilmu akupuntur dari Cina. Cara lain yang juga jitu adalah melatih olah nafas, sehingga pada saat marah aliran nafas yang stabil dapat dengan mudah mengendalikan aktivitas hipothalamus. Dengan pengolahan nafas yang sudah terbiasa dan mahir, maka kita dapat menjadi orang yang tenang menghadapi stimulus yang mengesalkan dan memancing kemarahan. Kurang lebih mohon maaf. Semoga bermanfaat.