Waktu seringkali bertopeng

Luang dan sempit datang tak terduga

Menuntun akal untuk bercengkerama

Membentuk sebuah konstruksi makna Tentang hidup, bahkan tentang mati

Aku memilih untuk terus melayani

Arah tuntunan hati nurani

Ketimbang menyerah pada kemarahan

Atas permainan sang waktu

Hingga hati dan akalku menyatu

Dan mengajariku tentang kesabaran

Yang dapat menyingkap topeng waktu

Hikmah memang terlalu dalam Bagi orang yang berkerak hati

Dan mencumbui harinya dengan dangkal

Hari ini telak kuterima darimu wahai sang waktu

Untuk lebih bijak menyemangati diri dan orang-orang yang kucintai

18 Desember 2006