Salah satu dari fungsi-fungsi menolong yang paling umum adalah menyediakan keringanan dari penderitaan psikologis. Literatur pelayanan sosial mengandung banyak ide-ide praktis yang sesuai dengan tipe-tipe krisis dari situasi krisis dan kepercayaan tradisional telah memiliki perkataan yang banyak mengenai penderitaan manusia, harapan, dan krisis eksistensial. Setelah mensurvey sejumlah kecil literatur mengenai krisis dalam jangka waktu empat puluh tahun, kami menemukan sedikit informasi yang sistematis untuk helper pada umumnya. Selama dua dekade terakhir, menolong secara profesional telah menjadi sistematika mengenai intervensi krisis dan penelitian (Aguilera, 1998;Everly, Flannery, & Mitchell, 2000;Slaiken, 1990). Bab ini merangkum penemuan-penemuan dari hal tersebut mengenai krisis dan keterampilan untuk memberi dukungan selama masa kehilangan dan stres.

Secara umum, berhadapan dengan orang dalam masa krisis membutuhkan fleksibilitas dari respon, campur tangan yang sigap dan aktif dengan berbagai alternatif, dan menyusun tujuan-tujuan yang telah dibatasi untuk mendapatkan pribadi yang berfungsi. Walaupun terdapat beberapa kemampuan khusus yang sesuai untuk menyediakan kenyamanan dan pengaturan krisis, kedalaman diri dari helper itu sendiri adalah pertimbangan yang lebih penting. Nilai-nilai, berbagai pengalaman, dan beragam sifat kepribadian mereka memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan para helpee untuk menghadapi kondisi stres dan krisis. Jadi, helper tidak bisa tergantung hanya pada pengalaman personal mereka, tetapi harus melihatnya dari berbagai sumber yang tersedia—termasuk agama, filsafat, ilmu mengenai perilaku, dan profesi dari menolong—untuk nilai, ide dan kemampuan mereka. Para ilmuwan behavioral sendiri, walaupun mereka menghasilkan banyak konsep dan metode-metode untuk mengetes keefektifan helper, tidak bisa menawarkan sistem kepercayaan, nilai-nilai hidup, atau harapan untuk orang yang menderita.

Dalam bab ini akan dibahas (1) defnisi dan istilah yang digunakan dalam konteks kehilangan dan krisis; (2) mendeskripsikan berbagai strategi untuk menolong orang pada masa krisis; (3) mendeskripsikan kemampuan-kemampuan untuk memfasilitasi dukungan pada masa stres dan krisis; (4) daftar saran untuk bacaan berkaitan yang lebih jauh.

Kami merekomendasikan bahwa sebelum mempelajari berbagai strategi dan metode yang dikembangkan oleh helping specialists, Anda berhenti memikirkan berbagai kejadian dalam hidup Anda di mana Anda mengalami penderitaan dalam suatu masa transisi, dan mungkin suatu krisis dalam masa kehilangan, penyakit, atau ketika tidak bekerja.

Setelah membaca bab ini, Anda diharapkan akan kompeten untuk (1) mengidentifikasi kemampuan dan strategi-strategi yang berguna dalam situasi yang membutuhkan dukungan dan kenyamanan; (2) mengidentifikasi kemampuan memahami yang juga memiliki suatu fungsi yang mendukung; (3) menggunakan istilah untuk menjelaskan kehilangan, transisi, krisis, dan stres; (4) latihan menilai pada strategi-strategi yang digunakan dengan berbagai macam stresor dan situasi krisis. Derajat pokok dari keefektifan Anda akan diukur oleh kemampuan yang didalamii helpee untuk mengatasi krisis dan kemampuan yang didemontrasikan mereka untuk menerjemahkan krisis ke dalam kesempatan untuk tumbuh.

Pemahaman Mengenai Kondisi Manusia

Berbagai macam stesor dan krisis dapat dbagi menjadi tiga kategori: kehilangan berkaitan dengan faktor-faktor luar, internal distres terlepas dari penyebabnya, kondisi transisional yang menuntut respon-respon yang adaptif. Penyebab-penyebab dan akibat sulit untuk dipisahkan. Berikut ini adalah daftar dari kondisi ilustratif.

Kehilangan yang Hebat (Faktor Eksternal)


Kehilangan/kerugian

Kehilangan pekerjaan

Musibah

Operasi

Hukuman penjara

Ketidakmampuan (cacat)

Perang

Terorisme

Tindakan kriminal


 

Internal Distres


Kehilangan harapan

Putus asa

Depresi

Stres postraumatis

Reaksi obat-obatan

Dorongan bunuh diri


 

Kondisi-Kondisi Transisional


Ganti pekerjaan/pensiun

Relokasi

Anggota baru dalam keluarga

Konflik keluarga/perceraian

Tidak adanya anggota keluarga

Penyakit


 

Berbagai Transisi dalam Kehidupan

Perubahan dalam hidup dirasakan sebagai suatu kehilangan. Bahkan perubahan positif, seperti liburan, melibatkan berbagai macam kehilangan dari kebersamaan keluarga, orang-orang, dan kenyamanan. Perubahan-perubahan seperti itu terkadang distimulasi dan dicari untuk alasan ini. Meskipun demikian, suatu rasa kehilangan biasanya dialami sebagai suatu spektrum dari perasaan dari ketidakmudahan terhadap depresi dan ketidaktertolongan.

Kesadaran akan kehilangan mendorong orang kedalam proses kesedihan. Kesedihan membawa sebuah seri dari tahapan-tahapan yang dapat diprediksi secara umum, kehilangan nyata yang paling jelas tetapi dapat dilihat bahkan dalam transisi kehidupan biasa, seperti pindah atau pensiun.

Sebuah transisi adalah suatu jenis khusus dari perubahan, dikarakterisasikan terutama oleh sebuah ketidakberlanjutan atau keretakan dengan masa lalu.

Reaksi-reaksi tertentu pada masa transisi secara ringkas dapat dilihat sebagai berikut (reaksi-reaksi bukan merupakan suatu urutan yang kaku):

<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>tergoncang dan tidak terorganisasi;

<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>ekspresi dari penderitaan yang mendalam dan/atau kelegaan;

<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>mengalami penolakan dan meminimalisasikan kehilangan;

<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>kesedihan dan self-esteem yang rendah;

<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>mengambil pegangan terhadap suatu cara baru untuk hidup dan merelakan masa lalu;

<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>penerimaan final terhadap perubahan dan merencanakan masa depan;

<!–[if !supportLists]–>7. <!–[endif]–>merefleksikan pada pembelajaran dari pengalaman transisi.

 

Krisis-Krisis Dalam Keluarga

Keluarga, secara alamiah, selalu mengalami perubahan. Beberapa dari perubahan itu mendadak atau begitu signifikan. Dari suatu perspektif terapi keluarga, terdapat dua perubahan dalam keluarga, yaitu first order dan second order change. First order change adalah sesuatu yang baru yang terjadi dalam keluarga dan dapat menyebabkan sebuah penyusunan kembali yang ringan tentang cara pengoperasian keluarga. Second order change menyebabkan gangguan besar dan sebuah kebutuhan untuk mengevaluasi kembali sistem atuan dari keluarga.

Derajat dari menolong satu keluarga perlu dihubungkan dengan perubahan-perubahan ini yang beragam dari keluarga ke keluarga. Adalah penting untuk diketahui bahwa keluarga, seperti halnya individu, mendefiniskan tiap krisis dalam cara mereka sendiri dan memiliki pengaturan coping skills yang berbeda. Helper harus melihat pada persepsi keluarga terhadap permasalahan, tidak hanya bagaimana helper akan merasakan dalam situasi yang sama.