Waktu adalah faktor penting dalam kesuksesan intervensi. Semakin awal pertolongan diberikan setelah peristiwa krisis, maka begitu juga semakin positif juga hasil yang diperoleh. Ide dasar di balik pertolongan awal tidak hanya mengurangi bahaya terhadap dirinya sendiri tetapi juga mengambil manfaat dari motivasi seseorang untuk merubah atau berpegangan pada solusi konstruktif.

Langkah-Langkah Intervensi Krisis
Bantuan psikologi pertama membutuhkan empat langkah inervensi krisis. Pertama, helper harus menentukan kondisi yang terjadi pada seseorang dan sifat serta kehebatan dari krisis itu sendiri. Untuk memperoleh perspektif pada krisis yang tengah terjadi, helper mungkin butuh untuk mempelajari ke dalam kondisi secara cepat terlebih dahulu pada krisis.
Kedua, helper kemudian harus memutuskan tipe pertolongan yang paling dibutuhkan pada saat itu berdasarkan pada penilaian dari kemampuan coping dan sumber-sumber dari orang yang bersangkutan. Langkah ketiga adalah bertindak dalam cara yang menolong secara langsung. Salah satunya adalah helper membantu seseorang untuk mengungkapkan perasaan-perasaan yang dirasakan seperti ketakutan, rasa bersalah, atau kemarahan.
Ketika langkah-langkah tersebut bekerja, orang yang menghadapi krisis mulai memecahkan kondisi krisis dan meraih equlibrium baru. Di sini helper menguatkan kemampuan kemampuan adaptif dari orang tersebut yang telah dikerahkan untuk mengurangi ketegangan dan memformulasikan sebuah rencana untuk meraih tujuan baru.

Multiple Impact Support Strategy
Strategi ini melibatkan baik dukungan usaha intensif dan ekstensif yang biasanya dikombinasikan dengan sebuah program perubahan perilaku aktif. Strategi ini dapat diterapkan kepada keluarga yang menghadapi krisis, orang dewasa tanpa melibatkan keluarga, atau korban dari musibah. Salah satu contoh dari multiple impact strategy dalam tindakan adalah dukungan diberikan kepada korban segera setelah peristiwa traumatis. Korban diberikan kesempatan untuk menggambarkan peristiwa dan sisa-sisa perasaan yang dialami yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Di sini helpee membutuhkan sebuah pemahaman dari helper.
Satu kunci dari fungsi menolong dengan cara ini adalah membantu orang untuk mengembangkan kekuatan psikologis dan kemampuan coping yang kuat, supaya dapat menghadapi masa depan yang tidak pasti dan untuk mengurangi perasaan akan kerapuhan.

Membangun dan Meningkatkan Harapan
Kemampuan menolong untuk membangun harapan termasuk validasi dari kekuatan personal helpee. Helpee juga mungkin butuh dorongan untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dan menjaga keyakinan dalam kepastian harapan. Ketika harapan lebih berdasarkan pada kekuatan dalam, khususnya kemampuan kognitif, sebuah keyakinan dari dorongan luar individu itu sendiri juga membantu. Helper dapat mendorong orang mengekspresikan hilangnya harapan dan keputusasaan untuk menarik sumber-sumber ini sebagai langkah pertama dalam membangun kepercayaan.
Langkah kedua adalah menilai kekuatan motivasi dari seseorang untuk bekerja ke arah tujuan baru. Langkah ketiga adalah mendorong helpee untuk menyusun tujuan baru. Tujuan ini harus spesifk dan dapat dicapai. Pada akhirnya, sebuah pendekatan efektif untuk mengembangkan harapan melibatkan sebuah motivasi yang utuh untuk bertindak. Pendekatan motivasional untuk membangun harapan harus termasuk kemampuan tambahan dalam mengidentifikasi dan menghilangkan pemikiran negatif dan memindahkan penghalang.
Setelah helper memiliki kepekaan yang lebih baik terhadap kekuatan-kekuatan helpee dan bagaimana ia berespon terhadap krisis, helper dapat melanjutkan pada strategi umum, seperti (1) ekspresi dari perasaan; (2) integrasi kognitif; (3) pengerahan sumber-sumber; (4) tindakan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk helpee memulai pemfungsian secara minimal, jadi kecenderungan kekacauan mereka dapat ditahan dan kekuatan-kekuatan mereka dikerahkan.
Ketika helpee beralih dari perasaan putus asa dan perilaku pasif, mereka dapat menjelaskan keadaan kehilangan keyakinan atau terputusnya hubungan-hubungan dalam rantai rasionalisasi mereka. Strategi penolongan utama pada tahap ini adalah melanjutkan dukungan pemahaman. Para helpee membutuhkan banyak dukungan berupa pemahaman pada tahap ini. Mereka membutuhkan dorongan akan usaha untuk membangun kembali ekuilibrium dan kekuatan adaptif sebagaimana ia harus bertindak sebertanggung jawab mungkin dalam situasi krisis.

Strategi Pembaruan dan Pertumbuhan
Strategi pembaruan dan pertumbuhan ditujukan terutama pada saat mengidentifikasi kekuatan pada orang, menolong mereka untuk sadar akan kekuatan ini, dan kemudian menolong mereka untuk mengembangkan sebuah rencana untuk membebaskan potensi-potensi pertumbuhan ini. Strategi ini membutuhkan keterampilan dalam analisis kekuatan dan kompetensi untuk memfasilitasi kesadaran.
Banyak kerja dari pembaruan ini diselesaikan dalam ratusan tempat tinggal yang merupakan pusat pemulihan dan institusi-institusi hanya di Amerika sendiri. Pusat-pusat ini tidak berhubungan dengan struktur pendidikan formal dan mereka beroperasi dalam sebuah cara yang hampir tidak terstruktur tanpa kursus, tingkat pendidikan, atau penghargaan tertentu. Banyak penggunaan dibuat oleh kelompok pertemuan, kesadaran sensoris, integrasi gestalt, latihan komunikasi, meditasi, dan seni kreatif. Sebuah penyusunan “pengasingan” (retreat) memfasilitasi konsentrasi pada pengembangan kemampuan baru dan mengalami pemisahan dari realitas dan tekanan hidup sehari-hari. Sebuah pendekatan laboratorium mebuat orang mencoba pengalaman baru dalam suasana yang dilindungi dari pusat pertumbuhan komunitas tanpa akibat inheren dalam kondisi kehidupan nyata. Umpan balik di bawah kondisi-kondisi dari kepercayaan dan keamanan adalah sebuah kontribusi yang tidak ternilai terhadap pertumbuhan seseorang. Partisipan tujuan pertumbuhan mereka sendiri san menggunakan sumber-sumber dari pusat tersebut untuk mencapainya. Kelompok pembaruan, misalnya, menawarkan kesempatan untuk merefleksikan pada nilai-nilai dan tujuan sebaik mencari gaya hidup alternatif dan menemukan potensi yang tersembunyi.
Untuk helpee yang mengalami suatu krisis dan berada pada tahap pembangunan kembali, penyerahan dari pada suatu kelompok pembaruan menguatkan harapan dan kekuatan dan memfasilitasi komitmen untuk bertindak. Helpee mengalami kehangatan dan dukungan yang datang dari mempercayai orang lain pada perjalanan pertumbuhan personal. Satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah bahwa pergerakan ini telah menarik banyak opotunis yang memiliki kualifikasi yang miskin seperti pengalaman pendidikan. Untuk mencegah pelanggaran dan hasil yang merusak, ada beberapa cara untuk mengendalikannya. Dari helper itu sendiri, ia perlu terbiasa, lebih disukai dalam pengalaman pertolongan pertama, dengan kemungkinan-kemungkinan dan batasan dari gaya yang beragam pada kesempatan pembaruan.

Pusat Krisis (The Crisis Center)
Untuk helpee yang berhadapan dengan respon stres yang berkelanjutan yang diekspresikan dengan usaha bunuh diri, penyalahgunaan obat, atau pemerkosaan, pendekatan multipel dari tim helper seringkali dibutuhkan. Banyak komunitas besar sekarang memiliki semacam pusat-pusat yang didukung sokongan dana komunitas, yayasan swasta, atau dana masyarakat. Kebanyakan adalah usaha eksperimental untuk menemui komunitas krisis. Mereka biasanya mengkombinasikan sumber-sumber medis, psikologis, dan pekerjaan sosial dengan sekelompok helper dan sukarelawan.

The Halfway House
Sumber the halfway house memanfaatkan strategi untuk memfasilitasi transisi dari crisis center atau fasilitas perawatan ke dunia nyata. Seperti bangunan-bangunan yang biasanya dibuat dengan sedikit suasana rumah ditempatkan dengan penduduk yang menolong. Tujuannya adlaah untuk menyediakan atmosfer tempat tinggal yang semi-perlindungan di mana mekanisme coping dan kekuatan kepribadian dapat berkembang sebelum helpee menghadapi berbagai tuntutan dari dunia nyata.

Pusat Perawatan
Pusat-pusat perawatan beragam dari kontrol lingkungan total dari rumah sakit konvensional, day-care center, dan komunitas klinik kesehatan mental sampai pusat tempat tinggal yang bersuasana seperti rumah.

Therapeutic Counseling Strategy
Banyak dari proses menolong pada orang-orang di bawah kondisi stres atau dalam krisis mengambil tempat pada bentuk wawancara satu lawan satu, atau umumnya dinamakan konseling. Strategi umum dalam konseling adalah untuk membuka wawancara secara sisematis dengan klarifikasi dari alasan-alasan kedatangan helpee, membangun tujuan bersama dan tanggung jawab, lalu melaksanakan sebuah rencana dari tindakan untuk mencapai tujuan helpee dan berakhir pada hubungan. Proses-proses konseling beragam berdasarkan asumsi-asumsi dari konselor mengenai bagaimana perilaku itu berubah dan bagaimana masalah personal dipecahkan.

Consoling Strategy
Consoling strategy adalah pendekatan ministerial tradisional untuk kenyamanan dan manajemen krisis dan terlibat lebih banyak daripada konseling therapeutic. Bagi orang-orang yang dekat dengan ritual keagamaan, tulis menulis, dan memercayai kehidupan setelah kematian, ini dapat menjadi sebuah strategi yang berkekuatan penuh, khususnya dalam masa kehilangan.
Bagian dari strategi ini adalah untuk membantu helpee “menerima apa yang tidak dapat diterima”, misalnya kecacatan. Elemen prinsip dalam aspek strategi ini memastikan bahwa caregiver memiliki informasi yang akurat mengenai sifat dari kecacatan atau keadaan seseorang. Elemen kedua adalah membangun sebuah sistem dukungan dengan caregiver lain yang memiliki permasalahan serupa. Elemen ketiga adalah menolong caregiver menjadi sadar akan pelayanan komunitas dan memberi nama bagi mereka yang mungkin memenuhi persyaratan. Pada akhirnya, helper dapat menyediakan sebuah hubungan berjalan yang sangat dibutuhkan untuk mendiskusikan perasaan-perasaan yang kuat yang berhubungan dengan penyediaan pelayanan.