Adalah sulit untuk berbicara mengenai kemampuan khusus untuk membuat kondisi nyaman. Seperti yang telah disampaikan lebih awal dalam bab ini, kenyamanan sangat berkaitan dengan kehangatan dan kualitas kepedulian personal yang dibawa oleh helper. Berikut ini adalah beberapa kemampuan yang dapat digunakan sebagai suplemen untuk menggambarkan apa yang telah disampaikan sebelumnya untuk menghasilkan kondisi nyaman dan untuk membuat potensi pertumbuhan berguna pada saat krisis.

Kemampuan Berkontak
Kontak nonfisikal dapat menentramkan helpee karena mereka menganggap helper bersama mereka. Di antara para helper, pertanyaan mengenai menyentuh helpee sangat kontroversial. Keputusan untuk menyentuh sebenarnya tergantung pada konteks dan struktur dari relasi menolong, begitu juga adat/kebiasaan lokal dan batasan yang legal.
Isu kontak harus diputuskan berdasarkan hal-hal berikut yang perlu diperhatikan:
1. Penilaian yang baik pada helper mengenai kebutuhan helpee.
2. Kesadaran para helper akan kebutuhan mereka sendiri dan etika.
3. Apa yang paling menolong bersamaan dengan pemikiran helper mengenai pertolongan.
4. Akibat apa yang helper akan ambil, memiliki pertimbangan dengan kepolisian, adat/kebiasaan lokal, etika profesional, dan usia, jenis kelamin, dan sikap dari helpee.

Kemampuan Penentraman
Penentraman adalah suatu metode secara verbal meyakinkan mengenai akibat-akibat dari segala tindakan atau perasaan mereka. Hal itu berlaku sebagai penghargaan sejak itu mengurangi reaksi-reaksi stres dan membangun kepercayaan diri. Penentraman mendorong harapan-harapan akan masa depan.
Satu kemampuan penentuan adalah mengekspresikan penerimaan dari pernyataan helpee, misalnya dengan mengatakan “Itu terdengar seperti ide yang bagus.” Kemampuan kedua adalah memprediksi hasil, misalnya dengan mengatakan “Anda telah memiliki penyesuaian yang keras untuk menghadapi kematian ayah Anda, dan in imungkin berlanjut pada ketidaknyamanan selama beberapa waktu, tetapi Anda akan dapat mengatasinya dengan baik.” Kemampuan ketiga adalah kepastian faktual. Memberitahu helpee bahwa masalah mereka memiliki solusi, bahwa orang-orang dengan kesulitan ini dapat berhasil, atau gejala-gejala yang menyebalkan hilang pada waktu yang hampir dapat diprediksi membuat mereka bertoleransi terhadap waktu distres mereka.
Beberapa batasan dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kemampuan ini adalah sebagai berikut: (1) ini dapat dengan mudah digunakan, jadi terdapat godaan untuk menggunakannya secara berlebihan; (2) mungkin dapat menyebabkan permusuhan pada helpee, yang mungkin merasa kondisi sebenarnya dari beberapa kondisi serius disembunyikan atau diminimalisir; (3) usaha-usaha penentraman yang dilakukan sering berupa simpati yang tidak jujur, yang mungkin akan membahayakan hubungan menolong; (4) ketergantungan sering didorong oleh penggunaan penentraman orang-orang membutuhkan takaran periodik, yang kemudian bertindak sebagai mekanisme untuk mencegah perubahan dalam perilaku mereka; (5) jika penentraman diinterpretasikan sebagai persetujuan, helpee mungkin merasa terperangkap dalam pemikiran dan tindakan mereka sekarang.

Kemampuan Membuat Rileks pada Helpee
Sejak reaksi-reaksi stres biasanya bersamaan dengan munculnya ketegangan pada fisik, salah satu bentuk yang paling terarah untuk membuat kenyamanan adalah bekerja dengan ketegangan otot, yaitu relaksasi.
Berikut ini adalah beberapa panduan dalam kemampuan membuat rileks:
1. Mempelajari metode-metode relaksasi secara verbal yang nyaman untuk Anda.
2. Mempelajari pentingnya berfokus pada pernafasan sebagai metode relaksasi yang cepat.
3. Menjadi familiar dengan beragam bentuk psikologis dari relaksasi dan meditasi.

Kelompok Kemampuan Pemusatan
Pemusatan adalah suatu proses mendapatkan hubungan dan kemudian berada dalam diri seseorang. Pemusatan menghasilkan kesadaran akan kedamaian, keharmonisan, kesatuan, dan kekuatan. Kelompok kemampuan in menunjukkan bagaimana helper yang berbeda menekankan kemampuan yang berbeda, tergantung pada pengalaman personal mereka dan asumsi-asumsi mengenai kepribadian manusia. Helper harus memandang orang-orang memiliki sebuah area dalam jiwa (psyche) mereka sebagai pengalaman pribadi, yang disebut “pusat”, atau inti dari keberadaan mereka.
Terdapat beragam gaya helper dalam pemusatan dan mengoreksi terhadap penekanan yang berlebihan pada satu modalitas keberadaan, seperti berpikir. Metode pemusatan seperti ini digunakan untuk menolong orang-orang yang merasa frustasi atau berperang dengan diri mereka. Kemampuan pemusatan berguna untuk peningkatan performansi dalam berbagai usaha yang keras.
Analisis kekuatan juga merupakan metode pemusatan, walaupun itu beroperasi lebih sebagai perlengkapan deskriptif untuk membangun kekuatan dan kepercayaan diri. Daftar kekuatan, dengan contoh spesifik, didapat dari survey yang dilakukan helpee terhadap pengalaman hidupnya.
Meninjau kembali pengalaman pertumbuhan adalah metode dengan meminta helpee memfokuskan pada pengalaman yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang telah memiliki sebuah akibat positif secara mendalam. Ini berpengaruh terhadap penguatan bayangan helpee terhadap diri mereka sebagai orang yang memiliki kemampuan dengan kekuatan untuk berhadapan dengan stres dan krisis.
Meninjau kembali pengalaman puncak memiliki sebuah efek yang mirip terhadap analisis dari pengalaman pertumbuhan di atas. Pengalaman puncak adalah pengalaman-pengalaman hidup, biasanya pendek dan tidak biasa, ketika seseorang sadar akan kesenangan yang amat sangat, keriangan, kegembiraan, dan pemenuhan. Mengingat kembali dan memfokuskan pada pengalaman seperti dapat memberikan kenyamanan dan kepuasan.

Mengembangkan Tindakan-Tindakan Alternatif
Salah satu karakteristik orang dalam krisis adalah menyempitnya persepsi—mereka meihat sangat sedikit solusi atau alternatif. Salah satu kluster kemampuan untuk menolong orang tersebut adalah mendorong mereka untuk mempertimbangkan berbagai alternatif dengan memperkirakan beberapa kemungkinan, sebaik menarik ide-ide dari helpee. Tujuan penolongan adalah memfasilitasi suatu persepsi realistis dari peristiwa krisis, menyediakan dukungan untuk mengurangi tegangan yang berhubungan dengan krisis atau konflik, mempertimbangkan semua alternatif coping dan kemudian membuat komitmen terhadap perilaku untuk mencapai ekuilibrium yang pantas, integrasi, dan pertumbuhan masa depan. Ide mengenai ekuilibrium dalam teori krisis disertai oleh Aguilera (1990) dan meluas dengan penelitian yang disebutkan oleh Slaiken (1990) yang menyatakan bahwa orang-orang mencari keseimbangan antara masalah mereka dan kemungkinan-kemungkinan solusi.

Referring Skills
Referral adalah pendekatan di maba helpee dapat memiliki sebuah awal yang baru. Berikut ini adalah metode-metode spesifik yang dapat membuat referral menjadi efektif.
1. Mengetahui sumber-sumber komunitas dari jenis-jenis pelayanan yang berbeda.
2. Menyelidiki kesiapan helpee untuk referral.
3. Menunjukkan dan jujur mengenai observasi Anda mengenai perilaku helpee yang mengarah pada referral yang telah Anda sarankan. Jujurlah juga pada keterbatasan Anda.
4. Sebaiknya mendiskusikan kemungkinan dari referral dengan agen referral masalah menjadi genting.
5. Menentukan apakah orang lain memiliki kontak dengan helpee, dan jika Anda memiliki perizinan dari helpee, berundinglah dengan mereka sebelum menetapkan langkah-langkah yang lebih jauh.
6. Jika helpee adalah seorang yang belum dewasa, adalah bijak untuk merekomendasikan pada orang tua atas rekomendasi Anda dan memperoleh persetujuan dan kerjasama mereka.
7. Jujurlah dalam menjelaskan pelayanan dari agen referral dengan menyebutkan kemungkinan-kemungkinan dan batasan-batasan dari agensi tersebut. Jangan terlalu percaya bahwa keajaiban dapat muncul dari sana.
8. Membiarkan helpee atau orang tua helpee membuat ketetapan mereka sendiri untuk pelayanan yang baru, walaupun pelayanan-pelayanan suportif seperti transportasi terkadang difasilitasi.
9. Tidak menyampaikan informasi kepada sumber referral lain tanpa izin dari helpee atau orang tua mereka dalam sebuah bentuk pembebasan tertanda.
10. Jika Anda memiliki hubungan menolong utama dengan helpee, adalah etis untuk berusaha meningkatkan hubungan sampai proses referral selesai dan hubungan yang baru dimulai.

Memperbarui atau Membangun Sistem Dukungan
Telah disebutkan lebih awal mengenai langkah-langkah dalam intervensi krisis adalah kebutuhan untuk memfasilitasi hubungan seseorang terhadap sistem dukungan. Seperti pada suatu sistem menyediakan dorongan, cinta, dan keamanan dengan segera pada orang-orang yang menderita kehilangan. Kemudian, sebuah sistem dukungan menyediakan pengecekan realitas pada harapan-harapan pada orang lain dan umpan balik yang jujur terhadap perilaku seseorang—sangat sulit untuk didapatkan dalam komunitas yang lebih besar. Orang-orang yang berada dalam krisis yang yang sangat menyedihkan butuh membaharui lagi perasaan mereka akan manfaat diri dan sebuah kesempatan untuk memeriksa persepsi realitas sampai mereka telah mengerahkan sumber-sumber yang mereka miliki untuk berjalan.
Langkah-langkah spesifik yang disarankan untuk memperbaharui atau membangun sebuah sistem dukungan adalah sebagai berikut di bawah ini.
1. Mengidentifikasi siapa saja yang ada dalam jaringan ketika itu. Membuat sebuah diagram, meletakkan nama-nama dalam lingkaran dan menempatkan mereka jarak yang berbeda-beda dari helpee, untuk mengindikasikan jarak sosial/emosional dan frekuensi kontak.
2. Membuat daftar fungsi-fungsi pelayanan jaringan untuk helpee. Fungsi yang biasa yang berada di atas pemeliharaan menawarkan informasi, menjadi tersedia dalam krisis, merasa dinilai, memberi umpan balik yang menantang, dan berbagi kesenangan atau candaan.
3. Membuat daftar nama-nama dari orang yang berada jaringan helpee dan fungsi-fungsi dukungan yang beragamyang mereka tampilkan dalam sebuah kolom pada selembar kertas.
4. Menjelaskan tiap-tiap dukungan secara kritis dalam upaya memberikan kontribusi pada helpee, meluaskan dukungan yang timbal balik, dan celah dalam jaringan di mana tidak ada orang yang menampilkan fungsi pokok.
5. Memutuskan di mana perubahan harus dibuat untuk memperkuat hubungan, memperbarui kontak lama, menambah anggota-anggota baru dengan berbagai fungsi yang baru, atau menghapus anggota-anggota dari jaringan helpee.
6. Menentukan kemampuan-kemampuan helpee yang mungkin diperlukan untuk melaksakan langkah keempat dan kelima, seperti asertif dan kemampuan sosial.

Pencegahan
Dalam kesimpulan pada bab ini mengenai kehilangan dan krisis, seharusnya dinyatakan bahwa hal tersebut sering sekali sulit untuk diprediksi ketika suatu krisis akan terjadi. Contohnya, dalam banyak kasus kekerasan di sekolah, tidak ada satu pun yang diprediksi awalnya. Jika dilihat lagi, maka terdapat tanda-tanda—banyak dari hal tersebut tidak berhubungan dengan sekolah, tetapi dengan rumah atau masalah-masalah tetangga. Memprediksi perilaku aktual itu sulit. Berbagai tipe helper harus melihat terhadap pengukuran yang bersifat pencegahan, seperti mendirikan sekolah atau lingkungan institusional yang positif dan suportif (Mulvey & Cauffman, 2001). Orang-orang butuh bekerja dan tinggal dalam kepercayaan dan kebebasan untuk mendiskusikan masalah mereka sebelum mereka mencapai bagian-bagian krisis. Helper mungkin, melalui metode-metode yang telah didiskusikan, membangun diri mereka sebagai yang seseorang layak dipercaya dan menyediakan jaringan keamanan yang membantu dalam pencegahan krisis.