Third Day (Jumat, 25 Juli 2008)

Sarapan Istimewa 2

Yah setelah mandi, aku dan Basyir menuju ke tempat sarapan di Novotel. Subhanallah…makanan dan minuman di sini banyak sekali…ada beraneka ragam masakan dari ayam, kentang, ikan, salad. Ada pula berbagai macam roti gaya eropa dengan selai yang menggiurkan. Ada juga mie ayam, bubur ayam. Minumannya juga bermacam-macam, ada jus apel, jeruk, nanas, dan guava. Ada kopi, teh, dan tiga macam susu. Di sini aku mulai lihai berstrategi dalam mengambil dan menyantap makanan. Tetap saja aku tidak mau makan salad euy…Aku dan Basyir memang punya banyak kesamaan, sama-sama dari keluarga sederhana, dan punya cita-cita menanggung adik-adik…dan juga gak bisa pake table manner…padahal suguhan di mejanya lengkap. Cuek is the best! Begitu tampaknya prinsipku saat itu…

Perjalanan ke Rungkut

Setelah sarapan usai, kami menuju ke pabrik Sampoerna di Rungkut. Rungkut adalah sebuah kawasan industry yang salah satunya digunakn Sampoerna untuk mendirikan pabrik SKT (Sigaret Kretek Tangan). Di sini adalah pabrik yang memperkerjakan banyak buruh pelinting rokok analog. Dengan keterampilan yang luar biasa mereka mampu dalam sehari menghasilkan rata-rata 3000 – 3700 batang rokok setiap orangnya. Kami berkunjung di SKT pembuatan rokok Dji Sam Soe yang terkenal sebagai rokok “berat”. Di sini aku juga sempat mencoba unuk melinting satu batang rokok. Meskipun hasilnya kurang sempurna, namun aku cukup senang telah punya pengalaman itu. Mengingat pada dasarnya pabrik seperti ini sulit untuk dikunjungi, biasanya orang luar hanya boleh lihat dari jauh. Bahkan teman-teman yang lain tidak ada yang mencoba. Ternyata aslinya tidak boleh loh…Karena aku coba ngobrol dengan seorang ibu pelinting, aku diajak untuk ikut melinting.

Mirip artis

Di sini ada kejadian lucu dimana aku diteriaki Ahmad Dhani oleh seorang buruh yang bertugas melinting rokok tersebut. “Mas Ahmad Dhani…Mbak Maya kemana?” serunya sambil tertawa renyah…serentak ibu-ibu di sekitarnya ikut tertawa dan juga memanggilku Ahmad Dhani. Memang aku mirip Ahmad Dhani yak? Teman-teman di kampus juga pada bilang seperti itu…awalnya di “Launching” pada saat Road to Java, dimana ada anak 2005 yang…”Minta foto dong sama Ahmad Dhani..”. Dari situ aku sering di bilang Ahmad Dhani sama beberap adik kelas di Psikologi Unpad.

Sebenarnya aku kurang suka jika dimirip-miripkan kepada orang lain, meskipun artis atau orang besar lainnya. Tapi…jika itu membahagiakan untuk teman-teman aku mah enjoy aja…”Karirku” dibilang mirip artis sudah berlangsung sejak SMP dan berganti-ganti (Ini aku yang berubah-ubah atau mukaku pasaran yak…?). Waktu pertama kali aku manggung sebagai vocalist band, aku dibilang mirip Duta (waktu itu masih kurus banget). Lalu di SMP juga aku dibilang mirip Altalarik Syah oleh teman ngajiku. Berikutnya karirku berlanjut di SMA dibilang mirip Tedy Syah (sodaraan nih ma Altalarisk Syah)…Eh karena sudah gemukan sejak kuliah aku pernah dibilang mirip Bams oleh anak-anak SMP di Jatinangor saar jadi fasilitator training. Selanjutnya yah Ahmad Dhani ini, dan terakhir di BEM Unpad aku dibilang mirip sama Indra Birowo…walah walah….Yuuuuk.

Nah sejak dibilang Ahmad Dhani oleh ibu-ibu pelinting rokok itulah aku mulai dipanggil Ahmad Dhani oleh teman-teman Best Student yang lain. Dan rupanya di SBSV ini banyak juga artis yang bermunculan…Ada Asto “Nidji” dengan rambur kribonya, Sogi Extravaganza (Tanto), Roy Suryo (Teguh), Dewi dewi (El), Taufik Hidayat (Rasyid)dll….sampai ada Nobita segala…hahaha emang pada gokil nih peserta SBSV angkatan 2008….ohw..ohw…

MSR Tour dan Recruitment Test

Kunjungan dilanjutkan ke Memorabilia Show Room (MSR) di sini dipajang berbagai prestasi Sampoerna yang menurutku banyak. Wajar saja jika Sampoerna menjadi salah satu eprusahaan terbesar di Indonesia. Prestasi yang diukir sangat beragam…termasuk rekor MURI, rekor keselamatan kerja, prestasi CSR Sampoerna dan masih banyak lagi yang tidak kuhapal satu persatu.

Dari MSR kami yang muslim (cowo) melanjutkannya dengan Sholat Jumat di Masjid Raya di daerah Rungkut…Jamaaahnya banyak sekali, bisa dipahami karena banyak karyawan di segala pabrik di kawasan industry ini berpusat sholaj Jumat di sini. Udaranya sangat menyengat rek, polo shirtku dari Sampoerna yang berwarna hitam ini jadi penyerap panas yang membuat badanku berkeringat terus ketika mendengarkan khotbah. Alhamdulillah aku bawa Koran yang diberikan panitia untuk jaga-jaga kalau saja tidak dapat di lantai dalam atau di terasnya. Praktis fungsinya jadi lebih maksimal dengan ditekuk untuk menjadi kipas analog. Alhamdulillah juga khotbah yang diberikan dalam bahasa Indonesia. Jadi setidaknya aku tidak tidur dalam khotbah itu meskipun ngantuk juga sih. Khotbah yang diberikan terdengar ringan dan sangat operasional nasihat-nasihatnya. Ada satu nasihat yang membuatku kembali berpikir tentang makan berlebihan…, sudah tiga hari ini aku makn berlebihan. Sadarkah aku???

Acara dilanjutkan dengan presentatasi mengenai Graduate Intake dalam recruitment Sampoerna. Graduate Intake itu adalah rekrutment karyawan yang dilakukan Sampoerna terhadap para fresh graduate. Presentasi dari Manajer Rekrutmen ini berisi tentang apa yang harus dilakukan sebelum, ketika, dan setelah tes. Materi ini sudah banyak aku konsumsi sebelumnya, jadilah aku malah sering mengobrol dengan Anin (UGM) dan Rasyid, meskipun mengobrol juga tentang rekrutmen, dan aku di sana jadi narasumbernya…kok pada percaya sama aku sih…hehehe…yakin???Insya Allah ya…

Recruitment test dimulai…ada tiga tes yang jadi tolak ukur potensi akademik. Critical Thinking, Numerical Ability, dan Abstract Thinking. Nah…menurutku dua tes awal kurang valid, karena menggunakan bahasa Ingris…berarti akan bias dengan seberapa jauh dengan kemampuan bahasa Inggris seseorang. Apalagi aku yang Bahasa Inggrisnya biasa-biasa aja…hehehe. Kalau tes yang terakhir mirip game-IQ yang ada di computer…agak menantang sih, dan aku yakin bisa betul semua di tes ini. PEDE is the best kalau di sini!

Ke House of Sampoerna

Setelah sejenak fresh up di Novotel kami melanjutkan petualangan ke House of Sampoerna di sini ada Museum Tour. Subhanallah entah pembelajaran ke berapa yang harus ditiru terhadap perusahaan rokok ini…mereka sangat menghargai sejarah! Bukannya bangsa Indonesia selalu terpuruk karena tidak paham sejarah? Makanya penjajahan kapitalisme asing saat ini kurang disadari kita…Terlepas dari persoalan bangsa Indonesia, aku salut sama Sampoerna yang mengukir tiap jejak sejarah dengan apresiasi yang tinggi. Aku melihat bagaimana warung pertama pendiri Sampoerna beserta barang dagangan, sepeda, dan ayamnya dibuat sebuah replika yang hampir mirip dengan yang asli. Di sana juga terdapat foto-foto penuh makna yang mengiringi kejayan Sampoerna. Kapan yah Fakultas Psikologi Unpad punya? Dulu aku sempat mengobrol dengan Kang Gimmy selaku PD 3 ku sih untuk buat Hall of Fame agar kita menghargai sejarah orang-orang yang berjasa di fakultas.

Barbeque night!!! Tidak seperti yang kubayangkan ternyata barbeque night sudah disediakan…tidak memanggang sendiri…sepertinya agak diganti nih dengan pre final night…Sekalian makan malam…kami menikmati lantunan musik Country yang dibawakan grup music yang nampaknya disewa khusus untuk acara ini….Setelah beberapa lagu terlantun nampaknya orang-orang gokil di angkatan kami “gatel” dan sudah mulai bergerak untuk mengendalikan suasana agar lebih gokil…Hasilnya? Pada nyanyi bareng, kereta-keretaan, ketawa-ketawa. Aku ikut ketawa dari belakang saja dan lebih banyak sibuk nyuri waktu untuk menelepon Gena dan Fajar untuk menanyakan kabar mereka dan organisasi kampus setelah beberapa hari ini kutinggal…hahaha kesannya orang penting banget yah…

Ketemu Babeh

Hah…mulai ngantuk nih…kita segera kembali ke Novotel…dan di sana sudah ada Babeh…Bapakku yang sedang kerja di Surabaya datang menemuiku…Serentak kangen yang meliputi kita berdua meluruh bersama pelukan hangat. Aku kangen banget sama bapakku ini, sudah beberapa bulan aku tidak bertemu. Kasihan beliau harus bekerja jauh dari keluarga…Wajahnya gembira sekali bertemuku…Babeh bareng temannya yang berkata…”Bapakmu ngomongin kamu mulu tuh mas…katanya kangen…” So sweeeet….ada rasa geli di dadaku…jadi terharu…Sayang tidak lama kami berdiskusi….I love you Babeh…Keep struggle coz Allah…And I do it too for our family…Ya Allah ampunilah aku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil….Amiiiin.

Hari ini aku dan Basyir pun tidak sempat mengobrol lebih dalam. Kesempatan mengobrol kami gunakan di bus dan sela acara. Kami tepar! Basyir tidur duluan….aku sempat menonton televisi dan setelah itu tidur…