Fourth Day (Sabtu, 26 Juli 2008)

Menanam Mangrove…bukan “nanam” kaki

Hari ini adalh hari yang kutunggu-tunggu…Yah menyelamatkan bumi Indonesia dengan menanam Mangrove! Usai sarapan kami berangkat menuju kawasan muara dan pantai di Wonorejo. Tiba di sana kami diberikan jaket pengapung dan sepatu boat sebagai pelindung kami ketika melewati sungai dan menginjak kawasan Mangrove yang lembab berlumpur. Sayang saya berangkat tidak dengan kapal boat dari karet, tapi perahu besar.

Nah…ini kejadian pentingnya…baru beberapa detik mendarat di kawasan Mangrove kakiku “tertanam” di lumpur dan tak mampu kukeluarkan sendiri…Semakin aku berusaha keluar semakin tersedot aku ke dalamnya….Walah…aku ditolong dua orang perempuan!! Yah lagi darurat gapapa lah sentuhan sama bukan muhrim…cowonya gak ada yang dekat situ…Sontak aku diledekin oleh para relawan penanam Mangwove yang lain…”Mas ini lagi acara menanam Mangrove, bukan nanam kaki…” Hahaha dalam hati aku menertawakan diriku sendiri…emang aku sudah nambah berat badan begitu pesatnya kah hingga harus tertanam?…weleh weleh…Celanaku berlumuran lumpur, untung bawa satu celana lagi…

Akhirnya aku bisa menanam beberapa bibit Mangrove juga di sini. Ternyata peserta Best Student tidak sendiri…Ini adalah acara yang dilakukan antara Sampoerna, bekerjasama dengan Bupati Wonorejo dan beberapa LSM lingkungan. Akhirnya kami bertemu dengan banyak orang…dari anak SMP sampai yang tua-tua…Setelah penanaman usai, kami “terdampar”. Kenapa terdampar? Kami menunggu perahu yang menjemput tapi tidak dating-datang…Perahu pertama dan kedua yang datang terlebih dulu diutamakan untuk perempuan. Selanjutkan aku kebagian yang lama menunggu….Setelah lumayan “lumutan” menunggu perahu akhirnya aku naik perahu karet…lebih enak dari perahu yang besar…Ternyata perahunya lama menjemput karena banyak yang kehabisan bahan bakar….Aku saj di perahu karet bersam rombongan yang telah gonta-ganti perahu tiga kali…Mereka berkata…”Kami mah bukan penanam Mangrove…tapi peninjau penanaman Mangrove..” hahahaha. Dalam hati, aku berkata…. ‘untung ibu bukan peninjau penanaman ‘kaki’ 😛

Setibanya di base camp semula aku langsung nyari toilet…sudah gak nahan mau BAK. Sekalian membersihkan kaki dan sedikit celana jeansku….Nah…rupanya kita harus makan lagi…disinilah pertama kalinya dalam sejarah…Aku nolak untuk makan…!hahaha. Namun tetap makanan jatahku kubawa, aku niatkan untuk memberikannya pada satpam atau siapa lah yang lebih butuh..Kami diberikan waktu untuk bersih-bersih di hotel….

Setelah itu lanjut ke Rungkut lagi untuk presentasi hasil observasi kelompok masing-masing…Aku kebagian untuk presentasi tentang kondisi social dan perubahan tingkah laku yang terjadi di Bulu Kandang. Presentasi CSR ini menurutku menarik, dapat menjadi rekomendasi bagi kegiatan CSR Sampoerna untuk memaksimalkan “Politik Balas Budi”-nya. Ketika aku mau presentasi serentak beberapa orang memanggilku Ahmad Dhani…Ahmad Dhani…Maya mana?Waduh…ntar aja yah tanda tangannya lagi sibuk nih😛 Aku uraikan mengenai kondisi sosial desa Bulu Kandang yang terkenal kriminalitasnya dalam aspek curanmor. Bisa dibilang sukses presentasiku dan tim…Dengan didukung pula oleh tampilan slide dan foto-foto yang menarik dan lucu (termasuk fotoku ketika berakting memakan jamur kali yah…) kami mendapatkan penghargan sebagai tim dengan penampilan presentasi yang menarik…Alhamdulillah dapat buku catatan…Pada akhir pertemuan kami dengan Rungkut ini, kami “diwisuda”, dipanggil satu persatu untuk mendapatkan sertifikat Best Student Visit dari Sampoerna.

Farewell Night

Malam terakhir kami diisi dengan berkaraoke ria di Restoran Nur Pasific dengan tajuk “Farewell Night”. Setiap kelompok diminta untuk melakukan pertunjukkan untuk menghibur yang lain…Ada yang menampilkan lagu Sahabat Sejati (Sheila On 7), ada yang menggunakn music latar Sempurna (Andra and Backbone) sebagi plesetan untuk Sampoerna, Ada yang bawain Ingatlah hari ini (Project P), dll…Nah kelompok Sukorejo yang pada awalnya telah capek-capek latihan dengan keras (lebay nih) dengan lagu I love you bibeh (Changcuters) harus mendadak mengganti lagu karena tidak terdapat di memori karaokenya….Akhirnya kami memilih Let’s dance together (BBB) dengan diawali lagu daerah Solo, Gambang Suling yang dipersembahkan oleh Basyir…oke punya juga nih nyanyinya…Sebenarnya aku kurang sreg dengan acara ini…namun…yah itung-itung kontribusi kelompok dan olahraga aku ikuti saja gerakan spontan bareng teman-teman…bener sih kayak olahraga…emang pada gokil anak-anaknya…persembahan kita segera didukung tim yang lain…Lets dance together…

Terakhir ada perenungan yang diisi oleh Mas Ari dan gak tau siapa satu lagi…pokoknya cewe. Sepertinya niatnya agar suasananya hikmat dan sedih karena perpisahan deh…Cuma sepertinya kurang maksimal…jadinya malah respon anak-anak pada pura-pura nangis dan bercanda…hehehe…aku lagi gak nyetel melankholisku disini….jadi mesem mesem aj ngeliatin yang lain pada merem dan cekikikan. Setelah itu pelukan pun bertumpah ruah di ruangan itu…yah…kami akan berpisah…kembali dengan aktivitasnya masing-masing. Aku memeluk teman-teman…tapi yang cowo lah…Kalo yang cewe…? Menyentuh aja aku gak berani! Bukan muhrim la yaw…Maaf yah teman-teman atas segala kesalahan…terima kasih banyak atas persahabatannya 5 hari ini…2008 The Best Team! Dengan 89 orang dinamika kelompok yang terjadi dalam angkatan ini sangat cepat menjadi cair dan akrab satu sama lain…

Nah malam ini baru banyak ngobrol lebih dalam dengan roomateku…mulai dari acara TV, cerita tentang keluarga, kegiatan di kampus, tentang kepribadian masing-masing, sampai soal rencana nikah kami bahas…Terima kasih untukmu Basyir yang juga menginspirasiku tentang pengabdian pada keluarga dan tanggung jawab terhadap adik-adik…Memang menarik yah menelusuri kepribadian seseorang…jika melihat seseorang…aku bagaikan membuka selembar demi selembar buku kehidupan mereka…yang di dalamnya terdapat berjuta pelajaran hidup dan anugrah Allah bagi orang-orang yang bersyukur…