First Day (Rabu, 23 Juli 2008)

Latar Belakang

Ini adalah ceritaku selama mengikuti kegiatan Sampoerna Best Student Visit 2008. Cerita ini akn dibagi menjadi 5 posting. Aku diikutkan dalam SBSV ini karena mendapatkan Peringkat 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi Unpad. Pada awalnya aku menolak…namun PD 3-ku Kang Gimmy mempersuasiku agar ikut, karena akan menjadi pengalamn yang berharga yang bisa di share di Fakultas. Baiklah aku bilang, “Akan saya pertimbangkan kang…” Aku lalu banyak bertanya pada pak Dadang Kasubbag Kemahasiswaan tentang kegiatan ini…ternyata kunjungan untuk melihat kegiatan CSR…wah aku sangat tertarik nih dengan Community Develompment….Yap satu hal masih mengganjal…hukum syar’i.

Pergulatan pemikiran tentang ini aku coba konsultasikan kepada seorang Ustad…ternyata bliau menyarankanku untuk ikut saja…Dalam konteks seperti ini…ini lebih pada undangan dan kesempatan menggali ilmu dan pengalaman untuk membuahkan karya yang lebih baik dibandingkan dengan tidak memenuhi undangan…Mungkin ini akn terus menjadi perdebatan…Aku berharap dan memohon maaf kepada Allah…semoga pilihanku untuk ikut di ridhoinya…Amiin…

Wong Ndeso

Waduh, aku bangun ”kesubuhan”! Sudah jam 4.30 nih, padahal aku pasang alarm 3.30. Rupanya badanku ingin diperlakukan adil…Belakangan ini tidurnya kurang…hanya 3-4 jam sehari…dan tadi malam (pagi kali yeee) aku tidur jam 1, karena harus packing barang-barang yang mau dipindahkan ke asrama baru. Aku inget…air asrama lagi gak keluar…harus buru-buru nih karena harus check in di Bandara Husein jam 5.

Alhamdulillah…lagi-lagi Allah memberikan pertolongannya…rupanya ada air 1 ember yang berhasil ditampung dari tetesan air yang ada di kran belakang…Setelah sholat di Masjid tercinta Al-Mubaroq…Aku langsung berangkat bareng Sirodj, yang dengan kebaikannya mengantarkan aku dengan motornya ke Bandara. Sesampainya di Bandara dan memberikan beberapa “pesan terakhir” ke Sirodj, aku masuk ke Bandara.

Hahahaha…wong ndeso mau naik pesawat…iya nih aku mau blak-blak-an kalo hari ini adalah pengalaman naik pesawat pertamaku….Maklum wong ndeso…Setelah mengikuti beberapa urusan di bandara akhirnya aku dan teman-teman peserta Sampoerna Best Student Visit 2008 asal Bandung flight ke Surabaya. Aku menikmati penerbangan pertamaku ini dan Subhanallah….Allah menunjukkan kebesarannya dengan menyajikan pemandangan di atas awan yang begitu membuatku terpana…Apalagi ketika itu mentari mulai terbit dan menghadirkan pendaran warna oranye yang mengagumkan….

“Lumpur Lapindo”

Alhamdulillah…kami tiba pukul 7.05 di bandara Juanda…Tepat waktu! Setibanya di Bandara Juanda Surabaya, aku dan teman-teman bergantian ke toilet dan sejenak foto-foto…Ketika menuju keluar… ternyata…bagaikan artis, sudah ada “paparazzi” yang menyambut kita di luar, begitu juga senyum hangat panitia yang membuatku mulai berpikir bahwa acara ini worth ketika aku harus meninggalkan BEM Unpad selama 1 minggu kurang…Inilah awal dari kebisaaan anak-anak SBSV 2008 mengeksplorasi kenarcisannya…hahaha…yah namanya juga anak muda…Di sini kami satu kloter penjempulan dengan teman-teman dari Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Segeralah kami saling bertegur sapa dan saling kenalan. Di sini aku dapat dua calon Psikolog, Prima dari UGM dan Felix dari Ubaya.

Di perjalanan menuju Tempat Rekreasi Taman Dayu, aku melihat lokasi bencana Lumpur Lapindo. Sayang yah tidak dari dekat melihatnya…hanya menyaksikan kepulan asap dan bangunan-bangunan yang hancur. Disana juga banyak terpampang spanduk yang menyuarakan “Dukung Keputusan Presiden!” Yah…setelah terkatung-katung…akhirnya masyarakat korban Lumpur Lapindo mendapatkan kejelasan mengenai nasibnya kelak…Lama banget sih pak SBY??? Pikiran entrepreneur-ku mulai jalan di sini…wah sepertinya disini bisa dikembangkan industri kreatif nih…Buat kerajinan kreatif dari Lumpur yang namanya terkenal seantero bumi ini nampaknya punya daya jual yang sangat tinggi nih…sayang kan kalau hanya dijadikan batu bata….Sebenarnya jika ada kemauan tinggi dan kreativitas tanpa batas, masyarakat Porong kan bisa sejahtera dengan industri kreatif seperti ini…Setelah aku coba bertanya pada teman-teman asal ITS (Institut Teknologi Sepuluh November, bukan Institut Teknologi Surabaya yak), ternyata sudah ada seniman yang menggarap ide membuat barang kreatif itu…namun masih sedikit…coba dibuat secara industri…bisa jadi asset kan…”Merubah bencana menjadi berkah….”

Perkenalan Awal

Oh iya…peserta SBVS 2008 berasal dari 18 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia (kata Sampoerna…) yang merupakan mahasiswa 5 mahasiswa terbaik di Universitasnya (yang ini juga kata Sampoerna…hahaha…). Jadilah kita semua didaulat sebagai Mahasiswa Terbaik Se-Indonesia. Bahkan dalam spanduk-spanduk yang dipajang di bis, dan tempat-tempat tujuan kami selalu terpampang…”Selamat Datang Mahasiswa Terbaik Se-Indonesia” (halah…amiiiiin). 18 PT itu adalah :

  • UI, Trisakti (Jakarta)

  • IPB (Bogor)

  • Unpad, Unpar, ITB (Bandung)

  • Undip (Semarang)

  • UGM (Yogyakarta)

  • UNS (Solo)

  • USU (Medan)

  • Unsri (Palembang)

  • Unhas (Makasar)

  • Udayana (Bali)

  • ITS, Ubaya, Unair, UKP (Surabaya)

  • Unibraw (Malang)

Senang punya banyak kenalan baru nih…apalagi mahasiswa terbaik…setelah sudah kenal 14 teman dari Bandung, aku berusahas keras menghafal nama-nama tiap kenalan baruku dengan mengkaitkannya pada sesuatu yang telah tersimpan di memori jangka panjangku (Long Term Memory…walah teori dikit yak…). Ada Abdul Basyir yang kukaitkan dengan Abu Bakar Ba’asyir, ada Felix yabng kukaikan dengan tokoh kartun kucing Felix, dan yang lebih fenomenal….ada Mr. Pinky…seorang cowo aneh yang sangat maniak dengan warna pink…Akhirnya aku bertemu dengan ekstrimis juga…Bisaanya yang suka pink kan cewe…Nah ini cowo bener atau jadi-jadian? Kalau dari gaya sih agak-agak kemayu…tapi kalo dari penerawangan psikis ala VQ, aku menemukan jiwa gentle sebagai jati diri dirinya…

Disini aku pun cepat sekali akrab dengan teman-teman baru, bisaanya dengan cara menggali lebih dalam tentang teman-teman baruku…Dan ternyata banyak juga teman-teman SBSV yang kenal dengan teman-teman SMA ku…SMA 1 Bekasi…Dan ternyata pula anak-anak SMA 1 Bekasi dinilai sukses dan outstanding…Yaiyalah secara 1 Bekasi gitu loh…

Setelah berkenalan dengan pihak CSR dari Sampoerna, kami bermain sebuah simulasi. Simulasi yang digunakan untuk mencairkan suasana cukup menantang. Namanya “The Flag Market”. Simulasi ini pada intinya adalah membuat sebuah bendera dengan standar yang telah ditentukan. Bumbu serunya terletak pada harga beli bahan dan jual hasil produksi yang akan berubah-ubah tiap beberapa menit. Dengan kelompok yang dibagi berdasarkan brand dari Sampoerna, kami berkompetisi satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya…Aku masuk dalam kelompok A Mild bersama kesepuluh teman-teman lainnya. Jika bagi banyak orang ini adalh kompetisi, bagi orang sepertiku momentum ini adalah momentum untuk memahami kepribadian teman-teman lebih dalam, belajar dari mereka, dan juga belajar dari trainernya, yaitu Om Nanang. Di kelompok ini seperti bisaa aku “menceburkan” seseorang untuk jadi ketua kami, terpilihlah Tanto alias Togel alias Sogi Extravaganza (mirip banget gila…). Di sini aku menikmati dinamika kelompok kami8, ada yang orangnya sangat teliti…sampai presisi 1 milimeter dipermasalahkan sama dia…ada yang seenaknya melipat kertas sehingga ukurannya semakin banyak terlipat semakin lebih…Ada yang panic, ada yang cool sampai cuma diam…hehehe inilah kelompok…Nah tugasku? Aku kebagian menjadi pemotong kertas dan berpartner dengan seseorang yang sangat teliti…tapi lama sekali kerjanya sehingga saya harus mengeluarkan sebuah tehnik persuasi yang Alhamdulillah menenangkan dia agak tidak usah terlalu rigit…Akhirnya kami bisa bekerjasam dengan baik. Meskipun kami terdampar di urutan 5 dari 8 tim yang berkompetisi, namun aku puas telah banyak mengenal teman-teman sekelompokku lebih dalam dan belajar dari Om “The Ordinary Trainer” Nanang.

Hari pertama memang diisi dengan perkenalan, setelah makan malam kami berkenalan satu sama lain dan memainkan sebuah games perkenalan yang menuntut kita untuk mengobrol lebih dekat mengenai diri kita satu sama lain. Sayang waktunya sangat cepat. Disana aku paham bahwa beberapa orang diantara kami ternyata sulit membuka perkenalan jika tidak didahuli, namun tetap saja ada yang supel bahkan ada yang hipersupel…

Belajar jadi Orang Kaya

Fasilitas yang diberikan para “Besty Student” disini sangat mewah…kami diberikan 3 kaos, 2 polo shirt, jaket, dan topi. Selain itu juga penginapan yang juga menjadi tempat para orang kaya “buang uang receh”. Yap…di penginapan Villa Taman Dayu ini aku belajar “jadi orang kaya”. Dengan fasilitas yang cukup mewah untuk wong ndeso sepertiku aku coba mendalami keadaan psikis dari perilaku orang kaya…hehehe begaya banget yak. Hal ini juga aku ceritakan ke Bapakku yang lagi punya gawean di Surabaya juga lewat telpon. Aku bilang, “Pak, lagi belajar jadi orang kaya nih…kan sebentar lagi jadi orang kaya, supaya nanti gak grogi.” Di seberang telpon sana Bapak menjawab, “Amin…amin Qih…moga-moga lu bisa bantu adek-adek…”. Jawaban ini membuatku berpikir sejenak tentang plan hidupku yang memkang harus membiayai adik-adikku sampai kuliah…Aku memang dilahirkan dari keluarga sederhana…tapi aku harus menjadi kakak yang membuat adik-adikku punya masa depan yang gemilang..heu..

Aku dapat di Villa Argopuro…dan ketika bertanya pada cleaning service-nya, harga sewa Villa ini 2 juta perhari…wow…Kalo ngekost di Jatinangor, dapat untuk 1 tahun nih…bahkan kalo mau sedikit susah bisa untuk berdua. Ternyata di kawasan ini ada Villa yang biasa ditempati para Presiden, dari sejak Soeharto, Habibie, Gusdur, Mega, dan SBY…namanya Vila Bromo. Nah, yang ini harga sewanya 4 juta sehari. Aku dan teman-teman langsung mengeksplorasi ketika pertama masuk villa…ada 3 kamar (yang satu sangat besar) untuk 11 orang. Ada juga tempat berendam yang kata teman-teman namanya Yakuzi (benar gak yah…). Namun sayng Yakuzi ini tidak sempat kami nikmati, karena kami hanya semalam tinggal disini. Malam ini aku taidur jam 12 setelah main game Nintendo punya Mr. Pinky dan mengobrol juga dengannya. Oh iya…di Argopuro ini juga punya Mabrur bersaudara loh…yang satu dari Aceh, satu dari Makasar…Kami memanggil mereka dengan Mabrur 1 dan Mabrur 2 hahha:P