” Jika hujan turun lama dan deras.

Coba lihatlah keluar..Hitung dan rasakan banyaknya rintik hujan yang turun dari langit..

Sebanyak itulah aku bersyukur memliki teman sepertimu..

Maaf lahir batin.”

Pesan singkat di atas adalah satu dari berpuluh-puluh sms yang mampir di handphone-ku dalam 4 hari terakhir ini. Memang sudah terbiasa jika sebelum Ramadhan, umat muslim saling mengucapkan selamat Ramadhan dan minta maaf tentunya. Menurutku budaya seperti ini sangat mulia sehingga umat ini terbiasa untuk menyambut dan mempersiapkan Ramadhan dengan pakaian takwa terbaik.

Kembali lagi pada pesan singkat di atas…Ketika membacanya serentak berjuta memoriku terbuka menyajikan gambaran para sahabatku. Sahabat-sahabat yang selama ini – tanpa mereka sadari – menjadi guruku, sahabat-sahabat yang selama ini membantuku memaknai hari-hari, sahabat-sahabat yang tampak pada dirinya cahaya untuk mengingatkanku tentang Allah. Ya Allah…muliakanlah mereka, gantilah amal mereka sesuai dengan janji-Mu akan perdagangan mulia…

Lalu pertanyaannya…Seberapa banyak aku mensyukuri keberadaan mereka? Seberapa banyak aku membalas jasa mereka? Seberapa banyak aku membuat mereka bahagia? Entahlah seberapa lancar aku menjawab pertanyaan itu. Aku hanya ingin terlebih dahulu membenamkan segala pikirku untuk sejenak merasakan kehangatan bersyukur atas nikmat bersahabat…

Terakhir ini aku sedang menikmati dinamika dari kumpulan orang yang berusaha merekat dalam berkarya. BEM KEMA Unpad, Insya Allah ini adalah organisasi terakhirku di kampus untuk kemudian berkarya di dunia nyata. Banyak orang hebat ada di sini, mulai dari Presidennya yang mengajariku menginspirasi banyak orang, Menkonya yang mengajariku untuk rela banting tulang, para Menteri yang mengajariku membangun sebuah keluarga yang solid, dan para staf yang mengajariku bekerja dengan hati. Semoga kita benar-benar menjadi organisasi yang mampu sinergis dalam mempersembahkan kerja-kerja nyata.

Dua hari rapat evaluasi dan upgrading BEM KEMA Unpad di Balatkop membuatku kembali merenungi tentang makna keberadaanku di BEM ini. Terus terang, di awal aku begitu berat menerima amanah menjadi Wapres di organisasi tingkat universitas ini. Aku ingin cepat lulus, meringankan beban kerja Bapakku yang kini terus banting tulang dan sesekali mengingatkanku untuk cepat mengambil alih tanggung jawab untuk menjadi tulang punggung keluarga. Ya Allah…sempat aku buntu untuk berpikir, mengingat ada dorongan juga dari dalam hati ini untuk membantu Unpad melewati masa transisinya. Akhirnya Allah memberikanku jalan untuk berkarya di BEM dan Alhamdulillah…ternyata takdir ini membuatku menerima banyak pelajaran hidup berharga. Mengingatkanku kembali tentang teladan Rasulullah SAW akan sebuah pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, kebahagiaan membantu orang. Aku juga belajar untuk merendahkan hatiku untuk melihat kehebatan sahabat-sahabat di sini. Bagaimana mereka memaknai hari mereka? Bagaimana senyum mereka terus bermekaran dalam padatnya amanah mereka? Dan aku juga belajar bagaimana gerak sebuah tim di mana hati orang-orang yang ada di dalamnya bersatu padu? Meskipun kami belum sempurna dalam berkarya, namun beberapa momentum tentang pembelajaran-pembelajaran tersebut pernah tercipta di sini, di BEM KEMA Unpad 2008-2009. Semoga Allah menautkan hati dan semangat kami untuk konsisten dan istiqomah menanggung senyum berpuluh ribu mahasiswa Unpad dan mungkin akan lebih menjadi beratus juta rakyat Indonesia.

Ya Allah,
sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan kecintaan kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam dakwah-Mu, dan berjanji setia untuk membela syariat-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya.

Ya Allah,
kekalkanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.

Ya Allah,
sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik – baik penolong Amin……

Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada junjungan kami Muhammad, serta keluarganya dan sahabatnya, dan juga sampaikanlah salam …Amin Ya Robbal ‘Alamin… “