Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Berkehendak dan Pemberi Pelajaran….

Subuh ini, Rabu 3 September 2008, asrama PPSDMS angkatan IV yang tercinta heboh dengan kejadian hilangnya 2 buah laptop dan 5 buah handphone. Dengan para penghuni yang semuanya sholat Subuh di masjid, para maling – yang semoga diberikan Allah petunjuk – leluasa untuk mengambil barang-barang teman-teman asrama. Dalam hitungan kami, sekitar 3-4 menit para maling tersebut melakukan aksinya. Bahkan, Asep, salah satu peserta PPSDMS sempat melihat seseorang membawa tas belok ke sebuah gang kecil yang arahnya bisa menuju ke Bangbayang dan Kanayakan dan satu lagi berpapasan di area asrama kami. Memang sudah dalam rencana Allah, Asep gak “ngeh” dengan peristiwa itu, pasalnya maling tersebut berjalan santai tanpa terlihat “riweuh”.

Semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana kita bisa belajar atas kejadian ini. Seperti motto yang sering kuungkapkan setiap kali mengisi training…”Setiap kejadian pasti ada hikmah, beruntunglah orang-orang yang mendapatkannya…” Memang sebuah kesalahan fatal ketika pintu utama tidak kami kunci, ditambah lagi pintu belakang yang aksesnya cukup terbuka juga luput dari pandangan kami. Gorden kamar atas – yang barangnya hilang- juga terbuka sehingga mudah di pantau dari luar. Pasti malingnya cukup profesional dan sudah beberapa hari sebelumnya merencanakan ini. Namun, tetaplah Allah yang pastinya sudah merencanakan kejadian ini, entah untuk hikmah seperti apa. Mungkin ini adalah sebuah teguran kami yang masih kurang amanah menjaga harta titipan Allah. Juga menjadi sebuah indikator keimanan kami, apakah keimanan kami dapat goyah karena ujian ini sehingga berprasangka buruk terhadap Allah? Atau bahakan menghayati dan semakin mengimani bahwa sesungguhnya Allah sedang memperlihatkan cinta-Nya dengan membuat rencana seperti ini? Semoga kami sanggup untuk mencerna kejadian hari ini dengan pilihan pertanyaan yang terakhir tadi.

Di samping itu, usaha tetap harus dilakukan untuk mengembalikan barang-barang tersebut. Pasalnya, ketika dulu Aji -manajer asrama- pernah kehilangan laptop di masjid Salman, ia dihubungi oleh sebuah tempat instal ulang laptop di daerah Dago, yang sempat menyimpan data-data yang ada di dalam laptopnya. Sayang waktu itu nomor yang menghubungi Aji terhapus dan tidak terhubungi lagi. Selain itu, tempat penjualan laptop sekon tanpa surat juga harus di telusuri, jika memang sudah “jodoh” dengan barangnya,Insya Allah tidak kemana. Menghubungi polisi juga tampaknya akan kami jalani agar semakin banyak terbuka peluang terungkapnya kasus ini.

Allahu Akbar! Allah memang Maha Besar, Maha Berkehendak atas semua makhluk-Nya. Perasaan sedih atau bahkan shock lumrah saja terjadi pada teman kami yang  kehilangan. Semoga ujian keimanan ini dapat dilewati mereka yang kehilangan juga aku dan teman-teman lain yang tidak mengalami kehilangan. Secara pribadi, aku banyak mendapatkan pelajaran…aku jadi lebih yakin dengan pemikiranku yang pernah berkesimpulan “Jika aku belum memiliki sesuatu, berarti aku masih belum amanah untuk memilikinya.” Misalnya komputer atau laptop. Kalau ditanya soal butuh, jelas aku butuh, apalagi saat-saat skripsi seperti sekarang. Namun tetap Allah belum mengamanahkanku sebuah komputer atau laptop. Aku sendiri sekarang malah sering tersenyum sendiri memahami bahwa selama ini aku mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk juga selalu pakai punya temanku, dan hasilnya bagus-bagus aja…hehehehe. Berarti memang “butuh” yang ada dalam pikiranku belum tentu “butuh” yang sebenarnya, yang harusnya merupakan perspektif dari Allah. Itu juga berarti kebaikan menurut kita belum tentu merupakan kebaikan menurut Allah, begitu juga keburukan menurut kita belum tentu merupakan keburukan menurut Allah.

Bagi teman-teman yang kehilangan barang-barangnya atau sekarang sedang bersusah hati karena kehilangan sesuatu, bersabarlah dan perkuat kesabaran. Karena semua yang melekat pada kita, baik berupa harta benda, pakaian-pakaian bagus, ilmu, tubuh dan wajah yang bisa dibanggakan, kedudukan, pasangan-pasangan yang menenangkan, anak-anak yang lucu, sahabat-sahabat yang menyejukkan, kesemuanya merupakan titipan Allah yang akan kembali pada-Nya. Ingatlah pohon jati yang senantiasa mengalami kehilangan daun-daunnya, namun hal itu justru membuatnya tetap bertahan dalam jalan Allah bahkan mampu untuk terus tumbuh lebih besar dan tinggi dengan akar yang semakin menghujam sehingga akan tambah bertahan menantang deraan angin ribut. Bukankah itu teladan yang Allah titipkan pada sebuah pohon jati, agar manusia yang berpikir mampu mempelajarinya untuk klemudian menambah keimanannya akan Allah dan hari akhir, di mana semua titipan yang pernah melekat pada diri kita akan dimintai pertanggungjawabannya.

Maha Benar Allah atas hikmah yang ada dalam setiap kejadian…..