Aku berkaca dalam setiap langkahku

Menelusuri lorong-lorong pertanyaan dalam pikirku

Dan menghabiskan waktu memandangi aspal yang panas

 

Sesungguhnya saat ini aku sedang kumat

Dengan perasaan yang melankolis

Berusaha menuai makna

Tentang tangisku

Dalam Jumat yang menyejukkan hati

Meskipun terik merajai siang

 

Saudaraku…

Serentak tubuhku bergetar

Mendengar keluhan dalam hatiku

Yang ingin bercengkerama dengan kalian semua

Satu per satu…

 

Seringkali…

Aku melihat kegundahan kalian dalam penelusuran ini

Di jalan yang tak berujung bagi mata

Namun berpuncak bagi hati yang merindu syahid

 

Saudaraku…

Seandainya tubuhmu sedang berada di sini

Inginku peluk dengan sangat erat

Sehingga aku bisa menghapus peluhmu

Dan menata guratan wajahmu menjadi senyum

 

Namun…

Aku hanya bisa menjamahmu dalam doaku

Yang tidak terlalu panjang

 

Saudaraku…

Jika kau butuh, aku ingin meminjamkan nafasku

Agar kau tak lagi pengap dalam pedihnya kekecewaan

Atau

Kupinjamkan tanganku

Untuk mendorongmu dikala kau melemah

Bahkan mengangkatmu dari jurang keraguan

Ketika sesekali perjalanan terjal ini

Menjatuhkan hatimu dalam luka dan ragu

 

Demi Allah aku melihatnya

Puncak itu semakin mendekat

Aku ingin…

Kita bisa bersenda gurau pada hari akhir

  

Desember, 2006