You are currently browsing the monthly archive for October 2008.

Belakangan ini ramai diberitakan mengenai pengesahan RUU tentang Pornografi. Pro dan kontra terjadi di semua kalangan, dari mulai para intelektual, wakil rakyat, sampai pada rakyat kecil yang ikut berdemo….yang mungkin pula tidak terlalu paham untuk apa mereka berdemo. Berbagai argumen pun menjadi warna realitas demokrasi di Indonesia ini. Berbagai sudut pandang pun meluas dalam memandang ini. Realitas ini membawa kepada sebuah keputusan, yang memang harus dipilih segera, mensahkan RUU tentang Pornografi menjadi UU tentang Pornografi.

Aku termasuk orang yang mendukung disahkannya RUU menjadi UU. Telah begitu banyak penyimpangan yang sulit direm oleh norma maupun kultur keagamaan di Indonesia. Jika para penolak RUU tersebut menghardik bahwa agama sudah tidak punya wibawa, ya ada benarnya. Tapi aku menggarisbawahi…lebih tepatnya bukan agama, tapi kultur agama. Karena agama Islam merupakan agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari agama Islam. Sedangkan kultur agama membahas tentang bagaimana sebuah agama terinternalisasi oleh para pemeluknya sehingga mampu berpikir dan bertindak sesuai norma agama.

Kita harus belajar dari sebuah fase yang dilalui masyarakat Vietnam yang terkenal militan dalam membela negaranya dari penjajahan Amerika Serikat. Karena begitu sulitnya menghadapi pasukan Vietnam yang kebanyakan merupakan anak muda, kemudian tentara AS menyebarkan gambar-gambar porno untuk dikonsumsi para pemuda Vietnam. Selanjutnya? Read the rest of this entry »

Apa yang akan seseorang lakukan jika dia mengetahui bahwa esok atau lusa maut akan menjemputnya?

Aku coba memulai perenungan ini dari awal, perenungan yang terwaktui pada hari lahirku. Dalam hitungan Masehi, tanggal 28 Oktober 2008, yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang ke-80 ini adalah tibanya usiaku pada angka 23 tahun. Sebuah usia yang sudah tidak bisa dikatakan remaja, dan dalam perspektif psikologi perkembangan sudah masuk dalam fase awal. Namun deru pertanyaan kemudian banyak menyertai perenungan pada momentum ini. Aku bertanya…wahai fiqih!!! Apa artinya diri kamu? Apa makna kehadiranmu bagi dunia ini? Sudahkah kau renungi betapa banyaknya nikmat yang Allah limpahkan kepadamu? Aku jadi teringat sms teman (Adit IWP 18) yang terkirim pukul 18.04…Ibnu Mas’ud:”Usiamu semakin berkurang seiring perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datang secara mendadak (Al-Fawaid, 147). Subhanallah…betapa sesungguhnya maut itu sangat dekat dan mengintaiku dari segala penjuru…Sementara, keyakinanku belum bulat tentang tercapainya harapan menggapai Ridho-Nya….

Jika usia telah menginjak 23 tahun, maka berapa umurku? Mungkin 1 menit lagi kah sehingga aku tidak sempat menyelesaikan tulisan ini? Atau satu jam? Satu hari? Satu minggu lagi? Satu bulan? Tahun? Hanya harap yang kini kuselipkan dalam langkah-langkahku yang gontai mengingat kematian. Kematian yang bahkan seorang kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW, merasakannya sangat menyakitkan. Aku menyadari, setiap kali mengingatnya maka mereduplah senyumku, hilanglah beberapa keceriaanku.

Read the rest of this entry »

Alhamdulillah aku sudah ganti dosen pembimbing, kali ini dosennya enakeun euy…Mba Ninin…Awalnya  aku tertarik pada bagaimana proses komitmen membangun bangsa, namun ternyata sulit menemukan konsep ilmiahnya. Akhirnya setelah mewawancarai subjek yang ingin kuteliti, yaitu adik-adik PPSDMS-ku. Aku tertarik pada fenomena religiusitas yang menjadi latar belakang seseorang untuk beramal, membantu orang, bahkan samapi berkorban untuk orang lain. Ada hubungannya gak yah antara religiusitas dengan tingkah laku prososial??? Ada yang bisa bantu jawab???

Begini ceritanya………………….(maksudnya latar belakang)

Mahasiswa merupakan aset yang sangat berharga bagi suatu bangsa. Mereka merupakan tonggak bagi pengembangan menuju masyarakat madani (civil society). Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap perubahan yang terjadi pada suatu bangsa hampir selalu merupakan hasil inisiasi dari mahasiswa. Dalam sejarah Indonesia sendiri, mahasiswa selalu mengukir tinta emas perubahan ke arah yang lebih baik bagi Indonesia. Kita dapat melihat kembali buku sejarah kita tentang Taman Siswa, Sumpah Pemuda, Peristiwa Rengasdengklok, hingga Reformasi pada tahun 1998.

Kondisi bangsa Indonesia yang sedang mengalami berbagai krisis, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia membuat saat ini menjadi momentum wajib bagi mahasiswa berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat tujuan pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).(http://bz.blogfam.com/2006/05/menyoal_problematika_pendidikan.html)Diakses pada tanggal 1 Maret 2007.

Secara psikologis, mahasiswa sedang berada pada sebuah fase transisi dari remaja akhir menuju dewasa awal. Pada masa ini mahasiswa mengalami perubahan yang penting bagi perkembangan psikososialnya. Menurut Erikson (1963, 1968), perkembangan psikososial pada usia seperti ini berada pada tahap identity versus identity confusion, yaitu tahap dimana mahasiswa tengah mengalami pencarian identitas diri. Mahasiswa mengacu kepada identitas yang berupa suatu prestasi atau penghargaan. Pada tahap ini pula, terdapat kesetiaan yang sangat tinggi terhadap komunitas yang ia ikuti, sehingga muncul rasa bangga dan pembelaan terhadap komunitas tersebut.

Read the rest of this entry »

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
October 2008
S M T W T F S
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 100,961 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos