Apa yang akan seseorang lakukan jika dia mengetahui bahwa esok atau lusa maut akan menjemputnya?

Aku coba memulai perenungan ini dari awal, perenungan yang terwaktui pada hari lahirku. Dalam hitungan Masehi, tanggal 28 Oktober 2008, yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang ke-80 ini adalah tibanya usiaku pada angka 23 tahun. Sebuah usia yang sudah tidak bisa dikatakan remaja, dan dalam perspektif psikologi perkembangan sudah masuk dalam fase awal. Namun deru pertanyaan kemudian banyak menyertai perenungan pada momentum ini. Aku bertanya…wahai fiqih!!! Apa artinya diri kamu? Apa makna kehadiranmu bagi dunia ini? Sudahkah kau renungi betapa banyaknya nikmat yang Allah limpahkan kepadamu? Aku jadi teringat sms teman (Adit IWP 18) yang terkirim pukul 18.04…Ibnu Mas’ud:”Usiamu semakin berkurang seiring perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datang secara mendadak (Al-Fawaid, 147). Subhanallah…betapa sesungguhnya maut itu sangat dekat dan mengintaiku dari segala penjuru…Sementara, keyakinanku belum bulat tentang tercapainya harapan menggapai Ridho-Nya….

Jika usia telah menginjak 23 tahun, maka berapa umurku? Mungkin 1 menit lagi kah sehingga aku tidak sempat menyelesaikan tulisan ini? Atau satu jam? Satu hari? Satu minggu lagi? Satu bulan? Tahun? Hanya harap yang kini kuselipkan dalam langkah-langkahku yang gontai mengingat kematian. Kematian yang bahkan seorang kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW, merasakannya sangat menyakitkan. Aku menyadari, setiap kali mengingatnya maka mereduplah senyumku, hilanglah beberapa keceriaanku.

Ya Allah…sesungguh engkau Maha Mengetahui tentang hati ini, pikiran ini, gerakkan tubuh hamba-Mu ini…Maka tuntunlah dengan cahaya-Mu, letakkan cahaya-Mu dalam hatiku, dari yang terdalam hingga yang terluar, sehingga mudah bagiku menggerakkan pikir dan anggota tubuhku dalam menuju Ridho-Mu…mendengarkan bisikan-bisikan cinta-Mu. Bisikan-bisikan yang dengan jernih didengar para pembawa risalah-Mu, bisikan yang membuat Ibnu Abbas ra. Dengan yakin berkata, “Jika Allah ambil dari kedua mataku cahaya terang. Maka dalam hati dan pikirku ia masih bersinar cemerlang. Jiwaku cerdas, akalku lempang, dan lidahku tajam seperti sebaik-baik pedang.”

Alhamdulillah…hari miladku dimulai pada saat berkarya, dan dilanjutkan dengan berkhalwat dengan-Nya, meski tidak begitu mesra kurasa. Namun cukup rasanya menjadi sebuah bekal ketenangan dan semangat mengawali setahun ke depan ini. Paginya pun aku menggenapkan harap dengan amal mengangkut bibit pohon yang akan ditanam di daerah Ciwidey dan Soreang. Aku pun mendapatkan serentetan doa yang kuterima lewat sms. Terima kasih teman-teman….Semoga temanmu ini menjadi salah satu mujahidnya Allah yang dipenuhi dengan cahaya…

“Selamat ultah ya sobat, semoga umur kita berkah.” (Rizki Weldi, Psikologi 2005, yang juga milad hari ini, 00.15)

“Hmm, ada yang berkurang 1 umurnya nih…hohoho..sudah 23 tahun ya? Met milad ya kang…Semoga kehidupanmu adalah keberkahan, dakwahmu adalah cahaya, dan jihadmu adalah cinta…Semoga perjalanan hidupmu menjadi inspirasi untuk selalu memperjuangkan kebaikan dengan keikhlasan di jalan keistiqomahan dalam taqwa kepada-Nya…Amin…^o^.” (Eka Oktianias Waluyo, Menkeu BEM Kema Unpad, 02.46)

“(dimulai dengan gambar kura-kura) Lama niy…Tadinya kura-kura yang aku kirim mau datang jam 12 lewat tapi jalannya lelet jadinya baru nyampe sekarang dah. Met milad ya…n-n.” (Santi Irawati, mantan sekretarisku di BEM Kema Fapsi, 04.30)

“Saat orang-orang memenuhi kebutuhan sendiri, seorang pejuang memenuhi kebutuhan orang lain. Saat orang-orang beristirahat, seorang pejuang masih harus bekerja keras untuk dirinya. Semoga Allah memuliakanmu pejuang. Tetap semangat akhi J Alhamdulillah Allah masih panjangkan umurmu sampai 23 tahun. Semoga sisa umur menjadi barokah. Amiin J(Fariz, alumni SMA 1 Bekasi yang sekarang kuliah di IPB, 06.32)

“Amiin…selamat milad juga ya qih, semoga semakin bermanfaat ya..” (Ade Hanie, Psikologi 2005, yang juga milad pada hari ini, 06.32)

“Asslm…fiq selamat ultah, semoga sehat, rezeki banyak, skripsi cepat selesai, dan selalu ingat Allah, dan panjang umur…dah..” (Mama dan keluarga, 06.34)

“Semoga Allah memberikan pelangi di setiap badai, sebuah senyum di setipa air mata, sebuah perlindungan di setiap cobaan, seberkas cahaya di setiap penglihatan, dan sebuah jawaban di setiap doa…Met milad fiqih…Makan-makan nih…=D” (Silvi, alumni SMA 1 Bekasi yang sebentar lagi di wisuda, lulus dari UPI, 06.45)

“Hey yang lagi ultah! Pi bezde ya, Qih! Wis yu ol de’Bes…” (Dindit, Psikologi 2004, 06.53)

“Pos pos..Hey ada surat (dengan gambar amplop yang bertuliskan Anggie) Buka dunk! HAPPY BIRTHDAY FIQIH…n-n. Semoga sukses, sehat selalu, dan tetap semangat terus yupz. (Anggie, teman se-gank waktu SMP, 07.07)

“Assalam..hey kakakQ met ultah ya. Semoga sehat selalu, dimudahkan rizkinya, biar cepet selesai skripsinya, n jangan lupa traktirannya. Ya kirimin w pulsa lah..” (Fanny, adikku yang bontot, 07.30)

“Semangat kepahlawanan dan kekuatan cinta adalah sumber energi yang lahir dari keihlasan dan ketulusan niat. Tumbuh dan berkembang dalam lingkungan hati yang mulia dan luhur, mekar dan berbuah dalam jiwa yang bajik dan bijak…Anis Matta (Pahlawan, Pecinta, dan Pembelajar) Aaah semoga kita semua dapat merasakan keikhlasan itu…Met milad saudaraku! Barakallah untuk sisa hidupmu.” (Tyarin, Menteri Kastrat BEM Kema Unpad, 07.49)

“Hepi betdey kid! (^-^)” (Abu, Psikologi 2001, 08.04)

“Asw..kabarnya lagi milad ya ka? Barakallah…moga jadi pebisnis yang sukses dengan jual belinya dengan Allah, juga jual belinya dengan sesama manusia…Amiin.” (Hani Noor Ilahi, Fikom 2007, anak BPMU, 10.16)

“Asslm…Ka fiki, ultahkah hari ini? He2…Selamat ultah…semoga panjang umur, sehat sejahtera selalu, cukup rezeki, lancar karirnya, moga cepet lulus kuliahnya. Amien. Maaf ya Cuma bisa kasih doa…3)” (gak tercatat nomornya di HP, sepertinya Dini Psikologi 2007…?? 10.30)

“Asslam..semoga kehidupanmu adalah berkah…langkahmu adalah keistiqomahan…dakwahmu adalah cahaya…jiwamu adalah ketaqwaan…dan hatimu adalah keikhlasan…Met milad bro! (Listya, teman se-gank waktu SMP, temen SMA pula yang sekarang kuliah di IPB, 11.49)

“Faith makes all things possible…Hope makes all things works…Love makes all things beautiful…May you have all of this three…Happy bday! ^_^” (Ega, Psikologi 2006, 12.32)

“Untuk semua saudaraku yang milad hari ini, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan dalam setiap detik usianya, barakallah, semoga terus menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur.” (Desta, saudara seperjuangan, Psikologi 2005, 15.29)

“Met milad, cepet nikah.” (Wafa, temen SMA yang kuliah di ITB, 17.10)

“Ibnu Mas’ud: “Usiamu semakin berkurang seiring perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datang secara mendadak (Al-Fawaid, 147)” (Adit, Inswapala 18, 18.04)

“Selamat milad yang ke-23 untuk Fiqih Santoso, dan selamat hari sumpah pemuda yang ke-80….” (Jarkom PPSDMS dari Ilham ST., 18.19)

“Karena setiap nafas adalah kesempatan yang diberikan Allah untuk menciptakan skenario yang bisa kita banggakan di kemudian hari. Semoga Allah memberkahi usia kita…Met milad sahabatku, selamat berjuang untuk sesuatu yang lebih baik…Semoga makin dekat dengan Allah…Jangan lupa traktirannya ya…^_?” (Sirodj, sobat seperjuangan sebagai Alumni PPSDMS, Manajemen 2004, 19.00)

“Asw. Met milad bos! Mudah-mudahan lu bisa terus istiqomah sebagai muharik dakwah, begitupun dengan mad’u lu. Jadilah orang yang berguna. Manfaatkan tiap waktumu dalam bersyukur dan beribadah. Ws.” (Rika, teman di SBSV 2008, anak UI, 19.03)

 “Selamat milad buat akh Fiqih Santoso…semoga Allah menambah berkah dan rahmah dengan bertambahnya usia, n keep istiqomah…nagara PPSDMS 0608.” (Adi, Alumni PPSDMS, HI 2005, 19.18)

“Asslm..met ultah ya…he…he…he…” (Ziko, sobat SMP, guru billyard aye dulu…19.23)