Qum, Faanzir !
Bangkit dan berdirilah, susun barisan dan kekuatan. Barisan dan kesatuan Umat.
Canangkan seruan dan ancaman. Seruan kebenaran dan ancaman kebinasaan jika menolak atau menentang kebenaran. Gemakan sentiasa Kalam Ilahi, kumandangkan selalu suara dan seruan kebenaran.
Sampai peringatan ini ke kuping segala Insan! Gempitakan kepada dunia dan kepada manusia ajaran agama Tauhid, ajaran Cita dan Cinta.

Worabbaka fakabbir!

Besarkan Tuhanmu, di atas segala! Tiada kebenaran yang menyamai KebesaranNya. Tiada kekuasaan yang menyamai KekuasaanNya. Tiada urusan atau kepentingan yang lebih dari urusan dan kepentingan menjalankan perintahNya. Kecil semuanya dihadapan Allahu Akbar. Fana, lenyap dan binasa segala dalam ke BaqaanNya. Tiada ketakutan selain azab&siksaNya yang akan menimpa.
Tiada harapan selain ke RidhaanNya belaka. Tiada kesulitan apabila ruh telah bersambung dengan Maha Kebesaran dan Maha Kekuasaan Tuhan yang Tunggal itu.

Wathiabaka fathahhir!

Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu! Hanya dengan kesucian ruh jua Amanah dan Risalah ini dapat engkau jalankan.
Risalah dan Amanah ini adalah suci. Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumur dosa dan noda.
Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban berat ini.
Sucikanlah dirimu, lahir dan batin, baru engkau ajar manusia menempuh tugas dan beban berat ini.
Thahirum muthahir suci dan mensucikan, itulah peribadi Mukmin yang sejati.
Tangan yang berlumur darah maksiat tidak mungkin akan berbuat khairat kepada dunia dan manusia. Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan erti dunia dan manusia.

Warrujza fahjur !
Jauhilah maksiat, singkiri mungkarat! Dosa itu akan menodai dirimu, akan menghitamkan wajah riwayatmu.
Engkau tidak akan sanggup menghadap, jika mukamu tebal dan hitam dengan dosa dan maksiat, Namamu akan cemar dihadapan Rabbi, kalau laranganNya tidak engkau singkiri dan jauhi.
Bersihkanlah keluargamu, saudara dan tetanggamu, masyarakat bangsamu dan maksiat dan mungkarat dan dosa dan noda.
Bangsa dan Negaramu akan karam-tenggelam dalam lembab kehancuran dan kebinasaan, jikalau maksiat dan mungkarat telah menjadi pakaiannya. Makruf yang harus tegak dan mungkar yang harus roboh, adalah program perjuanganmu. Al-Haq yang mesti dimenangi dan bathil yang harus dibinasakan, adalah acara dan jihadmu.

Wala tumnun tastakthir’
Janganlah engkau memberi karena mengharapkan balasan yang banyak!
Jalankan tugas ini tanpa mengharapkan balasan dan ganjaran dan manusia..
Menjalankan tugas adalah berbakti dan mengabdi, tidak mengharapkan balasan dan pujian, keuntungan benda dan material.
Kekayaan manusia tidak cukup untuk “membalas” jasamu yang tidak ternilai itu. Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini akan kering dan ketiadaan Iman, kepercayaan dan, pegangan?
Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini lenyap ditelan kesepian, tiada suluh dan pelita? Bukankah tanpa engkau, hidup ini akan kerdil; hidup kehampaan dan segala kehampaan, karena tiada Iman dan Agama?
Kalau tidak adalah “penyeru-penyeru” baru datang ke dunia seperti engkau, alam ini seluruhnya akan tenggelam dalam kegelapan, kesepian dan kehampaan.
Jalankan tugas ini karena hanya mengharapkan ke Ridhaan Tuhanmu jua.

Walirabbika fasybir !
Karena Tuhanmu, hendaklah engkau bersabar!
Lakukanlah tugas dan kewajiban ini dengan segala kesabaran dan ketahanan.
Sabar menerima musibah yang menimpa, ujian dan cobaan yang datang silih berganti. Sabar menahan dan mengendalikan diri, menunggu pohon yang engkau tanam itu berbunga dan berbuah.
Tidak putus asa dan hilang harapan atau kecewa melihat hasil yang ada karena tidak seimbang dengan kegiatan dan pengorbanan yang diberikan. Hanya Ummat yang sabar yang akan mendapat kejayaan sejati dan kemenangan hakiki. Hanya Ummat yang sabar yang akan sampai kepada tujuan.

Hadza dzikrun!
Inilah enam peringatan dan enam arahan!
Untuk Mujahid Dakwah. Syahibud Dakwah, si Tukang Seru.
(‘Usrah dan dakwah’ Imam Hasan Al Banna)

– Dari seorang teman –