Suatu saat Hasan Al-Banna berkata: “Umat ini membutuhkan orang-orang yang luapan hatinya mampu menggenangi hati hati orang-orang di sekitarnya. Dan luapan robbani itu mereka mampu menggenangi hati orang-orang di sekitarnya kemudian. Maka dengan itu manusia dapat berubah dari suatu keadaan menuju keadaan yang lain. Dan manusia dapat berpindah dari kegelapan menuju cahaya.”
Kata-kata di atas kupersepsi menjadi pertanyaan. Bukan hanya satu, bahkan beberapa pertanyaan mampir ke dalam perenunganku, yang intinya…”Sudahkah luapan hatiku mampu menjadi sebuah luapan yang besar? Dan sudahkah luapan hatiku mampu menggenangi hati orang-orang di sekitarku?” Dan kemudian pertanyaan pertama tersebut setidaknya dapat dijawab ketika aku mencoba menjawab….

Apakah dadaku begitu lapang ketika mendapat masalah?
Apakah perasaanku senantiasa kembali kepada kampung akhirat?
Apakah perasaanku merasa terpisahkan dari dunia yang penuh tipu daya?
Apakah aku sedang bersiap menemui kematian sebelum datang waktunya?
Apakah hatiku bergetar ketika disebut-sebut nama Allah?

Kemudian pertanyaan kedua masih menjadi perenunganku….sekaligus coba kuingat-ingat hari-hari yang kulalui bersama sahabat-sahabat di sekitarku…

Ya Rabb…jadikanlah aku orang yang mampu mencintai-Mu, Rasulullah, dan mencintai sebanyak-banyaknya manusia…..