You are currently browsing the monthly archive for July 2011.

Tips-Tips Presentasi ini saya dapatkan dari file lama di flashdisk yang entah dikopi dari siapa. Ini adalah 4 topik untuk sukses presentasi yang disarikan (entah oleh siapa) dari seorang ahli, yang juga saya kagumi, Rhenald Kasali.
Setelah membaca isinya, saya kira tulisan ini wajib dishare untuk kepentingan umat. Semoga bermanfaat.

MENGEMBANGKAN TOPIK

Banyak orang yang menduga bahwa dirinya punya kemampuan yang sama dengan seorang presenter yang sedang melakukan presentasi. Mereka menduga dengan mengenal topiknya mereka bisa melakukan presentasi. Dugaan ini tentu saja keliru, sebab banyak orang yang cuma “merasa” mampu, bukan sesungguhnya mampu. Sebagian besar orang itu hanya berhenti di judul saja karena tak mampu mengembangkan topik itu dengan baik. Kalau disuruh bicara bisa jadi kalimatnya akan habis dalam lima menit, lalu melantur.
Supaya dapat melakukan presentasi dengan baik dan focus saudara tentu harus mengembangkan topik itu sebaik mungkin. Bagaimanakah caranya?
Pertama, perkayalah topik saudara dengan bacaan. Tanpa literature yang baik, topik saudara akan terasa miskin, atau mungkin tak memberi hal baru bagi orang lain.
Kedua, perkayalah topik saudara dengan hal yang sebenarnya sedang terjadi dalam dunia riil. Seorang presenter terkenal biasanya sudah dengan sendirinya didatangi oleh informasi, sedangkan seorang pemula harus mengumpulkannya sendiri. Saudara harus bertanya ke sana ke mari, untuk meyakinkan betul bahwa apa yang dikatakan literature sejalan dengan dunia riil.
Ketiga, latihlah otak berpikir dengan melakukan latihan presentasi di kalangan terbatas. Biasanya pada saat saudara berbicara, berkembang pemikiran-pemikiran baru yang muncul secara tiba-tiba. Catatlah baik-baik, lalu kembangkan perlahan-lahan. Pada prinsipnya, kalau sebuah topik dikembangkan, otak saudara akan mengajak saudara lebih jauh. Mekanisme activated spreading dalam otak kita memungkinkan kita mengaitkan satu kategori dengan kategori lainnya.
Keempat, pangkas bagian-bagian yang dirasakan membuat saudara tidak focus, menimbulkan keragu-raguan, atau membuat waktu presentasi tidak cukup.
Kelima, tulislah dalam bentuk kerangka berpikir sebelum materi disajikan. Saya akan mengajak pembaca menggunakan kerangka berpikir (logical structure) untuk mengembangkan topik ini pada presentasi selanjutnya.

MEMBANGUN LOGICAL STRUCTURE Read the rest of this entry »

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah pernah mengemukakan bahwa ada 10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT.
1. Membaca Al-Quran dengan perenungan yang mendalam dan berusaha memahami makna yang terkandung di dalamnya.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan tambahan atau amalan sunnah.
3. Mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati, lisan, atau dengan amal perbuatan.
4. Mendahulukan cinta kepada Allah atas cinta terhadap diri sendiri ketika menghadapi hawa nafsu dan mendahulukan ridho Allah atas ridho orang lain meskipun besar tantangannya.
5. Memperdalam diri untuk mengenali hati untuk bisa memperbaiki diri sendiri daripada sibuk melihat aib orang lain. Seseorang yang mengenali hatinya dan yakin dengan akhirat makan Allah akan mencukupkan maisyah (kebutuhan hidup) dirinya di dunia.
6. Senantiasa peka untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah dalam diri kita. (Silahkan direnungi Q.S Ar-Rahman)
7. Memiliki hati yang menangis atau tunduk di hadapan Allah dengan penuh ketawadhu’an. Setiap ujian hidup seharusnya membuat kita paham akan sebuah kebijaksanaan, bahwa ”Kita bukan apa-apa.”
8. Menyendiri bersama Allah di waktu turunnya Allah (waktu sepertiga malam terakhir) atau waktu-waktu terbaik. Jadilah ahli tahajud dengan cara tidak melakukan maksiat di siang hari, tidak makan sebelum tidur, dan bersiwak (gosok gigi) sebelum tidur.
9. Memperbanyak duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah, setia dengan jalan Allah, dan mengambil ucapan-ucapan yang baik dari mereka.
10. Menjauhi segala sebab yang menghalangi hati kita dari Allah. Sebab yang paling umum adalah bermaksiat kepada Allah. Jangan kita lihat kecilnya maksiat yang kita lakukan, tapi lihatlah besarnya kepada siapa kita bermaksiat.

(Disarikan dari Tausiyah KH. Zaenal Muttaqin Lc. (11 Juni 2011). Pada acara Majelis Dzikir Al-Matsurat, Thariq bin Ziad, Bekasi)

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
July 2011
S M T W T F S
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 100,961 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos