Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah pernah mengemukakan bahwa ada 10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT.
1. Membaca Al-Quran dengan perenungan yang mendalam dan berusaha memahami makna yang terkandung di dalamnya.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan tambahan atau amalan sunnah.
3. Mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati, lisan, atau dengan amal perbuatan.
4. Mendahulukan cinta kepada Allah atas cinta terhadap diri sendiri ketika menghadapi hawa nafsu dan mendahulukan ridho Allah atas ridho orang lain meskipun besar tantangannya.
5. Memperdalam diri untuk mengenali hati untuk bisa memperbaiki diri sendiri daripada sibuk melihat aib orang lain. Seseorang yang mengenali hatinya dan yakin dengan akhirat makan Allah akan mencukupkan maisyah (kebutuhan hidup) dirinya di dunia.
6. Senantiasa peka untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah dalam diri kita. (Silahkan direnungi Q.S Ar-Rahman)
7. Memiliki hati yang menangis atau tunduk di hadapan Allah dengan penuh ketawadhu’an. Setiap ujian hidup seharusnya membuat kita paham akan sebuah kebijaksanaan, bahwa ”Kita bukan apa-apa.”
8. Menyendiri bersama Allah di waktu turunnya Allah (waktu sepertiga malam terakhir) atau waktu-waktu terbaik. Jadilah ahli tahajud dengan cara tidak melakukan maksiat di siang hari, tidak makan sebelum tidur, dan bersiwak (gosok gigi) sebelum tidur.
9. Memperbanyak duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah, setia dengan jalan Allah, dan mengambil ucapan-ucapan yang baik dari mereka.
10. Menjauhi segala sebab yang menghalangi hati kita dari Allah. Sebab yang paling umum adalah bermaksiat kepada Allah. Jangan kita lihat kecilnya maksiat yang kita lakukan, tapi lihatlah besarnya kepada siapa kita bermaksiat.

(Disarikan dari Tausiyah KH. Zaenal Muttaqin Lc. (11 Juni 2011). Pada acara Majelis Dzikir Al-Matsurat, Thariq bin Ziad, Bekasi)