You are currently browsing the category archive for the ‘hidup sehari-hari’ category.

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah pernah mengemukakan bahwa ada 10 sebab seseorang mendapatkan cinta Allah SWT.
1. Membaca Al-Quran dengan perenungan yang mendalam dan berusaha memahami makna yang terkandung di dalamnya.
2. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan tambahan atau amalan sunnah.
3. Mengingat Allah dalam setiap keadaan, baik dengan hati, lisan, atau dengan amal perbuatan.
4. Mendahulukan cinta kepada Allah atas cinta terhadap diri sendiri ketika menghadapi hawa nafsu dan mendahulukan ridho Allah atas ridho orang lain meskipun besar tantangannya.
5. Memperdalam diri untuk mengenali hati untuk bisa memperbaiki diri sendiri daripada sibuk melihat aib orang lain. Seseorang yang mengenali hatinya dan yakin dengan akhirat makan Allah akan mencukupkan maisyah (kebutuhan hidup) dirinya di dunia.
6. Senantiasa peka untuk menyaksikan kebaikan-kebaikan Allah dan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah dalam diri kita. (Silahkan direnungi Q.S Ar-Rahman)
7. Memiliki hati yang menangis atau tunduk di hadapan Allah dengan penuh ketawadhu’an. Setiap ujian hidup seharusnya membuat kita paham akan sebuah kebijaksanaan, bahwa ”Kita bukan apa-apa.”
8. Menyendiri bersama Allah di waktu turunnya Allah (waktu sepertiga malam terakhir) atau waktu-waktu terbaik. Jadilah ahli tahajud dengan cara tidak melakukan maksiat di siang hari, tidak makan sebelum tidur, dan bersiwak (gosok gigi) sebelum tidur.
9. Memperbanyak duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah, setia dengan jalan Allah, dan mengambil ucapan-ucapan yang baik dari mereka.
10. Menjauhi segala sebab yang menghalangi hati kita dari Allah. Sebab yang paling umum adalah bermaksiat kepada Allah. Jangan kita lihat kecilnya maksiat yang kita lakukan, tapi lihatlah besarnya kepada siapa kita bermaksiat.

(Disarikan dari Tausiyah KH. Zaenal Muttaqin Lc. (11 Juni 2011). Pada acara Majelis Dzikir Al-Matsurat, Thariq bin Ziad, Bekasi)

PT. Astra Otoparts, Tbk memberikan kesempatan kepada lulusan S1 dan D3 dari Perguruan Tinggi ternama untuk bergabung dalam banyak posisi di dalam Astra Otoparts Group.

Lowongan tersedia untuk jurusan-jurusan di bawah ini:
Teknik Mesin (D3 & S1)
Teknik Elektro (D3 & S1)
Teknik Industri (D3 & S1)
Teknik Metalurgi/T.Material (S1)
Teknik Kimia (S1)
Teknik Informatika (S1)
Teknik Lingkungan (S1)
Akuntansi (D3 & S1)
Hukum (S1)
Manajemen (S1)
Psikologi (S1)

Pendaftaran dilakukan melalui email dengan mengirimkan CV dalam bentuk pdf paling lambat tanggal 30 Juli2010 ke alamat email recruitment@component.astra.co.id

Semoga informasi Lowongan Kerja ini bermanfaat untuk teman-teman. Informasi lebih lengkap, silahkan buka link di bawah ini:

Loker AOP Juli 2010

Dalam perjalanan sejarah, kita menemukan begitu banyak peristiwa-peristiwa perjuangan yang melibatkan mahasiswa sebagai garda terdepan. Mahasiswa bukan hanya berperan sebagai insan akademis tetapi juga insan masyarakat. Jelas sekali bahwa mahasiswa memiliki peran ganda, selain dia sebagai perserta didik, dia juga berperan sebagai insan yang peduli dengan kondisi masyarakatnya.

Dalam lembaran sejarah itu pula kita melihat bahwa mahasiswa akan mampu memainkan peran dan fungsinya secara optimal apabila mereka memiliki limgkungan yang bisa membentuknya, itulah yang disebut dunia kampus. Kampus adalah laboraturium mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menghadapi dunia luar yang lebih ganas.

Untuk itu perlu dibangun sebuah kampus yang seimbang dari segi akademis dan sisi aktualisasi diri mahasiswa. Aktualisasi mahasiswa dapat berkembang apabila ada sebuah wadah yang memayunginya. Wadah tersebutlah yang kita sebut Organisasi Kemahasiswaan. Organisasi Kemahasiswaan adalah sebagai wadah formal yang berperan mengaspirasikan kepentingan seluruh mahasiswa unpad.

Di lingkungan UNPAD sendiri sejak tahun 1996 Organisasi Kemahasiswaan di tingkat universitas mengalami kekosongan. Baru sekitar tahun 2002 kita memiliki wadah kemahasiswaan di tingkat universitas yang kita kenal saat ini dengan nama KEMA UNPAD. Dibawah ini akan diceritakan sejarah panjang pembentukan KEMA (Keluarga Mahasiswa) UNPAD agar kita selaku mahasiswa UNPAD mempunyai rasa memiliki yang besar terhadap organisasi ini.

PEMBENTUKAN KEMA UNPAD

Proses pembentukan KEMA UNPAD sangatlah berat, ini bisa kita lihat dari mulai tahun 1996 mengalami kekosongan, baru pada tahun 2002 kita dapat membentuk kembali. Berarti dibutuhkan waktu lima tahun untuk proses pembentukannya. Ini bukan waktu yang sebentar untuk proses pembentukannya, tetapi Read the rest of this entry »

Tantangan di paska kampus adalah bagaimana kita secara aktif bergerak secara vertikal maupun horizontal. Dalam menjalani karier, setiap orang memiliki start position yang berbeda-beda.
Saat ini masyarakat telah mengalami proses perubahan yang loncatannya sangat tinggi. Kita bisa melihat sebuah fenomena di Amerika Serikat, yang pada 50 tahun yang lalu orang kulit hitam sangat didiskriminasi, namun saat ini seorang kulit hitam jadi presiden. Dalam konteks arus informasikita juga bias melihat bahwa seorang mahasiswa junior bias dengan jauh meninggalkan seniornya untuk menguasai sebuah bidang ilmu, bahkan bias jadi seorang mengalahkan dosennya. Oleh karena itu, sebagai pemimpin kita harus bisa mempersiapkan diri untuk dapat menghadapi loncatan besar perubahan dalam masyarakat.
Ada 3 tipe orang dalam menghadapi proses yang berubah dengan cepat ini:
1. Fast tracker. Orang yang lari cepat dalam jalur cepat. Otomatis orang-orang yang seperti ini adalah orang yang mempersiapkan diri dengan baik. Dia memiliki tujuan yang fokus dan perencanaan yang matang. Dia merasa bahwa setiap saat ditantang oleh keadaan. Dalam beberapa keadaan dia akan merasa sendiri karena menjadi orang yang terdepan dan paling cepat.
2. Specialist. Orang yang tekun dalam sebuah organisasi yang menjadi ahli dalam sebuah bidang. Dia menjadi orang yang sangat focus dan berupaya menambah ilmu khusus di bidang yang ia tekuni tersebut. Ia hanya nyaman di area dan bidangnya dan tidak bias keluar dari area atau bidang keahliannya.
3. Executor/generalist. Seseorang yang tidak berfokus dan tidak menonjol tapi memliki komitmen yang kuat dan kemampuan bekerja yang baik. Dia merupakan seorang “Pahlawan tak dkenal.”

Posisi orang tergantung pada gerak langkahnya, jika lambat maka hanya akan dapat sekedarnya. Jika menginginkan hal yang puncak, maka harus “berlari cepat” dan “membuka mata”. Seseorang yang fast tracker akan disorot banyak pihak dan begitu banyak resiko dan effort-nya. Jika memilih jalan yang tidak memiliki resiko besar maka kita bisa memilih untuk berjalan di jalur specialist.

Refleksi terhadap karier Kemal Stamboel.

Setelah lulus SMA masuk PT di jurusan Psikologi Unpad. Setelah menempuh pendidikan 6 tahun dan lulus, saya kemudian bekerja di sebuah perusahaan. Disana saya belajar untuk menjalani sebuah proses perusahaan yang luar biasa membekali banyak hal. Kemudian saya menjadi konsultan SDM. Setelah itu saya memilih jalur pendidikan S2 Finance di Amerika Serikat (MBA) dan menjadi Direktur di Price Waterhouse. Kemudian saya berpindah lagi kepada jalur IT. Saya juga aktif di BRR Aceh sebagai badan pengawasan keuangan. Ketika presiden membentuk Dewan Teknologi dan Komunikasi Nasional, saya ditunjuk menjadi Wakil. Kemudian saat ini saya menjadi calon anggota legislatif.
“Kita tidak harus stuck di satu bidang, kita bisa move around. Hal yang trepenting untuk membekalinya adalah pengalaman manajerial dan kemampuan leadership.Bersiaplah menghadapi tahun 2014, karena pada tahun itu terdapat peluang yang besarbagi para pemuda untuk meloncat jauh.”
“Hal yang terpenting dari sebuah pekerjaan adalah excitement, jangan sampai kita terseret dalam comfort zone dimana kita bekerja dengan “kenyamanan semu” sehingga tidak berbahagia dan bergelora. Jika bertahan, maka sama saja kita membangun depresi pada diri sendiri.”

Hasil cerna ketika berdiskusi dengan Kemal Stamboel, Dewan Penasehat PPSDMS

Pertemuan alumni merupakan sesuatu yang lebih strategis dibandingkan dengan pembinaan peserta asrama. Masa-masa dalam pembinaan asrama merupakan fondasi, sedangkan pada saat alumni sudah menjadi sesuatu yang bisa terlihat oleh masyarakat luas melaluikarya dan kontribusi yang diberikan seorang alumni.
Dalam menjalani dunia paska kampus, diantara kita ada yang digariskan Allah menjadi pegawai, ada yang menjadi entrepreneur, ada yang menjadi politikus. Semuanya akan baik jika kita bekerja sesuai denga petunjuk Allah swt. Kemuliaan tidak disebabkan oleh bidang atau posisi yang kita geluti namun oleh sejauh apa kontribusi optimal yang dilakukan dalam bidang atau posisi tersebut.

Bekerja sebagai pegawai memiliki jenjang karier sebagai berikut:
1. Staf dan manajemen tingkat I (staf, asissten manajer, manajer/kasubbag)  biasa ditempuh dalam 5-10 tahun, jika sudah 10 tahun belum mendapatkan posisi menjadi manajer, maka ada masalah pada kompetensi kerja kita.
2. Manajer menengah (General management, senior management, direksi)
3. Manajemen puncak (Direktur, Dirut, komisaris, KPK, Dubes, Staf ahli menteri, staf ahli kepresidenan, Menteri, Wapres, Presiden)

Yang menjadi rumusan ketika menjalani karier adalah:
1. Pada awal karier yang sangat dibutuhkan adalah kompetensi, bekerja keras dan cerdas, ringan tangan dalam membantu orang, junjung tinggi kejujuran, rajin berdoa dan bertawakal. Yang dipikirkan adalah prestasi, kehadiran, kerja keras.
2. Karakteristik dari manajer tingkat kedua adalah sudah membutuhkan “trik berelasi”. Seseorang yang sukses dalam fase ini adalah yang tidak akan mengancam kedudukan atasan. Namun yang perlu diperhatikan adalah “PERTAHANKAN IDEALISME”. Dalam fase ini tantangan untuk melakukan pelanggaran terhadap idealisme kita sudah cukup besar. Camkan bahwa sekali kita membuat dosa maka akan membuka peluang-peluang dosa yang lebih besar.
3. Semakin tinggi karier, maka yang dibutuhkan adalah relationship/ koneksi/ silaturahmi/ ukhuwah. Seseorang yang dipilih menjadi top level management, merupakan seseorang yang mendapatkan rekomendasi dari orang-orang penting dalam skala nasional. Membutuhkan kemampuan relasi dan berjejaring yang luas dan lebih mengarah mobilitas vertikal kapada para pemegang kebijakan teritnggi. tapi sekali lagi ditekankan “JANGAN KARENA ALASAN MENCAPAI SUATU HASIL KITA MELANGGAR HUKUM ALLAH”. Kita harus berjuang untuk menjalani perjuangan sesuai jalan yang Alah ridhoi.
Dalam mencapai sesuatu, hal yang menjadi dasarnya adalah niat, usaha, dan doa. Namun jangan pernah terpaku pada hasil. Jikalau kita gagal mencapai suatu hasil tertentu hal itu adalah ujian kesabaran dan keimanan kita kepada Allah swt.

Bagaimana agar kita tetap istiqomah di dunia paska kampus?

Beberapa fenomena menceritakan bahwa seorang mahasiswa yang idealismenya tinggi dan berkoar-koar menentang ketidakadilan, namun saat diberikan jabatan menjadi seorang yang tiran sebagaimana yang ia protes dulu. Hal ini harus menjadi pembelajaran sejarah bagi kita untuk tidak terjerumus ke dalam jalan yang salah itu. Untuk itu ada beberapa kunci yang perlu kita renungi:
1. Yakini bahwa tujuan kita di dunia adalah masuk syurga.
2. Yakini bahwa kita akan dihisab oleh Allah swt.
3. Yakini bahwa Allah senantiasa melihat dan merekam apa yang kita perbuat.

Hasil cerna dari diskusi bersama, Bambang Priantono, Dewan Penyantun PPSDMS

Pernah berpikir jauh gak tentang kesehatan Rasulullah SAW? Dalam shirohnya Rasulullah SAW hanya sakit 2 kali!! Padahal begitu sibuknya beliau dan tidak pernah jauh dari kondisi stress. Dalam analisisku, hal terbesar yang paling berpengaruh terhadap kesehatan beliau yang luar biasa tersebut adalah keimanan beliau yang tanpa hijab terhadap Allah SWT. Nah, dengan kondisi keimanan yang naik-turun, sudah selayaknya kita juga berikhtiar secara fisik untuk menjaga kesehatan.

Salah satu yang sekarang sering kulakukan adalah mengkonsumsi Habbatussauda. Habbatussauda atau Nigella Sativa telah di pakai sejak jaman Mesir Kuno dan ketika jaman Nabi Muhammad SAW pemakaian Nigella Sativa atau Habbatussauda ini sangat di anjurkan oleh beliau. Hal ini terbukti dengan banyaknya hadits Shahih yang menjelaskannya. Salah satu hadist yang menurutku mampu menjadi kekuatan marketing yang mantap bagi para pengusaha Habbatussauda adalah:

“Sesungguhnya di dalam Habbatussauda terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian.” (HR. Bukhori 5688/ Fathul Baari X/ 143 dan Muslim 2215).

Dulu pertama kali aku mendengar hadist ini, aku langsung tertarik membelinya. Namun, pada saat itu harganya masih mahal, sekitar Rp 85.000,-/100 kapsul. Karena belakangan ini persaingan produk Habbatussauda sudah semakin kompetitif, maka harganya turun. Terakhir kemarin aku membeli seharga Rp 22.500,-/120 kapsul. Kasiat yang kurasakan saat ini memang sesuai dengan apa yang jadi keterangan khasiat di botolnya. Rasanya memang kesehatan lebih terjaga, tidak mudah sakit. Padahal aku harus sering-sering bolak-balik Bandung-Jatinangor, keseringan pakai motor lagi. Dan kalau pulang ke Bandung seringkali harus berhujan-hujanan ria. Yah setidaknya ini bisa mengimbangi pola makanku yang masih buruk, dengan menu yang cuma sekadarnya dan tidak memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Bagi teman-teman yang ingin berikhtiar menjaga amanah kesehatan dari Allah, patut mencoba Habbatussauda…Cah…promosi…(aye bukan sales Habbatussauda yak…tapi kalau mau beli banyak hubungi aye aja…hehehehe…).

Ada yang membuatku kembali meresapi hari dengan dalam hari ini dan menikmati kesengajaanku untuk sendiri di malam hari. Sebuah sms dari adik mentoringku (baca:mutarobbi) yang membalas sms tausiyahku tentang keistiqomahan. Akhi tercinta ini mengutip untaian mutiara keimanan dari seorang Ahlul Haq, Ustadz Rahmat Abdullah Allahuyarham….

“Teruslah bergerak, hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga KELESUAN itu LESU menemanimu.”

Dalam perenunganku terhadap rangkaian makna yang terselubung di dalamnya, ini adalah sebuah paduan antara keimanan dan amal, antara pemikiran dan perasaan, antara pergantian kesuksesan dan kegagalan seorang Al-Akh yang mencoba menembus batas-batas kemanusiaannya (baca: pemakluman bahwa kita manusia). Seseorang yang mampu menghadirkan suasana perjuangan Islam pada jaman Rasulullah SAW menjadi sesuatu yang bisa hidup dalam kekinian dan kedisinian. Ketika banyak orang terlunta mengeja harapan, ketika sebagian besar orang lupa dengan kata keniscayaan.

Ya akhi, adikku tercinta, semoga hasil perenungan ini menjadi pahala yang mengalir pada darahmu. Semoga aku mampu mengejawantahkan dalam semarak amal-amal perjuanganku hingga kebaikannya pun menjadi kebaikanmu.

Seringkali secara tak sadar kita menemukan orang besar di sekitar kita, yang mampu menjadi inspirasi bagi kita untuk mencapai mimpi-mimpi. Mimpi-mimpi yang pada suatu titik kehidupan kita pernah mampu melampaui ruang batas, tidak hanya menggantungkan di langit. Mimpi-mimpi yang mampu memacu adrenalin kita untuk ters berkarya tanpa henti dan mengharamkan keterdiaman! Iya benar…mimpi yang menggambarkan suatu fase ketika kita telah menuai cinta-Nya di surga kelak. Ternyata orang itu kini telah banyak hadir di sekitar kita…di kampus kita…di kosan kita…di jalan-jalan yang kita lalui…di rumah makan yang sering kita singgahi…dan seperti fenomena yang coba aku kulik hikmahnya adalah di sms-sms yang kita terima…

Tugas kita sangat sederhana, yaitu menangkap suatu sudut inspiratif dari setiap gerak verbal ataupun non-verbal orang-orang itu, dimana setiap detik mampu menjadi hikmah. Yang menjadi tidak sederhana adalah ketika kita yang terbiasa memberi (baca: jadi pembicara, jadi ketua/pimpinan organisasi, trainer, guru, dosen, pementor, murobbi) harus dengan total meninggalkan atribut-atribut tersebut, untuk lebih jujur mengagumi orang-orang di sekitar kita.

Subhanallah…ternyata sarana tarbiyah begitu luasnya…aku tambah satu lagi…selain halaqoh, mukhoyam, ta’lim, dan kawan-kawan…adalah “Iseng dengan penuh kesengajaan memperhatikan orang lain.” Memperhatikan orang lain ini termasuk mendalami maksud dari sms yang dikirimnya, tidak lewat begitu saja dalam pilihan “delete” kita. Dan tidak hanya menjadi penghias inbox kita belaka…

Apa yang akan seseorang lakukan jika dia mengetahui bahwa esok atau lusa maut akan menjemputnya?

Aku coba memulai perenungan ini dari awal, perenungan yang terwaktui pada hari lahirku. Dalam hitungan Masehi, tanggal 28 Oktober 2008, yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda yang ke-80 ini adalah tibanya usiaku pada angka 23 tahun. Sebuah usia yang sudah tidak bisa dikatakan remaja, dan dalam perspektif psikologi perkembangan sudah masuk dalam fase awal. Namun deru pertanyaan kemudian banyak menyertai perenungan pada momentum ini. Aku bertanya…wahai fiqih!!! Apa artinya diri kamu? Apa makna kehadiranmu bagi dunia ini? Sudahkah kau renungi betapa banyaknya nikmat yang Allah limpahkan kepadamu? Aku jadi teringat sms teman (Adit IWP 18) yang terkirim pukul 18.04…Ibnu Mas’ud:”Usiamu semakin berkurang seiring perjalanan waktu, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian datang secara mendadak (Al-Fawaid, 147). Subhanallah…betapa sesungguhnya maut itu sangat dekat dan mengintaiku dari segala penjuru…Sementara, keyakinanku belum bulat tentang tercapainya harapan menggapai Ridho-Nya….

Jika usia telah menginjak 23 tahun, maka berapa umurku? Mungkin 1 menit lagi kah sehingga aku tidak sempat menyelesaikan tulisan ini? Atau satu jam? Satu hari? Satu minggu lagi? Satu bulan? Tahun? Hanya harap yang kini kuselipkan dalam langkah-langkahku yang gontai mengingat kematian. Kematian yang bahkan seorang kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW, merasakannya sangat menyakitkan. Aku menyadari, setiap kali mengingatnya maka mereduplah senyumku, hilanglah beberapa keceriaanku.

Read the rest of this entry »

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Berkehendak dan Pemberi Pelajaran….

Subuh ini, Rabu 3 September 2008, asrama PPSDMS angkatan IV yang tercinta heboh dengan kejadian hilangnya 2 buah laptop dan 5 buah handphone. Dengan para penghuni yang semuanya sholat Subuh di masjid, para maling – yang semoga diberikan Allah petunjuk – leluasa untuk mengambil barang-barang teman-teman asrama. Dalam hitungan kami, sekitar 3-4 menit para maling tersebut melakukan aksinya. Bahkan, Asep, salah satu peserta PPSDMS sempat melihat seseorang membawa tas belok ke sebuah gang kecil yang arahnya bisa menuju ke Bangbayang dan Kanayakan dan satu lagi berpapasan di area asrama kami. Memang sudah dalam rencana Allah, Asep gak “ngeh” dengan peristiwa itu, pasalnya maling tersebut berjalan santai tanpa terlihat “riweuh”.

Semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana kita bisa belajar atas kejadian ini. Seperti motto yang sering kuungkapkan setiap kali mengisi training…”Setiap kejadian pasti ada hikmah, beruntunglah orang-orang yang mendapatkannya…” Memang sebuah kesalahan fatal ketika pintu utama tidak kami kunci, ditambah lagi pintu belakang yang aksesnya cukup terbuka juga luput dari pandangan kami. Gorden kamar atas – yang barangnya hilang- juga terbuka sehingga mudah di pantau dari luar. Pasti malingnya cukup profesional dan sudah beberapa hari sebelumnya merencanakan ini. Namun, tetaplah Allah yang pastinya sudah merencanakan kejadian ini, entah untuk hikmah seperti apa. Mungkin ini adalah sebuah teguran kami yang masih kurang amanah menjaga harta titipan Allah. Juga menjadi sebuah indikator keimanan kami, apakah keimanan kami dapat goyah karena ujian ini sehingga berprasangka buruk terhadap Allah? Atau bahakan menghayati dan semakin mengimani bahwa sesungguhnya Allah sedang memperlihatkan cinta-Nya dengan membuat rencana seperti ini? Semoga kami sanggup untuk mencerna kejadian hari ini dengan pilihan pertanyaan yang terakhir tadi.

Di samping itu, usaha tetap harus dilakukan untuk mengembalikan barang-barang tersebut. Read the rest of this entry »

” Jika hujan turun lama dan deras.

Coba lihatlah keluar..Hitung dan rasakan banyaknya rintik hujan yang turun dari langit..

Sebanyak itulah aku bersyukur memliki teman sepertimu..

Maaf lahir batin.”

Pesan singkat di atas adalah satu dari berpuluh-puluh sms yang mampir di handphone-ku dalam 4 hari terakhir ini. Memang sudah terbiasa jika sebelum Ramadhan, umat muslim saling mengucapkan selamat Ramadhan dan minta maaf tentunya. Menurutku budaya seperti ini sangat mulia sehingga umat ini terbiasa untuk menyambut dan mempersiapkan Ramadhan dengan pakaian takwa terbaik.

Kembali lagi pada pesan singkat di atas…Ketika membacanya serentak berjuta memoriku terbuka menyajikan gambaran para sahabatku. Sahabat-sahabat yang selama ini – tanpa mereka sadari – menjadi guruku, sahabat-sahabat yang selama ini membantuku memaknai hari-hari, sahabat-sahabat yang tampak pada dirinya cahaya untuk mengingatkanku tentang Allah. Ya Allah…muliakanlah mereka, gantilah amal mereka sesuai dengan janji-Mu akan perdagangan mulia…

Lalu pertanyaannya…Seberapa banyak aku mensyukuri keberadaan mereka? Read the rest of this entry »

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
August 2017
S M T W T F S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 101,099 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara