You are currently browsing the category archive for the ‘tulisan reflektif’ category.

Paska kampus merupakan sebuah arena pertarungan dimana semua orang berkompetisi meraih hal yang diinginkan. Dalam era ini seorang pemuda telah disuguhi banyak pilihan dan kesempatan. Pilihan itu menentukan sejauh apa lompatan seseorang dalam pengembangan diri dan karirnya. Sedangkan kesempatan juga memiliki peran yang cukup strategis untuk mendukung keberhasilan seseorang. Jadi, kita mesti dengan sadar menentukan pilihan dan menjemput kesempatan.

Dalam menentukan pilihan terkadang kita memang mesti menjalani pilihan-pilihan yang “kurang tepat” untuk kemudian mengetahui jalan yang tepat. Prinsipnya adalah terus bergerak dan memahami arah gerak kita. Bergerak akan membawa kita memperluas pengalaman kehidupan kita sedangkan memahami akan menganugerahkan kita infromasi penting tentang siapa dan sejauh mana kapasitas kita. Untuk meminimalisir waktu tempuh perjalanan pada pilihan yang “kurang tepat”, kita perlu berakrab-akrab diri dengan diri sendiri. Mengenal kelebihan dan kekurangan. Di samping itu kita juga perlu banyak informasi eksternal agar mampu menyadari peluang dan tantangan yang hadir di sekitar kita.

Mengenal kelebihan dan kekurangan diri dapat ditempuh dengan seringnya kita melakukan aktivitas muhasabah atau evaluasi diri. Evaluasi diri juga bisa dilakukan dengan meminta pendapat rekan sekerja atau teman sepergaulan. Jika evaluasi diri telah terbiasa dilakukan maka kalkulasi untuk meraih lompatan besar akan lebih akurat. Bila karir yang anda inginkan adalah seorang peneliti di laboratorium yang meraih nobel ilmiah, maka pastikan bahwa anda adalah orang yang sabar, teliti, tekun, dan tidak membutuhkan banyak interaksi dengan orang lain.

Dalam konteks eksternal, menyadari peluang dan tantangan yang hadir di sekitar kita dapat dipercepat dengan banyak mengakses informasi mengenai bidang yang ingin digeluti dan belajar dengan tokoh senior yang bisa diteladani perjalanan hidupnya. Sebagaimana tujuan inner circle PPSDMS, yaitu mempercepat mobilitas vertical maupun horizontal, berinteraksi dengan tokoh senior merupakan sarana yang tepat untuk meraih lompatan besar. Namun, jangan sampai kita terjebak dengan mengikuti pilihan hidup tokoh tersebut. Hal ini diungkapkan Pak Kemal Stamboel bahwa “There is no a fixed formula applied for all.”

Jika anda memilih cita-cita menjadi pimpinan tertinggi sebuah perusahaan, maka yakinlah bahwa “Everyone can be in the board”. Ada suatu masa dimana jika anda bukan engineer maka anda tidak bisa masuk dalam BoD (Board of Director). Kemudian siklus itu berubah ketika industri keuangan dan pasar modal sedang booming, sehingga terciptalah pakem jika anda tidak berlatar belakang finance maka anda tidak bisa masuk dalam BoD. Dari fakta ini sebenarnya setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pimpinan tertinggi dari suatu perusahaan. Dengan kondisi industri yang bergulir dengan cepat, maka seseorang yang layak untuk masuk BoD adalah orang yang mampu menerjemahkan kebutuhan perusahaannya secara menyeluruh dan strategis. Misalnya seorang HRD staff akan dipandang berharga jika dia mampu memberikan kontribusi ke perusahaan tidak hanya dalam bentuk jumlah orang yang direkrut dan dilatih, tetapi juga mampu menerjemahkan kinerja HRD dalam ukuran profit/loss bagi perusahaan. Selain itu seorang yang berkecimpung di dunia HRD juga sangat berarti jika ia mampu memetakan talenta-talenta terbaik perusahaan di masa depan. Jadi intinya, bagaimana kita bergerak dari fungsi administrative menjadi fungsi strategis. Oleh karena itu bagi siapa saja yang ingin menjadi orang nomor satu di perusahaannya, maka harus terus meningkatkan pengetahuannya, membaca buku-buku strategis, berbicara layaknya CEO dan akhirnya pantas untuk menjadi CEO.

Advertisements

Belakangan ini kepalaku dipenuhi oleh berbagai tuntutan yang berusaha kupersepsi sebagai tantangan. Memang ada kalanya aku terjebak pada persepsi yang negatif tentang tuntutan, dan kemudian kembali bangun lagi dengan persepsi positif tentang tantangan, begitu yang terjadi secara terus menerus berdinamika. Ingin rasanya aku memiliki kekuatan untuk selalu mampu tersenyum dengan segala lelahku, seperti yang pernah kualami, ketika aku mampu merasakan senantiasa bersama yang kucinta…Allah. Ingin rasanya aku membuka hati ini kemudian mendorong dinding-dindingnya agar semakin luas.

Ternyata setiap fase kehidupan memiliki persimpangan jalan. Sebelumnya, setelah aku merasa mampu menyelesaikan beberapa perdebatan dalam diriku…aku sudah tinggal menikmati amalnya saja. Namun, kondisi berada di sebuah percabangan, dan harus memilih, terus terjadi. Jika dalam tataran amal yang kupersembahkan adalah menuntut kegembiraan dalam melewati cobaan-cobaannya, sedangkan jika berada di persimpang jalan itu sungguh melelahkan. Karena sesungguhnya aku tidak mau memilih, dan tamak untuk mengambil semuanya. Dan aku “harus” belajar tentang apa itu fokus, dan menanggalkan beberapa bagian mimpiku. Ahh…dasar seorang pemimpi…

Lagi-lagi aku kembali pada sebuah filosofi sekaligus realita hidup, bahwa hidup ini harus memilih…setidaknya dalam waktu sekarang ini…Ya Rabb…tunjukkan aku jalan yang lurus…

Suatu saat Hasan Al-Banna berkata: “Umat ini membutuhkan orang-orang yang luapan hatinya mampu menggenangi hati hati orang-orang di sekitarnya. Dan luapan robbani itu mereka mampu menggenangi hati orang-orang di sekitarnya kemudian. Maka dengan itu manusia dapat berubah dari suatu keadaan menuju keadaan yang lain. Dan manusia dapat berpindah dari kegelapan menuju cahaya.”
Kata-kata di atas kupersepsi menjadi pertanyaan. Bukan hanya satu, bahkan beberapa pertanyaan mampir ke dalam perenunganku, yang intinya…”Sudahkah luapan hatiku mampu menjadi sebuah luapan yang besar? Dan sudahkah luapan hatiku mampu menggenangi hati orang-orang di sekitarku?” Dan kemudian pertanyaan pertama tersebut setidaknya dapat dijawab ketika aku mencoba menjawab….

Apakah dadaku begitu lapang ketika mendapat masalah?
Apakah perasaanku senantiasa kembali kepada kampung akhirat?
Apakah perasaanku merasa terpisahkan dari dunia yang penuh tipu daya?
Apakah aku sedang bersiap menemui kematian sebelum datang waktunya?
Apakah hatiku bergetar ketika disebut-sebut nama Allah?

Kemudian pertanyaan kedua masih menjadi perenunganku….sekaligus coba kuingat-ingat hari-hari yang kulalui bersama sahabat-sahabat di sekitarku…

Ya Rabb…jadikanlah aku orang yang mampu mencintai-Mu, Rasulullah, dan mencintai sebanyak-banyaknya manusia…..

Ada yang membuatku kembali meresapi hari dengan dalam hari ini dan menikmati kesengajaanku untuk sendiri di malam hari. Sebuah sms dari adik mentoringku (baca:mutarobbi) yang membalas sms tausiyahku tentang keistiqomahan. Akhi tercinta ini mengutip untaian mutiara keimanan dari seorang Ahlul Haq, Ustadz Rahmat Abdullah Allahuyarham….

“Teruslah bergerak, hingga KELELAHAN itu LELAH mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga KEBOSANAN itu BOSAN mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga KELETIHAN itu LETIH bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga KEFUTURAN itu FUTUR menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga KELESUAN itu LESU menemanimu.”

Dalam perenunganku terhadap rangkaian makna yang terselubung di dalamnya, ini adalah sebuah paduan antara keimanan dan amal, antara pemikiran dan perasaan, antara pergantian kesuksesan dan kegagalan seorang Al-Akh yang mencoba menembus batas-batas kemanusiaannya (baca: pemakluman bahwa kita manusia). Seseorang yang mampu menghadirkan suasana perjuangan Islam pada jaman Rasulullah SAW menjadi sesuatu yang bisa hidup dalam kekinian dan kedisinian. Ketika banyak orang terlunta mengeja harapan, ketika sebagian besar orang lupa dengan kata keniscayaan.

Ya akhi, adikku tercinta, semoga hasil perenungan ini menjadi pahala yang mengalir pada darahmu. Semoga aku mampu mengejawantahkan dalam semarak amal-amal perjuanganku hingga kebaikannya pun menjadi kebaikanmu.

Seringkali secara tak sadar kita menemukan orang besar di sekitar kita, yang mampu menjadi inspirasi bagi kita untuk mencapai mimpi-mimpi. Mimpi-mimpi yang pada suatu titik kehidupan kita pernah mampu melampaui ruang batas, tidak hanya menggantungkan di langit. Mimpi-mimpi yang mampu memacu adrenalin kita untuk ters berkarya tanpa henti dan mengharamkan keterdiaman! Iya benar…mimpi yang menggambarkan suatu fase ketika kita telah menuai cinta-Nya di surga kelak. Ternyata orang itu kini telah banyak hadir di sekitar kita…di kampus kita…di kosan kita…di jalan-jalan yang kita lalui…di rumah makan yang sering kita singgahi…dan seperti fenomena yang coba aku kulik hikmahnya adalah di sms-sms yang kita terima…

Tugas kita sangat sederhana, yaitu menangkap suatu sudut inspiratif dari setiap gerak verbal ataupun non-verbal orang-orang itu, dimana setiap detik mampu menjadi hikmah. Yang menjadi tidak sederhana adalah ketika kita yang terbiasa memberi (baca: jadi pembicara, jadi ketua/pimpinan organisasi, trainer, guru, dosen, pementor, murobbi) harus dengan total meninggalkan atribut-atribut tersebut, untuk lebih jujur mengagumi orang-orang di sekitar kita.

Subhanallah…ternyata sarana tarbiyah begitu luasnya…aku tambah satu lagi…selain halaqoh, mukhoyam, ta’lim, dan kawan-kawan…adalah “Iseng dengan penuh kesengajaan memperhatikan orang lain.” Memperhatikan orang lain ini termasuk mendalami maksud dari sms yang dikirimnya, tidak lewat begitu saja dalam pilihan “delete” kita. Dan tidak hanya menjadi penghias inbox kita belaka…

Qum, Faanzir !
Bangkit dan berdirilah, susun barisan dan kekuatan. Barisan dan kesatuan Umat.
Canangkan seruan dan ancaman. Seruan kebenaran dan ancaman kebinasaan jika menolak atau menentang kebenaran. Gemakan sentiasa Kalam Ilahi, kumandangkan selalu suara dan seruan kebenaran.
Sampai peringatan ini ke kuping segala Insan! Gempitakan kepada dunia dan kepada manusia ajaran agama Tauhid, ajaran Cita dan Cinta.

Worabbaka fakabbir!

Besarkan Tuhanmu, di atas segala! Tiada kebenaran yang menyamai KebesaranNya. Tiada kekuasaan yang menyamai KekuasaanNya. Tiada urusan atau kepentingan yang lebih dari urusan dan kepentingan menjalankan perintahNya. Kecil semuanya dihadapan Allahu Akbar. Fana, lenyap dan binasa segala dalam ke BaqaanNya. Tiada ketakutan selain azab&siksaNya yang akan menimpa.
Tiada harapan selain ke RidhaanNya belaka. Tiada kesulitan apabila ruh telah bersambung dengan Maha Kebesaran dan Maha Kekuasaan Tuhan yang Tunggal itu.

Wathiabaka fathahhir!

Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu! Hanya dengan kesucian ruh jua Amanah dan Risalah ini dapat engkau jalankan.
Risalah dan Amanah ini adalah suci. Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumur dosa dan noda.
Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban berat ini.
Sucikanlah dirimu, lahir dan batin, baru engkau ajar manusia menempuh tugas dan beban berat ini.
Thahirum muthahir suci dan mensucikan, itulah peribadi Mukmin yang sejati.
Tangan yang berlumur darah maksiat tidak mungkin akan berbuat khairat kepada dunia dan manusia. Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan erti dunia dan manusia.

Warrujza fahjur !
Jauhilah maksiat, singkiri mungkarat! Dosa itu akan menodai dirimu, akan menghitamkan wajah riwayatmu.
Engkau tidak akan sanggup menghadap, jika mukamu tebal dan hitam dengan dosa dan maksiat, Namamu akan cemar dihadapan Rabbi, kalau laranganNya tidak engkau singkiri dan jauhi.
Bersihkanlah keluargamu, saudara dan tetanggamu, masyarakat bangsamu dan maksiat dan mungkarat dan dosa dan noda.
Bangsa dan Negaramu akan karam-tenggelam dalam lembab kehancuran dan kebinasaan, jikalau maksiat dan mungkarat telah menjadi pakaiannya. Makruf yang harus tegak dan mungkar yang harus roboh, adalah program perjuanganmu. Al-Haq yang mesti dimenangi dan bathil yang harus dibinasakan, adalah acara dan jihadmu.

Wala tumnun tastakthir’
Janganlah engkau memberi karena mengharapkan balasan yang banyak!
Jalankan tugas ini tanpa mengharapkan balasan dan ganjaran dan manusia..
Menjalankan tugas adalah berbakti dan mengabdi, tidak mengharapkan balasan dan pujian, keuntungan benda dan material.
Kekayaan manusia tidak cukup untuk “membalas” jasamu yang tidak ternilai itu. Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini akan kering dan ketiadaan Iman, kepercayaan dan, pegangan?
Bukankah tanpa engkau, masyarakat ini lenyap ditelan kesepian, tiada suluh dan pelita? Bukankah tanpa engkau, hidup ini akan kerdil; hidup kehampaan dan segala kehampaan, karena tiada Iman dan Agama?
Kalau tidak adalah “penyeru-penyeru” baru datang ke dunia seperti engkau, alam ini seluruhnya akan tenggelam dalam kegelapan, kesepian dan kehampaan.
Jalankan tugas ini karena hanya mengharapkan ke Ridhaan Tuhanmu jua.

Walirabbika fasybir !
Karena Tuhanmu, hendaklah engkau bersabar!
Lakukanlah tugas dan kewajiban ini dengan segala kesabaran dan ketahanan.
Sabar menerima musibah yang menimpa, ujian dan cobaan yang datang silih berganti. Sabar menahan dan mengendalikan diri, menunggu pohon yang engkau tanam itu berbunga dan berbuah.
Tidak putus asa dan hilang harapan atau kecewa melihat hasil yang ada karena tidak seimbang dengan kegiatan dan pengorbanan yang diberikan. Hanya Ummat yang sabar yang akan mendapat kejayaan sejati dan kemenangan hakiki. Hanya Ummat yang sabar yang akan sampai kepada tujuan.

Hadza dzikrun!
Inilah enam peringatan dan enam arahan!
Untuk Mujahid Dakwah. Syahibud Dakwah, si Tukang Seru.
(‘Usrah dan dakwah’ Imam Hasan Al Banna)

– Dari seorang teman –

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Berkehendak dan Pemberi Pelajaran….

Subuh ini, Rabu 3 September 2008, asrama PPSDMS angkatan IV yang tercinta heboh dengan kejadian hilangnya 2 buah laptop dan 5 buah handphone. Dengan para penghuni yang semuanya sholat Subuh di masjid, para maling – yang semoga diberikan Allah petunjuk – leluasa untuk mengambil barang-barang teman-teman asrama. Dalam hitungan kami, sekitar 3-4 menit para maling tersebut melakukan aksinya. Bahkan, Asep, salah satu peserta PPSDMS sempat melihat seseorang membawa tas belok ke sebuah gang kecil yang arahnya bisa menuju ke Bangbayang dan Kanayakan dan satu lagi berpapasan di area asrama kami. Memang sudah dalam rencana Allah, Asep gak “ngeh” dengan peristiwa itu, pasalnya maling tersebut berjalan santai tanpa terlihat “riweuh”.

Semuanya sudah terjadi, tinggal bagaimana kita bisa belajar atas kejadian ini. Seperti motto yang sering kuungkapkan setiap kali mengisi training…”Setiap kejadian pasti ada hikmah, beruntunglah orang-orang yang mendapatkannya…” Memang sebuah kesalahan fatal ketika pintu utama tidak kami kunci, ditambah lagi pintu belakang yang aksesnya cukup terbuka juga luput dari pandangan kami. Gorden kamar atas – yang barangnya hilang- juga terbuka sehingga mudah di pantau dari luar. Pasti malingnya cukup profesional dan sudah beberapa hari sebelumnya merencanakan ini. Namun, tetaplah Allah yang pastinya sudah merencanakan kejadian ini, entah untuk hikmah seperti apa. Mungkin ini adalah sebuah teguran kami yang masih kurang amanah menjaga harta titipan Allah. Juga menjadi sebuah indikator keimanan kami, apakah keimanan kami dapat goyah karena ujian ini sehingga berprasangka buruk terhadap Allah? Atau bahakan menghayati dan semakin mengimani bahwa sesungguhnya Allah sedang memperlihatkan cinta-Nya dengan membuat rencana seperti ini? Semoga kami sanggup untuk mencerna kejadian hari ini dengan pilihan pertanyaan yang terakhir tadi.

Di samping itu, usaha tetap harus dilakukan untuk mengembalikan barang-barang tersebut. Read the rest of this entry »

Dua tahun sudah kita bersama merajut mimpi, mendidik diri, dan saling menyematkan cinta, persahabatan, dan doa di masing-masing pundak. Kawan…sekali-kali jangan sia-siakan itu! Jangan sia-siakan keputusan Allah yang telah membuat kita menjadi salah satu dari para pemimpin umat di masa depan. Jangan sia-siakan cinta, kasih sayang, dan harapan orang-orang yang selama ini menatap yakin kepada diri kita, bahwa kelak…kita akan membuat ibu pertiwi senantiasa tersenyum, rakyat kecil berbahagia karena badannya sehat, anak-anaknya berpendidikan, dan Masjid mereka terisi penuh cinta.

Tak selamanya kita terfasilitasi oleh PPSDMS tercinta. Iya…kita adalah elang muda! Yang butuh keluar sarang untuk meniti mimpi di titik langit terjauh. Yang butuh terjatuh untuk belajar mengepak sayap dan menegakkan dada kita. Karena dalam tiap diri kita telah tersemat sebuah idealisme yang mampu menghidupkan sejarah keemasan para pejuang Islam untuk menyiram tanah air Indonesia…

Idealisme Kami

Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

Semoga Allah selalu memancangkan “idealisme kami” hingga menelusup dalam inti kemanusiaan kita. Semoga Allah selalu menautkan hati kita agar bersatu padu membela agama-Nya…Hingga hanya kesyahidan saja yang mampu menghentikan berhembusnya nafas cita dan cinta kita.

Terbanglah wahai elang-elang muda!

Waktu seringkali bertopeng

Luang dan sempit datang tak terduga

Menuntun akal untuk bercengkerama

Membentuk sebuah konstruksi makna Tentang hidup, bahkan tentang mati

Aku memilih Read the rest of this entry »

Ada temanku yang mengajukan 5 pertanyaan, lalu juga kujawab…Menurutmu?

Kenapa ada kesedihan?

    Karena kesedihan merupakan bagian yang tidak bisa hilang dari fase hidup kita. Kesedihan merupakan pasangan dari kebahagiaan yang akan silih berganti menempa perjalanan hidup kita. Kesedihan dan kebahagiaan dalam hakikat yang paling dasar menjadi serupa. Karena keduanya merupakan warna rasa yang saling mengisi, melengkapi. Keduanya punya muara hakiki, tergantung dari pemaknaan dari manusianya. Bisa jadi muara hakikinya adalah sedih, bisa jadi bahagia. Jika sudah menemukan makna hakiki bahwa kesedihan dan kebahagiaan bermuara pada kebahagiaan, maka sedih pun akan jadi waktu yang manis untuk memperbaiki kualitas diri.

    “Suka-duka adalah sejoli, jika suka adalah cerianya mentari dan sedih adalah murungnya hujan, maka diperlukan keduanya untuk menikmati indahnya pelangi..”

    Kenapa manusia mempertanyakan kehidupan?

      Karena manusia akan selalu mempertanyakan eksistensinya dalam kehidupan yang ia jalani. Siapa dia? Apakah dia? Dari mana dia berasal? Mau kemanakah dia setelah ini? Kemana pada akhirnya dia berada? Manusia dan kehidupannya tidak akan pernah lepas, karena manusia akan selalu hidup dalam masa lalu, masa kini, dan masa depan secara bersamaan. Kehidupan memang akan selalu jadi misteri bagi manusia hingga sampai saatnya kehidupan manusia berbeda makna.

      Kenapa harga diri begitu penting?

        Karena bagi banyak orang, pengakuan bahwa ia bisa dan layak untuk dipercaya begitu berarti. Selain itu harga diri bisa menjadi sesuatu yang mempengaruhi kehidupan seseorang, baik yang merupakan pandangan pribadi terhadap diri sendiri, maupun pandangan dari orang lain. Adaorang-orang yang menjadikan harga diri sebagai tujuan, ada juga yang menjadikannya sebagai sarana. Hal itu tergantung dari apa kebutuhan yang paling mendominasi keseharian seseorang. Dan itu sifatnya dinamis, tergantung juga dengan kondisi psikofisik dan lingkungan pada saat orang itu memperlihatkan tingkah lakunya.

        Kenapa harus ada ukuran pada kecerdasan?

          Karena pada saat pengukuran atau kuantifikasi kecerdasan dibuat, filsafat positivisme Comte mempengaruhi pemikiran banyak psikolog dan peneliti tentang kecerdasan manusia. Bahkan Watson, ahli Behavioristik pada saat itu mengecam metode reflektif dari psikoanalisa, dan menurutnya tingkah laku manusia harus bisa terukurdan terobjektifikasi. (Berarti termasuk soal kecerdasan)

          Apa arti kebahagiaan untukmu?

            Bahagia bagiku adalah sejauh mana amalku membahagiakan kamu, dia, mereka, kita, dan semua orang.

            Beretorika dan berdebat dengan mengendarai gerbong-gerbong logika, bagai berjalan mencari jenak waktu terakhir, namun terus tergelincir mengitari rute bulat susunan argumentasi. Semuanya akan kembali ke titik masing-masing, meski berlari hakikatnya diam terkekang. Kebebasan berfikir sebagai sebuah roman humanisme akan terkelupas topengnya yang merupakan sebuah teralis pengekangan pemikiran jika kita tidak berhasil melepas belenggu dikotomis pemfungsian akal dan hati yang sebenarnya harus diintegrasikan.

            Kita memiliki tiga potensi inti, yaitu hati, akal, dan fisik. Ketiga potensi ini telah terbahas jauh sebelum ada rumusan tentang ilmu-ilmu kejiwaan yang sistematis atau sekarang dikenal dengan psikologi. Bahasan ini termaktub dalam definisi ‘iman’ yang dengat elegan dikemukakan oleh inspirator paling berpengaruh di dunia, Rasulullah Muhammad SAW.

            “Membenarkan dalam hati, mengikrarkan secara lisan dan mengamalkan dengan perbuatan.”

            Definisi ini berhasil menyejukkan hati dengan kelembutannya, memandu geliat akal dengan logikanya, bahkan mampu mempropaganda fisik untuk memaksimalkan gerak hingga tak ada celah bagi letih, lelah, dan kantuk untuk mengelabui…

            Butir-butir makna

            Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
            October 2017
            S M T W T F S
            « Jul    
            1234567
            891011121314
            15161718192021
            22232425262728
            293031  

            RSS berita nasional

            • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

            Pembelajar yang Berkunjung

            • 101,385 hits

            Peta Pembelajar

            Foto Berbicara