mengurai makna, menebar hikmah, buktikan cinta…Ikal, si ndutfani, si bibir:p

Nama gw Fiqih Santoso, lahir di Jakarta, 28 Oktober 1985. Gw sekolah di TK Trisula Rawamangun (1992), SDN Jaladha Pura 3 (1998). SLTPN 5 Tambun (2001), SMUN 1 Bekasi (2004). Sekarang lagi kuliah di Psikologi Unpad, Jatinangor. Tempat tinggal di Bekasi, tapi sekarang asramanya di Bandung.

Bapak gw orang tegal dan mama orang medan. Mereka berdua ketemu di Rawamangun dan menjalin kisahnya. Mama gw seorang mualaf dari yang dulunya Kristen taat. Bapak gw orang yang haus ilmu dan suka baca. Gw anak pertama dari 3 bersaudara. Adik gw yang nomor dua laki2, nama panggilannya Ikal, beda 7 tahun sama gw. Yang bontot perempuan, namanya Fanny, beda 9 tahun sama gw.

Gw orang yang pengen berbagi dan belajar tentang makna hidup beserta perjuangan meneguhkannya. Tulisan yang suka gw buat terutama puisi, selain itu paling artikel2 tugas dari asrama….

Gw juga orang yang berusaha mencintai Allah dan semua makhluknya dengan Islam sebagai jalan yang lurus. Tapi klo lo beda prinsip ma gw, sok aja kita saling debat..

Kalo dari karakter, gw termasuk orang suka punya aktivitas banyak, karena menurut gw kalo gw berhenti berarti gw akan membusuk dan kemudian mati. Gw sayang banget sama keluarga gw, padahal dulu orang yang suka berontak. Nah…sejak masuk psikologi yang notabene banyak perempuannya, gw jadi berlajar lebih sensitif untuk paham “keanehan” perempuan. Sumpah…aneh banget. Di kampus, meski jadi ketua BEM gw cenderung lebih diem akhir-akhir ini. Kalo bareng temen2 gw lintas fakultas, Inswapala, dan di asrama gw lebih seneng bercanda. Cuma kelemahan gw yang paling bikin fatal dan banyak masalah adalah LUPA!

Gw hobi banget naik gunung, meski sekarang susah banget punya waktu kayak gitu. Gw juga suka mikir konseptual dan kritis tentang realita dan makna hidup. Hasilnya paling jadi puisi atau paragraf2 tentang makna. Selain itu hobi gw yang gak kalah diprioritasin adalah main bola atau futsal.

Secara umum, gw ngerasa hidup gw berliku-liku. Turun naik. Penuh konflik…Tapi itulah yang sampai ini mampu menjadikan gw sering mengembalikan pikiran gw kepada hakikat. Wallahualam.

(up date november)

Aku adalah musafir yang menjadikan tiap jengkal tanah yang kupijak sebagai lahan menuai hikmah. Semuanya kukira akan menjadi tiap fase yang harus kulewati untuk mereguk cinta Allah. Meskipun onak, duri hingga air sejuk dan cahaya yang memendar indah akan menjadi penghalang sekaligus penghiburku.

Dan aku adalah pohon yang berusaha melindungi sekitarnya dengan melebatkan dan melebarkan dahan serta daun-daunku, meskipun seringkali aku terlupa memperkuat akarku dan memperbesar batangku untuk menyeimbangkannya.

Aku adalah orang yang lebih sering hidup dengan menggantung harapan di masa depan. Sehingga dalam beberapa hal saya harus belajar mengenali masa kiniku. Namun, dengan sedikit kecemasan berkaca pada masa lalu aku bisa terbantu untuk menentukan arah langkah masa kiniku.

Sedih, marah, damai, waspada, sukaria, semua terhimpun dalam diriku. Pada dasarnya aku adalah pejuang yang menjadikan damai sebagai jalanku. Namun terkadang masa kiniku membumbui hari-hariku dengan membuatku mengecap semua rasa. Pembelajaran damai kudapatkan dengan beribu pengalaman menjawab peperangan dalam batinku. Peperangan yang selalu memintaku mewasitinya dengan adil, dan berkata “kalian semua ada benarnya, juga ada salahnya…”

Dengan mimpi meraih cinta Allah aku bergerak perlahan tapi pasti menuju-Nya. Terakhir, aku bisa menyadari dengan penuh bahwa kebahagiaan orang lain adalah tanggung jawabku. Aku menghayati bahwa dalam diri setiap manusia ada ruh yang terus menunggu mereka untuk membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan hingga membuktikannya dengan perbuatan “Laa ilaahaillallah Muhammaddurrasulullah…” Meskipun aku harus belajar kembali bahwa dalam waktu-waktu tertentu diriku membutuhkan aku.

Saat ini aku sedang meminta diriku untuk selalu menghasilkan energi yang besar untuk membekali diriku terus melewati hari. Energi yang dapat menunjang ketamakanku untuk mengurai makna, menuai hikmah, buktikan cinta…

(up date 26 Desember 2007)