You are currently browsing the tag archive for the ‘pegawai sukses’ tag.

Pertemuan alumni merupakan sesuatu yang lebih strategis dibandingkan dengan pembinaan peserta asrama. Masa-masa dalam pembinaan asrama merupakan fondasi, sedangkan pada saat alumni sudah menjadi sesuatu yang bisa terlihat oleh masyarakat luas melaluikarya dan kontribusi yang diberikan seorang alumni.
Dalam menjalani dunia paska kampus, diantara kita ada yang digariskan Allah menjadi pegawai, ada yang menjadi entrepreneur, ada yang menjadi politikus. Semuanya akan baik jika kita bekerja sesuai denga petunjuk Allah swt. Kemuliaan tidak disebabkan oleh bidang atau posisi yang kita geluti namun oleh sejauh apa kontribusi optimal yang dilakukan dalam bidang atau posisi tersebut.

Bekerja sebagai pegawai memiliki jenjang karier sebagai berikut:
1. Staf dan manajemen tingkat I (staf, asissten manajer, manajer/kasubbag)  biasa ditempuh dalam 5-10 tahun, jika sudah 10 tahun belum mendapatkan posisi menjadi manajer, maka ada masalah pada kompetensi kerja kita.
2. Manajer menengah (General management, senior management, direksi)
3. Manajemen puncak (Direktur, Dirut, komisaris, KPK, Dubes, Staf ahli menteri, staf ahli kepresidenan, Menteri, Wapres, Presiden)

Yang menjadi rumusan ketika menjalani karier adalah:
1. Pada awal karier yang sangat dibutuhkan adalah kompetensi, bekerja keras dan cerdas, ringan tangan dalam membantu orang, junjung tinggi kejujuran, rajin berdoa dan bertawakal. Yang dipikirkan adalah prestasi, kehadiran, kerja keras.
2. Karakteristik dari manajer tingkat kedua adalah sudah membutuhkan “trik berelasi”. Seseorang yang sukses dalam fase ini adalah yang tidak akan mengancam kedudukan atasan. Namun yang perlu diperhatikan adalah “PERTAHANKAN IDEALISME”. Dalam fase ini tantangan untuk melakukan pelanggaran terhadap idealisme kita sudah cukup besar. Camkan bahwa sekali kita membuat dosa maka akan membuka peluang-peluang dosa yang lebih besar.
3. Semakin tinggi karier, maka yang dibutuhkan adalah relationship/ koneksi/ silaturahmi/ ukhuwah. Seseorang yang dipilih menjadi top level management, merupakan seseorang yang mendapatkan rekomendasi dari orang-orang penting dalam skala nasional. Membutuhkan kemampuan relasi dan berjejaring yang luas dan lebih mengarah mobilitas vertikal kapada para pemegang kebijakan teritnggi. tapi sekali lagi ditekankan “JANGAN KARENA ALASAN MENCAPAI SUATU HASIL KITA MELANGGAR HUKUM ALLAH”. Kita harus berjuang untuk menjalani perjuangan sesuai jalan yang Alah ridhoi.
Dalam mencapai sesuatu, hal yang menjadi dasarnya adalah niat, usaha, dan doa. Namun jangan pernah terpaku pada hasil. Jikalau kita gagal mencapai suatu hasil tertentu hal itu adalah ujian kesabaran dan keimanan kita kepada Allah swt.

Bagaimana agar kita tetap istiqomah di dunia paska kampus?

Beberapa fenomena menceritakan bahwa seorang mahasiswa yang idealismenya tinggi dan berkoar-koar menentang ketidakadilan, namun saat diberikan jabatan menjadi seorang yang tiran sebagaimana yang ia protes dulu. Hal ini harus menjadi pembelajaran sejarah bagi kita untuk tidak terjerumus ke dalam jalan yang salah itu. Untuk itu ada beberapa kunci yang perlu kita renungi:
1. Yakini bahwa tujuan kita di dunia adalah masuk syurga.
2. Yakini bahwa kita akan dihisab oleh Allah swt.
3. Yakini bahwa Allah senantiasa melihat dan merekam apa yang kita perbuat.

Hasil cerna dari diskusi bersama, Bambang Priantono, Dewan Penyantun PPSDMS

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
June 2017
S M T W T F S
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 100,961 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos