You are currently browsing the monthly archive for July 2008.

Dua tahun sudah kita bersama merajut mimpi, mendidik diri, dan saling menyematkan cinta, persahabatan, dan doa di masing-masing pundak. Kawan…sekali-kali jangan sia-siakan itu! Jangan sia-siakan keputusan Allah yang telah membuat kita menjadi salah satu dari para pemimpin umat di masa depan. Jangan sia-siakan cinta, kasih sayang, dan harapan orang-orang yang selama ini menatap yakin kepada diri kita, bahwa kelak…kita akan membuat ibu pertiwi senantiasa tersenyum, rakyat kecil berbahagia karena badannya sehat, anak-anaknya berpendidikan, dan Masjid mereka terisi penuh cinta.

Tak selamanya kita terfasilitasi oleh PPSDMS tercinta. Iya…kita adalah elang muda! Yang butuh keluar sarang untuk meniti mimpi di titik langit terjauh. Yang butuh terjatuh untuk belajar mengepak sayap dan menegakkan dada kita. Karena dalam tiap diri kita telah tersemat sebuah idealisme yang mampu menghidupkan sejarah keemasan para pejuang Islam untuk menyiram tanah air Indonesia…

Idealisme Kami

Betapa inginnya kami
agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai
daripada diri kami sendiri.

Kami berbangga
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga
bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan,
dan terwujudnya cita-cita mereka,
jika memang itu harga yang harus dibayar.

Tiada sesuatu
yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta
yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan
dan pasrah oleh keputusasaan.

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui
bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci;
bersih dari ambisi pribadi,
bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas,
apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah-Pencipta alam semesta.

Semoga Allah selalu memancangkan “idealisme kami” hingga menelusup dalam inti kemanusiaan kita. Semoga Allah selalu menautkan hati kita agar bersatu padu membela agama-Nya…Hingga hanya kesyahidan saja yang mampu menghentikan berhembusnya nafas cita dan cinta kita.

Terbanglah wahai elang-elang muda!

Final Day (Minggu, 27 Juli 2008)

Selamat Tinggal Surabaya…. Aku kembali Bandung!

Di pagi terakhir ini aku coba menikmati rendaman air hangat yang pada awalnya terlalu panas…Aku jadi teringat…Bagaimana dengan siksa neraka yah….?Ya Allah “Robbana dzolamnaa Anfussana wa Illam taghfirlana watarhamna lanakuunana minat khosiriin….Allahumma adzirni minannaar….Aku berharap kesadaran ini membawaku kembali bersyukur atas segala cinta-Nya, merindukan surganya…menuruti perintahnya dan menjauhi larangan-Nya…berikan aku kekuatan ya Allah….

Setelah sarapan istimewa yang terakhir dan foto-foto di pinggir kolam renang Novotel…kami rombongan Bandung dan Bali akhirnya harus meninggalkan Surabaya untuk kembali ke daerah kami masing-masing…Kami sempat telat loh…dan menyebabkan keberangkatan pesawat kami mengalami keterlambatan…Jadi merasa bersalah nih…yah wajar saja jika selanjutnya teman-temanku banyak mendapatkan “kesewotan” dari pramugari…

Sampai di Bandung setelah 1 jam mengudara…Cukup panas rupanya….hah…yaiyalah…Lihat saja Punclut sudah jadi kawasan komersil…!Loh kok jadi nyasar ngomongin Punclut yah…?Alhamdulillah aku dan teman-teman SBSV 2008 asal Bandung tiba dengan selamat. Dan aku harus kembali menyusun jadwal-jadwal harianku untuk kembali memacu produktivitas amal dan cinta…hehehe..Terima kasih Kang Gimmy…telah memberikanku kesempatan untuk menuai banyak hikmah…

Aku ucapkan terima kasih kepada panitia yang dari awal sangat hangat kepada kita…pelayanannya juga sempurna…meskipun aku akan selalu berpesan….

“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN…:p”

Fourth Day (Sabtu, 26 Juli 2008)

Menanam Mangrove…bukan “nanam” kaki

Hari ini adalh hari yang kutunggu-tunggu…Yah menyelamatkan bumi Indonesia dengan menanam Mangrove! Usai sarapan kami berangkat menuju kawasan muara dan pantai di Wonorejo. Tiba di sana kami diberikan jaket pengapung dan sepatu boat sebagai pelindung kami ketika melewati sungai dan menginjak kawasan Mangrove yang lembab berlumpur. Sayang saya berangkat tidak dengan kapal boat dari karet, tapi perahu besar.

Nah…ini kejadian pentingnya…baru beberapa detik mendarat di kawasan Mangrove kakiku “tertanam” di lumpur dan tak mampu kukeluarkan sendiri…Semakin aku berusaha keluar semakin tersedot aku ke dalamnya….Walah…aku ditolong dua orang perempuan!! Yah lagi darurat gapapa lah sentuhan sama bukan muhrim…cowonya gak ada yang dekat situ…Sontak aku diledekin oleh para relawan penanam Mangwove yang lain…”Mas ini lagi acara menanam Mangrove, bukan nanam kaki…” Hahaha dalam hati aku menertawakan diriku sendiri…emang aku sudah nambah berat badan begitu pesatnya kah hingga harus tertanam?…weleh weleh…Celanaku berlumuran lumpur, untung bawa satu celana lagi…

Akhirnya aku bisa Read the rest of this entry »

Third Day (Jumat, 25 Juli 2008)

Sarapan Istimewa 2

Yah setelah mandi, aku dan Basyir menuju ke tempat sarapan di Novotel. Subhanallah…makanan dan minuman di sini banyak sekali…ada beraneka ragam masakan dari ayam, kentang, ikan, salad. Ada pula berbagai macam roti gaya eropa dengan selai yang menggiurkan. Ada juga mie ayam, bubur ayam. Minumannya juga bermacam-macam, ada jus apel, jeruk, nanas, dan guava. Ada kopi, teh, dan tiga macam susu. Di sini aku mulai lihai berstrategi dalam mengambil dan menyantap makanan. Tetap saja aku tidak mau makan salad euy…Aku dan Basyir memang punya banyak kesamaan, sama-sama dari keluarga sederhana, dan punya cita-cita menanggung adik-adik…dan juga gak bisa pake table manner…padahal suguhan di mejanya lengkap. Cuek is the best! Begitu tampaknya prinsipku saat itu…

Perjalanan ke Rungkut

Setelah sarapan usai, kami menuju ke pabrik Sampoerna di Rungkut. Rungkut adalah sebuah kawasan industry yang salah satunya digunakn Sampoerna untuk mendirikan pabrik SKT (Sigaret Kretek Tangan). Di sini adalah pabrik yang memperkerjakan banyak buruh pelinting rokok analog. Dengan keterampilan yang luar biasa mereka mampu dalam sehari menghasilkan rata-rata 3000 – 3700 batang rokok setiap orangnya. Kami berkunjung di SKT pembuatan rokok Dji Sam Soe yang terkenal sebagai rokok “berat”. Di sini aku juga sempat mencoba unuk melinting satu batang rokok. Meskipun hasilnya kurang sempurna, namun aku cukup senang telah punya pengalaman itu. Mengingat pada dasarnya pabrik seperti ini sulit untuk dikunjungi, biasanya orang luar hanya boleh lihat dari jauh. Bahkan teman-teman yang lain tidak ada yang mencoba. Ternyata aslinya tidak boleh loh…Karena aku coba ngobrol dengan seorang ibu pelinting, aku diajak untuk ikut melinting.

Mirip artis

Di sini ada kejadian lucu dimana aku diteriaki Ahmad Dhani oleh seorang buruh yang bertugas melinting rokok tersebut. “Mas Ahmad Dhani…Mbak Maya kemana?” Read the rest of this entry »

Second Day (Kamis, 28 Juli 2008)

Sarapan Istimewa

Pagi harinya, setelah mandi, packing, dan tidak lupa foto-foto…kami segera mengangkut barang masing-masing ke dalam bus yang sudah dibagi menjadi 2 bus. Aku kebagian bus SKM, bersama Pinky Boy, Basyir, Mabrur, Andhit, Teguh “Roy Suryo” Santoso,(sodara lain bapak-lain ibu nih sama aku), Arif “Bli” yang dari Bali, dll. Setelah itu kami menuju tempat sarapan yang makanannya banyak. Aku inget waktu itu ikut acara Pendidikan Kepemimpinan Nasional 1 dan yang 2…menurutku itu sudah mewah…tapi ternyata ada lagi yang lebih mewah…Sontak karena belum “learning” menghadapi serangan menggiurkan dari banyaknya makanan di sarapan ini aku “kalap”…hahaha…

Yaiyalah…secara…bisaanya aku punya strategi kalau pagi banyakin minum dan baru sarapan jam 10. Bisaanya aku punya menu favorit, lontong padang di Simpang Dago atau kupat tahu di pertigaan Tubagus, bubur ayam di sebelah asrama, atau indomie bikin sendiri…hehehe…Pagi ini cukup kembung, inilah sebabnya aku gak mengambil omelet yang juga disajikan disama, salah strategi rupanya…nasi gorengnya kebanyakan. Untuk ke depan aku akan atur strategi makan…hehehe

Ke Sukorejo Plant

Kedatangan kami di Sukorejo Plant ini adalah ladang pembelajaran yang berharga bagiku. Awalnya kaami mendengarkan perkenalan tentang perusahaan PT. HM Sampoerna, Tbk. Banyak informasi yang bisa kuolah jadi ilmu di sini. PT. HM Sampoerna awalnya didirikan oleh seorang imigran asal Cina, Liem….(siapa gitu, lupa euy…) sejak tahun 1913. Diawali dengan pengalaman bekerja di sebuah perusahaan rokok kala itu, ia keluar dari perusahaaan dan mulai merintis usahanya sendiri dengan melinting rokok dan menjualnya di warung sederhana miliknya.. Melalui perjuangan dan segala ketekunannya secara turun-temurun, akhirnya perusahaan ini berhasil menjadi Market Leader perusahaan rokok sejak tahun 2005, setelah menyalib PT. Gudang Garam dan juga Bentoel. Nah pada saat dalam prestasi puncaknya itulah Bapak Putra Sampoerna menjual perusahaan rokoknya itu kepada sebuah korporasi besar asing, yaitu Philip Morris International. Penjualan ini sempat membuat karyawan shock, bahkan sempat ada masalah dimana para buruh demonstrasi karena mendengar berita burung bahwa ada uang 25 juta yang dibagikan kepada setiap karyawan sebagai uang jasa. Rupanya Putra Sampoerna menerapkan sebuah prinsip ekonomi mendasar yang berkata “Juallah barang pada saat harganya sedang tinggi-tingginya. Read the rest of this entry »

First Day (Rabu, 23 Juli 2008)

Latar Belakang

Ini adalah ceritaku selama mengikuti kegiatan Sampoerna Best Student Visit 2008. Cerita ini akn dibagi menjadi 5 posting. Aku diikutkan dalam SBSV ini karena mendapatkan Peringkat 2 Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi Unpad. Pada awalnya aku menolak…namun PD 3-ku Kang Gimmy mempersuasiku agar ikut, karena akan menjadi pengalamn yang berharga yang bisa di share di Fakultas. Baiklah aku bilang, “Akan saya pertimbangkan kang…” Aku lalu banyak bertanya pada pak Dadang Kasubbag Kemahasiswaan tentang kegiatan ini…ternyata kunjungan untuk melihat kegiatan CSR…wah aku sangat tertarik nih dengan Community Develompment….Yap satu hal masih mengganjal…hukum syar’i.

Pergulatan pemikiran tentang ini aku coba konsultasikan kepada seorang Ustad…ternyata bliau menyarankanku untuk ikut saja…Dalam konteks seperti ini…ini lebih pada undangan dan kesempatan menggali ilmu dan pengalaman untuk membuahkan karya yang lebih baik dibandingkan dengan tidak memenuhi undangan…Mungkin ini akn terus menjadi perdebatan…Aku berharap dan memohon maaf kepada Allah…semoga pilihanku untuk ikut di ridhoinya…Amiin…

Wong Ndeso

Waduh, aku bangun ”kesubuhan”! Sudah jam 4.30 nih, padahal aku pasang alarm 3.30. Rupanya badanku ingin diperlakukan adil…Belakangan ini tidurnya kurang…hanya 3-4 jam sehari…dan tadi malam (pagi kali yeee) aku tidur jam 1, karena harus packing barang-barang yang mau dipindahkan ke asrama baru. Aku inget…air asrama lagi gak keluar…harus buru-buru nih karena harus check in di Bandara Husein jam 5.

Alhamdulillah…lagi-lagi Allah memberikan pertolongannya…rupanya ada air 1 ember yang berhasil ditampung dari tetesan air yang ada di kran belakang…Setelah sholat di Masjid tercinta Al-Mubaroq…Aku langsung berangkat bareng Sirodj, yang dengan kebaikannya mengantarkan aku dengan motornya ke Bandara. Sesampainya di Bandara dan memberikan beberapa “pesan terakhir” ke Sirodj, aku masuk ke Bandara.

Hahahaha…wong ndeso mau naik pesawat Read the rest of this entry »

Selambai dingin angin bukit

Gerakan jemariku untuk menggores

Sebuah kisah pencarian

Yang telah tertanam menjadi satu warna

Dalam ruang memoriku

………………………………………………………

Mahameru

Disambut topangan debu kering
Coba tegarkan tiap langkah yang beriring
Walau tetap engahan kami sesekali bersautan
Riuh…dan terbumbui peluh

Pencarian seperti ini
Menemui banyak candu rasa
Temukan lebih banyak asa
Yang melebihi nikmatnya Ranu Kumbolo

Kami dijadikan satu…
Dengan pijakan dan tolakan kaki yang saling tersandar
Sandaran itu nyata di pundak sahabat
Mencoba membeberkan jawaban atas pencarian ini…
Bersama….namun dengan warna tiap diri

Tenda ini sebenarnya dingin
Jika saja tawa hangat tak sesumbar
Lukiskan eratnya kala itu
Satu cita dengan sahabat
Sambil menyeruput teh yang telah dingin
Dan bergilir menelan mie yang mulai membeku

Kini…perjalanan membawa kami
Menjadi tiap diri yang punya arti
Melatih tubuh akrab dengan perih
Menjodohkan jiwa dengan sulitnya perjuangan

Tapak kaki tak berpijak tepat
Terseret alur pasir yang halus mengalir
Langkah ini semakin berat…
Ditambah suntikan angin yang membius
Memaksa diri menikmati kontradiksi motivasi
………………………………………………………………….
Pesona merah-ungu telah bercengkrama
Dengan kekaguman polos manusia
3…2…1…hitungan berakhir sudah
Satu cita teraih kini
Dengan berbagai rentetan hikmah yang menyertai
Rebahkan sebuah sujud
Disaksikan mungilnya senyuman mentari subuh
Diiringi tetesan kekaguman….
…………………………………………………………………….
Di puncak segitiga inilah aku terkapar
Pada ke-Maha Besar-an Ilahi

Gubahan dari 7 September 2004
Terima kasih Allah swt dan sahabat-sahabat ”Mahameruku” (Diego, Hendro, dan Aril)

Adalah sulit untuk berbicara mengenai kemampuan khusus untuk membuat kondisi nyaman. Seperti yang telah disampaikan lebih awal dalam bab ini, kenyamanan sangat berkaitan dengan kehangatan dan kualitas kepedulian personal yang dibawa oleh helper. Berikut ini adalah beberapa kemampuan yang dapat digunakan sebagai suplemen untuk menggambarkan apa yang telah disampaikan sebelumnya untuk menghasilkan kondisi nyaman dan untuk membuat potensi pertumbuhan berguna pada saat krisis. Read the rest of this entry »

Waktu adalah faktor penting dalam kesuksesan intervensi. Semakin awal pertolongan diberikan setelah peristiwa krisis, maka begitu juga semakin positif juga hasil yang diperoleh. Ide dasar di balik pertolongan awal tidak hanya mengurangi bahaya terhadap dirinya sendiri tetapi juga mengambil manfaat dari motivasi seseorang untuk merubah atau berpegangan pada solusi konstruktif.

Langkah-Langkah Intervensi Krisis
Bantuan psikologi pertama membutuhkan empat langkah inervensi krisis. Pertama, Read the rest of this entry »

Stres
Sebuah reaksi stres adalah suatu kondisi yang dicirikan dengan tegangan fisiologis dan konflik pada pilihan yang terus menerus. Helpee merasa di bawah tekanan untuk mengurangi tegangan dan mencapai kenyamanan atau ekuilibrium. Sering resolusi mengambil sebuah bentuk maladaptif, seperti penyakit, tanpa kesadaran dari helpee. Suatu pengalaman stres lebih meresap dan kondisi yang kurang kuat daripada krisis, tetapi itu mungkin berlanjut pada waktu yang tidak berbatas, dengan atau tanpa memancing stimulus (Janosik, 1993).
Ketegangan dari perubahan bersifat kumulatif dan walaupun peristiwa-peristiwa individu muncul untuk memiliki akibat yang kecil, penumpukan sepanjang tahun dapat berkontribusi terhadap krisis-krisis utama, seperti penyakit. Beberapa dari stres yang hebat dikarenakan penumpukan dari apa yang semula Lazarus sebut percekcokan sehari-hari (daily hassles). Percekcokan ini termasuk di dalamnya aktivitas rumah tangga sehari-hari, kesehatan, tekanan waktu, pemusatan pada emosi yang lebih dalam, kekhawatiran lingkungan, keuangan, stres yang berhubungan dengan pekerjaan, dan ketidakpastian masa depan.
Orang harus ditolong pada sebuah kesadaran dari sifat dan kekuatan stresor dalam Read the rest of this entry »

Butir-butir makna

Kita kan tetap di sini, walau panas melantak, berat dipundak, kering mengerak, perih berserak. Kita kan terus berjalan hingga kan terjawab..."Mengapa perjuangan itu pahit?" "Karena cinta Allah itu manis..."
July 2008
S M T W T F S
« Jun   Aug »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS berita nasional

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Pembelajar yang Berkunjung

  • 100,961 hits

Peta Pembelajar

Foto Berbicara

Bersama Para Future Leader

Belagak Orasi

BPM '06-'07

Mencoba menghibur...

BEM "Care In Harmony"

Bersama-sama menemui Allah...

F4 dari IWP

Sobat SMA sampe sekarang

berusaha berpijak dengan harapan yang menjemput lahirnya matahari

tenang, kuat, menimbulkan harapan dan senyum bersyukur

More Photos